Disperindag Sleman Bidik Tenant Kuliner untuk Pasar Prambanan
Disperindag Sleman menjajaki tenant kuliner dan pusat oleh-oleh di Pasar Prambanan untuk menarik anak muda mulai 2027.
Sejumlah armada pengangkut sampah lalu lalang di sekitar TPA Piyungan, beberapa waktu lalu. - dok/Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA–Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan atau TPA Piyungan Transisi Tahap I dibuka secara terbatas, sampah di kawasan wisata Kota Jogja diprioritaskan.
“Ketika ada timbunan sampah pariwisata itu menjadi intensitas kami menanganinya, yang kami prioritas itu,” kata Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY, Tri Saktiyana saat ditemui di ruangannya, Kamis (3/8/2023).
Tri menyampaikan sampah di kawasan wisata menjadi prioritas untuk diangkut ke TPA Piyungan. Menurut Tri, wisatawan yang datang ke Kota Jogja beragam, tidak hanya dari DIY, sehingga banyak yang tidak mengetahui kondisi darurat sampah di DIY. Sehingga menurut Tri, penanganan sampah di kawasan wisata Kota Jogja harus dilakukan oleh daerah terkait.
“Karena mereka datang dari luar kota, dan tidak tahu kami darurat sampah dalam konteks pariwisata kami tidak bisa mensosialisasikan tentang itu, maka harus ada penanganan khusus terkait sampah pariwisata,” katanya.
BACA JUGA: KPU Jogja Salah Cetak Pamflet Sosialisasi Parpol, Langsung Dimusnahkan
Dengan adanya pembatasan pembuangan sampah di TPA Piyungan Transisi Tahap I, menurutnya sampah di kawasan tersebut perlu menjadi prioritas. Karena sebagai destinasi wisata, kawasan wisata Kota Jogja perlu bersih dari timbunan sampah.
“Kami akan sekuat tenaga bersama kota [menangani sampah] di tempat strategis, tempat wisata bersih dari sampah,” katanya.
Dia juga mengapresiasi berbagai program penanganan sampah organik dan anorganik yang dilakukan Kota Jogja. “Gerakan sampah di kota sangat bagus, termasuk biopori, jugangan sementara dan sebagainya. Kami hargai upayakan masyarakat mengurangi timbunan sampah,” katanya. Selain itu juga bisa mengurangi pengiriman sampah ke TPA Piyungan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disperindag Sleman menjajaki tenant kuliner dan pusat oleh-oleh di Pasar Prambanan untuk menarik anak muda mulai 2027.
Sebanyak 168 atlet mengikuti Kejurkot Sepatu Roda Kota Jogja 2026. Ajang ini menjadi sarana pembinaan dan penjaringan bibit unggul.
Raffi Ahmad meminta maaf setelah menghadiri acara Sumpah Pemuda Polda Metro Jaya yang menuai sorotan dan menjadi perbincangan warganet.
Pemda DIY memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk deteksi dini, pemerataan layanan, dan penghapusan stigma terhadap kesehatan jiwa.
Mentan Amran menyebut ketersediaan beras Indonesia mencapai 25 juta ton saat 33 negara menyiapkan persediaan pangan untuk kondisi darurat.
Jogja Photo Art Experience menghadirkan 168 karya dari 45 pameris dalam tujuh ruang instalasi seni di Jogja City Mall hingga 31 Desember 2026.