Eko Suwanto Akan Tambah Anggaran Penanganan Stunting di Kota Jogja pada 2027
Eko Suwanto akan memperjuangkan kenaikan anggaran penanganan stunting di Kota Jogja pada 2027, dari Rp120 juta per kelurahan pada 2026.
Pengujung menikmati karya seni dalam Artjog 2023, di JNM, Minggu (27/8/2023). – Harian Jogja/Stefani Yulindriani
JOGJA–Setelah diselenggarakan hampir 2 bulan, pameran seni rupa Artjog 2023 ditutup, Minggu (27/8/2023). Pameran seni rupa tahunan tersebut dinilai membawa multiplier effect bagi DIY.
CEO Artjog, Heri Pemad menyampaikan pameran seni rupa tahunan tersebut dinilai berhasil memberikan dampak pada perekonomian dan kebudayaan di DIY. Menurut Heri dalam penyelenggaraan Artjog tahun lalu uang yang beredar hampir mencapai Rp100 miliar, sementara dampak multiplier effectnya mencapai Rp5,2 triliun.
“Dampak secara ekonomi, dampak secara pariwisata, perkembangan seni budaya,” katanya di Jogja National Museum (JNM).
Menurut Heri, penyelenggaraan Artjog juga turut berdampak para perkembangan pariwisata di DIY. Dengan didominasi pengunjung dari luar kota bahkan luar negeri, menurut Heri para pengunjung tidak sekadar datang ke Artjog namun juga menginap dan menggunakan transportasi yang ada di DIY, sehingga akan memberikan kontribusi dalam menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) DIY.
Sedangkan menurut Heri tahun ini tidak berbeda dengan tahun sebelumnya, jumlah pengunjung Artjog mencapai sekitar 1.000 orang per hari. Meskipun jumlah pengunjung sangat tinggi, namun menurut Heri dilihat dari lamanya para pengunjung menikmati karya seni rupa yang tersaji, para pengunjung dinilai menikmati karya seni yang ditampilkan dalam Artjog kali ini.
“Setiap lebaran seni, setiap Artjog, apresiasi masyarakat terhadap peristiwa ini baik Artjog juga penyelenggaraan pameran di luar Artjog, itu bagus sekali. Mereka semua merayakan, mengalami sendiri, berinteraksi dengan karya seniman, dan sangat dirasa mereka ada yang belajar ada yang menikmati,” katanya.
Menurut Heri dalam Artjog kali ini pengunjung didominasi usia milenial. Menurutnya itu menjadi investasi kebudayaan, karena di masa mendatang para pengunjung tersebut mungkin akan memberikan dukungan dalam pengelolaan seni dan kebudayaan dalam berbagai profesi yang diemban.
BACA JUGA: BPBD DIY Bersiap Hadapi Kekeringan hingga Januari 2024
“Itu bentuk investasi kebudayaan. Lima sampai 10 tahun lagi ini sangat mewah, orang-orang yang saat ini selfie, mungkin akan menjadi kolektor, pelaku, penentu kebijakan yang akan paham bagaimana mengelola seni dan budaya, tidak hanya sekadar mengeksploitasi tetapi mengelola, dikembalikan kepada masyarakat,” katanya.
Dalam penyelenggaraan Artjog tahun depan, menurut Heri akan kembali mengusung konsep yang berbeda untuk dapat menarik minat pengunjung.
“Misi Artjog itu selalu menampilkan, memberi ruang, memberi akomodasi perkembangan karya dari seniman paling mutakhir baik secara presentasi atau penyajian atau secara gagasan, dan teknis, belum pelaku sendiri tidak serta-merta tidak mengundang seni rupawan, tetapi bisa arsitek, desainer, pengusaha, dari berbagai multidisiplin,” katanya. Artjog diselenggarakan 30 Juni-27 Agustus 2023. (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Eko Suwanto akan memperjuangkan kenaikan anggaran penanganan stunting di Kota Jogja pada 2027, dari Rp120 juta per kelurahan pada 2026.
Celta Vigo menjamu Juventus di Liga Europa pada Jumat, 16 Oktober 2026 pukul 02.00 WIB. Simak jadwal, kondisi tim, dan peluang kedua klub.
KPK mengamankan 20 orang dalam OTT Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo. Uang tunai sekitar Rp1 miliar disita berdasarkan hitungan awal.
Delapan negara bagian AS menggugat OpenAI atas dugaan risiko ChatGPT bagi anak dan remaja. Mereka meminta perubahan sistem dan sanksi hukum.
KPK mendalami dugaan suap pengadaan barang dan jasa di Pemkab Klaten serta dugaan pemberian kepada oknum BPK terkait audit dalam OTT Bupati Hamenang.
Kepala BNPB Kristomei Sianturi menyerahkan penanganan kasus OTT KPK kepada aparat hukum dan membuka kemungkinan pergantian pejabat.