DPRD Jogja Soroti Pencegahan Korupsi, Sistem Diminta Diperkuat
DPRD Kota Jogja mendorong pencegahan korupsi melalui penguatan sistem, tata kelola transparan, akuntabel, dan budaya integritas.
Hanum Salsabiela Rais. - Harian Jogja/Bernadheta Dian Saraswati
Harianjogja.com, JOGJA–DPRD DIY memastikan dua anak kandung tokoh Amien Rais yaitu Hanum Salsabiela Rais dan Baihaqi Rais telah mengundurkan diri dari DPRD DIY. Keduanya merupakan anggota Fraksi PAN DPRD DIY.
Khusus untuk Hanum telah dilakukan pergantian antar waktu (PAW) bersamaan dengan PAW anggota Fraksi Nasdem Suparja yang meninggal dunia. Adapun untuk PAW Baihaqi masih menunggu keputusan dari Kemendagri.
Ketua DPRD DIY, Nuryadi menyampaikan dua anggota PAW ditetapkan setelah Hanum Rais telah mengundurkan diri beberapa waktu lalu, dan Suparja meninggal dunia. Menurut Nuryadi, posisi Hanum digantikan oleh Mardiyono, sementara posisi Suparja digantikan Christina Ari Retnaningsih.
BACA JUGA : Kisah Novelis Hanum Rais, Anak Amien Rais
Menurut Nuryadi kedua anggota pengganti tersebut telah disiapkan oleh partai politiknya masing-masing untuk dapat menggantikan tugas dan kewenangan anggota DPRD DIY yang digantikan. Dengan penggantian anggota DPRD tersebut, Nuryadi berharap kinerja DPRD DIY dapat meningkat di sisa masa jabatan.
“Harapannya melengkapi kita, menyempurnakan kita, sehingga kekompakan ini menjadikan lembaga ini solid dan bisa menangkap aspirasi dari masyarakat manapun,” katanya di DPRD DIY, Kamis (31/8/2023).
Sementara anggota DPRD DIY lainnya, ada Baihaqy Rais yang juga mengundurkan diri dari keanggotaan DPRD DIY dan Suharwanta yang meninggal dunia beberapa waktu lalu. Keduanya sama-sama dari Fraksi PAN. Proses PAW bagi keduanya saat ini masih menunggu dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
BACA JUGA : Hanum Rais Menyeberang ke Partai Ummat
“Harwanta meninggal dunia, Baihaqy mengundurkan diri,” katanya.
Setelah proses dari Kemendagri rampung, maka PAW keduanya akan segera dilangsungkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Kota Jogja mendorong pencegahan korupsi melalui penguatan sistem, tata kelola transparan, akuntabel, dan budaya integritas.
DPRD Kulonprogo menyoroti kendaraan ODOL dan aktivitas pertambangan yang dinilai berdampak pada kerusakan serta usia pakai jalan.
Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman digelar dua hari di Kulonprogo, mempertemukan 25 stan dan stakeholder pertanian DIY.
Pengajuan pengunduran diri Dukuh Krapyak Wetan, Bantul, belum memenuhi syarat. Pemkab menyebut hasil klarifikasi tak menemukan unsur tuduhan.
BPS Gunungkidul masih mengolah data Sensus Ekonomi 2026. Sebanyak 1.033 petugas dikerahkan dengan sekitar 385.000 responden sasaran.
Bank Mandiri membayarkan dividen interim Rp6,16 triliun bertepatan HUT ke-28. Total dividen sepanjang kalender 2026 mencapai Rp50,63 triliun.