Bandara Kertajati Disiapkan Jadi Pusat Servis Hercules Asia
Kemhan siapkan Bandara Kertajati menjadi pusat MRO pesawat Hercules Asia untuk memperkuat industri pertahanan Indonesia
Sebuah perahu membawa penumpang sedang menyusuri area Telaga Jonge di Kalurahan Pacarejo, Semanu, Gunungkidul belum lama ini. - Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (PUPRKP) Kabupaten Gunungkidul, mengupayakan revitalisasi telaga agar mampu menampung air banyak sehingga dapat mencukupi kebutuhan air untuk ternak dan pertanian saat musim kemarau.
Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPRKP Gunungkidul Handoko di Gunungkidul, Jumat, mengatakan hasil dari pendataan di Gunungkidul terdapat 359 telaga. Pada saat kemarau, dari 359 telaga sebanyak 344 telaga yang mengering dan yang berfungsi ada 15 telaga.
"Kami sudah melakukan sejumlah program agar telaga dapat fungsi dengan baik. Selain melakukan penambalan di bagian talud yang bocor, juga ada pengerukan," kata Handoko, Jumat (1/9/2023).
Ia mengatakan proses pengerukan tidak dilakukan sendiri karena pelaksanaan melibatkan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak. "Ada juga beberapa telaga yang setelah dikeruk terus dipasang lapisan geo-membran. Tujuannya agar air tidak terserap ke dalam tanah,” katanya.
Handoko mengatakan telaga yang masih berfungsi dan ada airnya pada musim kemarau seperti Jonge di Kalurahan Pacarejo dan Bembem di Kalurahan Giriasih.
BACA JUGA: PAN dan Golkar Bergabung ke KKIR, Pengamat: PKB Besar Kemungkinan Hengkang
Menurutnya, mengeringnya telaga di Gunungkidul salah satunya karena proses sedimentasi. Adanya pendangkalan membuat kapasitas air menjadi berkurang. Hal ini pun berdampak saat kemarau, banyak yang mengering.
"Terlebih lagi di dalam pemanfaatannya juga untuk pemeliharaan area pertanian, sehingga banyak disedot untuk menyirami tanaman milik petani. Untuk itu perlu adanya revitalisasi telaga," katanya.
Pendiri Komunitas Resan Gunungkidul Edi Padmo mengatakan banyak telaga yang tidak berfungsi dengan sempurna. Kondisi ini harus menjadi perhatian agar telaga tidak menjadi mati.
Menurut dia, sudah ada upaya yang dilakukan komunitas dengan cara melakukan penghijauan di sekitar telaga. Edi mengakui hingga sekarang sudah menanam pohon di lebih di 20 telaga di Gunungkidul.
“Penanaman pohon tidak hanya untuk penghijauan, tapi juga sebagai proses penyimpanan cadangan air. Jadi, dengan penghijauan yang dilakukan, maka maka telaga tetap ada airnya di sepanjang waktu,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kemhan siapkan Bandara Kertajati menjadi pusat MRO pesawat Hercules Asia untuk memperkuat industri pertahanan Indonesia
Harga emas Pegadaian hari ini Kamis 21 Mei 2026 turun. Emas Antam jadi Rp2,862 juta, UBS Rp2,797 juta, dan Galeri24 Rp2,756 juta.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Imigrasi Sulsel menemukan WNA asal Filipina dan Malaysia memakai KTP Indonesia untuk mengurus paspor RI di sejumlah daerah.
Prabowo Subianto menegaskan pemerintah siap memakai radar dan satelit untuk melacak aset ilegal serta memburu koruptor hingga bungker bawah tanah.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Kamis 21 Mei 2026 melayani rute Jogja dan Sleman dengan tarif Rp80.000 serta konektivitas antarmoda.