Rekomendasi HP untuk Orang Tua, Layar Besar dan Baterai Awet
Rekomendasi HP terbaik untuk usia 40 tahun ke atas: Samsung Galaxy A56, Redmi Note 15 Pro, iPhone 16e, vivo V60, Oppo Reno15, A36, dan realme C85. Layar besar,
Aksi pengumpulan barang bekas dan pengolahan sampah. - Harian Jogja/ist
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemkab Sleman batal membuat Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS) baru seusai penghentian operasional TPSS Tamanmartani.
Untuk mengatasi persoalan sampah di Bumi Sembada, saat ini Pemkab akan mendorong warganya mengelola sampah secara mandiri.
"Untuk saat ini kami tidak akan membuat TPSS baru. Kami akan tetap mewajibkan masyarakat untuk mengurangi dan memilah sampah serta kami memanfaatkan kuota membuang sampah yang diberikan kepada kami ke TPA Piyungan," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sleman Epiphana Kristyani, Selasa (5/9/2023).
Selain itu, saat ini lanjut Epiphana, pihaknya terus mempercepat pembangunan TPST Tamanmartani yang terletak di Kapanewon Kalasan. Untuk mengatasi persoalan sampah, Pemkab saat ini akan mendorong warga mengurangi dan memilah sampah.
Lebih lanjut, Epiphana mengungkapkan saat ini progres penggarapan TPST Tamanmartani telah memasuki sekitar 18-20 hari kerja. Dengan penggarapannya yang diharapkan bisa tuntas 75 hari, pengoperasian TPST Tamanmartani bisa dilakukan lebih awal.
BACA JUGA: KPK Segera Periksa Cak Imin Terkait Dugaan Korupsi di Kemenaker
"Sekarang kan sudah mulai, sudah sekitar 18-20 hari kalender. Jadi nanti harapan saya ya saya akan selalu pantau, mudah-mudahan nanti bisa maju lah. Kemarin saya bilang bahwa itu akan selesai akhir tahun 2023, paling tidak nanti akhir November sudah selesai," katanya.
Mengenai progresnya, pembangunan TPST Tamanmartani akan memasuki tahap pembangunan hanggar. Hanggar ini lah yang nantinya akan dipakai untuk mengelola sampah yang masuk ke TPST.
"Kami nanti membangun hanggar, tempat untuk mengolah sampahnya. Ya kami sekarang sudah mulai sekarang, iya proses pembangunan hanggar," kata Epiphana.
Lain dengan Tamanmartani, penggarapan TPST di Minggir masih berkutat di tahap awal. Penggarapan TPST Minggir kata Epiphana, baru masuk ke bagian pengadaan barang dan jasa. "Minggir baru kami pengadaannya, kan baru kita masukkan pengadaan barang dan jasa," katanya.
Dengan beroperasinya dua TPST di Sleman, Epi mengestimasi ada sekitar 100-160 ton sampah yang bisa dikelola oleh Pemkab Sleman.
Rata-rata produksi sampah Sleman kini mencapai 254 ton per hari. Bila pembangunan dua TPST ini segera terealisasi, setidaknya sekitar 50%-60% sampah yang diproduksi di Sleman setiap harinya bus tertangani.
"Kami berusaha agar TPST itu segera jadi, baik yang Tamanmartani maupun Minggir itu segera bisa operasional paling tidak 100-160 ton sampah bisa kami tangani sendiri," katanya.
Sebelumnya, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyatakan, bahwa pihaknya akan membuat TPSS baru dengan sistem pengolahan sampah. Selain itu, Pemkab Sleman juga akan terus mengedukasi kepada masyarakat untuk mau memilah sampah. Upaya itu pun diwujudkan dengan Surat Edaran (SE) Bupati Sleman dan sosialisasi yang melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rekomendasi HP terbaik untuk usia 40 tahun ke atas: Samsung Galaxy A56, Redmi Note 15 Pro, iPhone 16e, vivo V60, Oppo Reno15, A36, dan realme C85. Layar besar,
Pria lebih cepat move on? Terapis ungkap itu hanya norma sosial. Pria proses internal, wanita eksternal, tapi waktu pemulihan tak beda signifikan.
Storage WhatsApp cepat penuh bisa membuat HP lemot dan memori cepat habis. Simak penyebab utama serta cara mudah membersihkan file besar di WhatsApp.
Spanyol vs Belgia di perempat final Piala Dunia 2026: rekor 5 kemenangan Spanyol, Rodri-Pedri-Yamal kunci, Belgia kehilangan Onana. De Bruyne harapan Belgia.
Kejati DIY menyelesaikan pendataan seluruh SPPG di wilayah DIY dan menyerahkan hasilnya ke Pidsus Kejaksaan Agung untuk mendukung penanganan perkara yang sedang
RS Bethesda Yogyakarta mendorong pengembangan hospice untuk memperkuat layanan paliatif di tengah meningkatnya jumlah lansia di DIY.