JBBA 2026: Ekonomi Berkelanjutan Penting bagi Korporasi dan Instansi
JBBA 2026 mendorong korporasi dan instansi publik mengadopsi ekonomi berkelanjutan sebagai strategi bisnis dan tata kelola.
Kegiatan pengabdian Stikes Surya Global di SDN 1 Pundong./Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL—Kabupaten Bantul termasuk salah satu daerah di DIY yang memiliki tingkat kerawanan bencana alam cukup tinggi.
Riwayat gempa di Bantul pada 2006 silam menorehkan luka di ingatan masyarakat dengan korban meninggal dunia yang mencapai ribuan orang. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, pusat gempa saat itu berkekuatan 5,9 SR berada di Bantul dengan jarak 38 kilometer bagian Selatan DIY dan kedalaman 33 km.
Berdasarkan data dari Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul, banyak korban jiwa akibat tertimpa reruntuhan bangunan. Salah satu korban paling banyak adalah anak-anak, yang masuk dalam kelompok rentan karena memiliki kemampuan serta sumberdaya yang terbatas untuk mempersiapkan diri ketika merasa takut sehingga sangat bergantung dengan orang lain.
Oleh sebab itu, mitigasi bencana merupakan prioritas program menajemen bencana mulai dari tingkat nasional hingga daerah. Edukasi soal bencana di kalangan pelajar, tak terkecuali di jenjang sekolah dasar menjadi strategi yang sangat efektif, dinamis dan berkesinambungan untuk meningkatkan informasi tentang kebencanaan.
Atas dasar itulah, Tim Pengabdian Masyarakat Stikes Surya Global Yogyakarta dari program studi keperawatan dan program studi Kesehatan Masyarakat, berkolaborasi dengan BPBD Kabupaten Bantul melalui hibah Dikti 2023, mengoptimalkan pembentukan Sekolah Siaga Bencana (SSB) di SDN 1 Pundong.
Tim Pengabdian Masyarakat Stikes Surya Global Yogyakarta yang diketuai Niken Setyaningrum tersebut mulai bekerja sejak Agustus hingga Oktober 2023 yang didampingi langsung oleh BPBD Bantul.
Kegiatan pengabdian itu bertujuan mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran yang aman, serta memiliki kemampuan dalam mengantisipasi bencana. Selain itu juga meningkatkan kapasitas institusi sekolah dan individu didalamnya untuk mengembangkan pengetahuan kebencanaan melalui jalur pendidikan.
“Saya sangat mendukung dan mengapresiasi sepenuhnya untuk program sekolah siaga bencana tersebut karena di sekolah kami memang belum terbentuk secara maksimal,“ kata Kepala SDN 1 Pundong, Siti Mariana melalui rilis, Kamis (7/9/2023).
BACA JUGA: Edukasi Kesiapsiagaan Bencana Terus Digalakkan di Sekolah
SDN 1 Pundong masuk dalam sekolah yang terletak dalam zona merah peta rawan bencana,tepatnya 2 km dari pusat gempa 2006. Sebenarnya sekolah tersebut masuk dalam target dalam sekolah siaga bencana, tetapi memang pelaksanaannya belum maksimal.
Dalam kegiatan pengabdian tersebut, dilakukan beberapa rangkaian kegiatan yang didampingi oleh tim dari BPBD Kabupaten Bantul. Ada empat pertemuan focus group discussion (FGD) dengan tema masing-masing adalah Analisa Ancaman, Kerentanan, Kapasitas dan Risiko; Penentuan Peta Risiko serta Menentukan Titik Kumpul yang Aman; Membuat Tim Siaga Bencana dan Rencana Aksi Sekolah; serta Membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) Bencana.
Kegiatan ditutup dengan melakukan simulasi bencana oleh semua warga sekolah.
Pelaksanaan program tersebut mampu menarik peran serta aktif warga sekolah, serta perwakilan dari orang tua siswa dan warga sekitas sekolah. Harapannya, tim siaga bencana yang terbentuk dan berada dalam pengawasan BPBD Bantul mampu mengaplikasikan secara mandiri dan memasukkan dalam kurikulum ekstra untuk kebencanaan bagi siswa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Korban penembakan di bengkel Boyolali menjalani operasi untuk mengangkat peluru yang bersarang di pipi kiri. Polisi memburu terduga pelaku.
Cek jadwal DAMRI YIA-Jogja Minggu, 11 Oktober 2026, dengan lima pilihan tujuan dan tarif normal Rp80.000 per penumpang.
KAI Daop 6 Yogyakarta menunda penertiban emplasemen Stasiun Solo Jebres. Stasiun ini melayani rata-rata 5.100 penumpang setiap hari.
Prakiraan cuaca DIY Minggu, 11 Oktober 2026, didominasi cerah. Suhu Kota Jogja diperkirakan mencapai 34°C, tertinggi di antara wilayah DIY.
Sebanyak 5.000 peserta mengikuti meditasi Tata Hati Indonesia yang digelar YCCK di UGM, secara langsung maupun daring, tanpa dipungut biaya.