Progres Tol Jogja-Solo Tembus 85 Persen, Ruas Sleman Segera Tersambung
Progres Tol Jogja-Solo Seksi Trihanggo-Junction Sleman capai 85%. Ditargetkan selesai Oktober 2026 dan segera tersambung ke Tol Jogja-Bawen.
Suasana forum lalu lintas yang dilakukan perihal pengembang tol dan instansi perhubungan di DIY, Senin (25/9/2023)./Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN—PT. Jasamarga Jogja-Solo selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) Tol Solo-Jogja-YIA menggelar forum lalu lintas dengan sejumlah instansi perhubungan, perkerjaan umum dan kepolisian di Sleman dan DIY terkait dengan pembangunan jalan tol Paket 2.2 di Trihanggo hingga Tirtoadi.
Salah satu topik bahasan dalam forum ini adalah rancangan rekayasa lalu lintas di area Ring Road selama pembangunan tol berlangsung.
Project Engineering Manager PT. Adhi Karya Pembangunan Tol Solo-Jogja Paket 2.2, Ikhwan Ramadhianto menjelaskan ada potensi pembatasan kendaraan yang melewati Ring Road bakal terdampak tol.
Meski Ring Road masih dapat dilewati kendaraan, kendaraan dengan batasan tertentu kemungkinan bakal dialihkan ke jalan lain. "Masih bisa tetapi dengan batasan-batasan tertentu yang sesuai dengan arahan dari bapak-bapaknya [instansi Perhubungan] nanti," kata dia, Senin (25/9/2023).
Adapun, batasan yang dimaksud Ikhwan, berkaitan dengan jenis kendaraan yang dapat melintas. Bila memungkinkan, kendaraan berat terancam dialihkan ke jalur lain selama proyek pembangunan tol di kawasan Trihanggo dilakukan.
"Mulai dari jenis kendaraan, terutama jenis kendaraan pastinya. Kendaraan-kendaraan berat mungkin akan kami alihkan kalau misalnya bisa," teranganya.
Salah satu skenario rekayasa lalu lintas yang diusulkan selama penggarapan proyek tol Solo-Jogja Paket 2.2 ialah pengalihan kendaraan berat ke arah Ring Road Selatan. Artinya, kendaraan dengan jenis tertentu akan diarahkan ke Ring Road Selatan, tidak bisa melewati Ring Road Utara. Hanya kendaraan jenis tertentu saja yang mungkin bisa melewati Ring Road Utara saat penggarapan tol berlangsung.
Namun, dari forum lalu lintas yang digelar, banyak masukan tentang penyebaran beban kendaraan. Tidak terpaku pada satu skenario pengalihan saja.
"Tadi ada beberapa masukan sehingga bebannya [kendaraan] bisa disebar. Ini coba kita mungkin akan diskusi lebih lanjut lagi dengan dinas-dinas kemudian dari kepolisian, apakah penggunaan jalan yang kita rencanakan ini memang sudah cukup atau mungkin membutuhkan jalan jalan yang lain," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Progres Tol Jogja-Solo Seksi Trihanggo-Junction Sleman capai 85%. Ditargetkan selesai Oktober 2026 dan segera tersambung ke Tol Jogja-Bawen.
Disdag Kota Jogja menemukan Minyakita dijual Rp21.000 per liter di Pasar Giwangan sebelum pedagang mendapat pembinaan.
Oman dan Iran membahas kebebasan navigasi Selat Hormuz di tengah negosiasi Iran-AS dan potensi pelonggaran sanksi minyak.
Pasangan pengantin di Bekasi rugi Rp85,5 juta usai diduga menjadi korban penipuan wedding organizer yang kabur jelang resepsi pernikahan.
Selamat pagi pembaca setia Harianjogja.com. Semoga aktivitas Anda hari ini berjalan lancar dan penuh energi positif. Dari tlatah Ngayogyakarta Hadiningrat
Antrean penyeberangan saat libur Iduladha 2026 diprediksi naik hingga 20%, terutama di lintasan Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk.