Krisis Air Gunungkidul, Warga Semin Gali Kali Oya yang Kering
Kekeringan Gunungkidul meluas. Warga Semin menggali aliran Kali Oya yang mengering untuk mendapatkan air bersih.
Sebuah truk tangki sedang menyalurkan air ke bak penampungan mili warga Padukuhan Tungu di Kalurahan Girimulyo, Panggang. Foto diambil 19 Juli 2023./ Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Warga yang terdampak kekeringan di Gunungkidul terus meluas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat hingga sekarang 16 kapanewon yang terdampak dengan total jiwa mencapai 118.000 orang.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Gunungkidul, Sumadi mengatakan, di puncak musim kemarau, jumlah warga yang berpotensi terdampak kekeringan terus bertambah. Di awal Agustus lalu, data kekeringan hanya terjadi di 14 kapanewon, namun sekarang bertambah menjadi 16 kapanewon.
“Hanya Kapanewon Playen dan Wonosari yang belum terdampak. Untuk 16 kapanewon lainnya sudah terdampak,” kata Sumadi, Senin (25/9/2023).
Dia menjelaskan, dari 16 kapanewon yang terdampak ada 33.000 kepala keluarga, dengan jumlah jiwa sekitar 118.000 orang yang kesulitan mendapatkan air bersih. Upaya penyaluran bantuan terus dilakukan guna membantu Masyarakat yang membutuhkan.
“Bantuan tidak hanya dari BPBD, ada juga penyaluran dari kapanewon dan pihak swasta,” ungkapnya.
Sumadi mengatakan, untuk penyaluran bantuan dari BPBD sudah menyasar di 11 kapanewon dengan jumlah sebanyak 358 tangki. Adapun penyaluran dari pihak ketiga yang tercatat melalui BPBD ada 259 tangki.
“Pihak-pihak yang membantu dropping air di Gunungkidul di antaranya dari Pengadilan Negeri se-DIY, Alumni UGM dari Fakultas Kehutanan, Alumni IAIN, UGK hingga Alumni SMK Negeri 2 Wonosari,” katanya.
Selain itu, ada penyaluran dari 11 kapanewon di Gunungkidul yang memiliki anggaran dropping sekitar 2.000 tangki. “Kalau ditotal sudah ada sekitar 2600an tangki yang disalurkan ke Masyarakat,” katanya.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono mengatakan, guna mengantisipasi dampak kekeringan sudah mengalokasikan anggaran untuk penyaluran air bersih sebanyak 1.000 tangki. Selain itu, juga sudah menetapkan status siaga darurat kekeringan.
Ia menjelaskan, dengan penetapan status siaga, maka memiliki dana cadangan untuk penyaluran batuan air ke Masyarakat. Hal ini dikarenakan BPBD dapat mengankses alokasi Belanja Tak Terduga dalam upaya penanganan dampak dari musim kemarau.
“Ya kalau habis, kita bisa mengambil BTT. Tapi, untuk sekarang masih fokus menggunakan anggaran yang ada di BPBD,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kekeringan Gunungkidul meluas. Warga Semin menggali aliran Kali Oya yang mengering untuk mendapatkan air bersih.
Restitusi PPN yang belum cair dikhawatirkan mengganggu cash flow industri hingga memicu PHK dan pailit.
Wisata dan pembangunan di hulu Gajah Wong Sleman dinilai perlu memperhatikan daya dukung lingkungan untuk menjaga air dan ekosistem.
Guru PPPK mendapat kesempatan ikut seleksi CPNS 2027. Pemerintah menegaskan prosesnya melalui seleksi, bukan pengangkatan otomatis.
Lionel Messi resmi pensiun dari Timnas Argentina setelah lebih dari 20 tahun. Ia meninggalkan La Albiceleste dengan sejumlah gelar bergengsi
APPI mencatat 28 klub Liga 1 hingga Liga 4 menunggak gaji 303 pemain dengan total kewajiban mencapai sekitar Rp14,8 miliar.