SPMB Bantul 2026: SMPN 2 Sanden Kekurangan 40 Murid
SPMB SMP Bantul 2026 masih menyisakan kursi kosong, SMPN 2 Sanden kekurangan 40 murid, Dikpora siapkan solusi.
Warga memanfaatkan sumur bor di masjid sekitar Terban. /dok Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY dalam jangka panjang menargetkan bencana kekeringan di wilayahnya bisa diatasi dengan sejumlah strategi. Kekurangan air bersih di sejumlah titik pada musim kemarau memang menjadi salah satu persoalan terutama pada Kabupaten Gunungkidul, Kulonprogo dan Bantul.
Kepala Bidang Penanganan Darurat Bencana BPBD DIY Lilik Andi Aryanto mengatakan, sampai dengan pertengahan Oktober tercatat ada sebanyak empat kabupaten, 33 kapanewon, 92 kakurahan, 406 dusun dan 36.910 kepala keluarga yang terdampak bencana kekeringan. Adapun total bantuan air bersih yang sudah disalurkan mencapai 18.064.000 liter.
"Untuk penanganan jangka panjang kekeringan ini memang lintas sektoral. Kami juga melibatkan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Energi Sumber Daya Mineral DIY (DPUPESDM) DIY untuk bersama-sama mengatasi kekeringan terutama di Gunungkidul yang klasifikasinya tergolong parah," kata Lilik, Rabu (11/10/2023).
BACA JUGA: KPU dan 17 Partai Politik Membahas Pendaftaran Capres dan Cawapres Besok
Pada tahun ini total ada sebanyak 50 titik sumur bor baru yang dibangun DPUPESDM DIY di Gunungkidul. Program sumur bor dinilai masih menjadi andalan untuk mengatasi bencana kekeringan dalam jangka panjang. Kemudian selanjutnya juga ada upaya pemeliharaan embung yang potensial dijadikan sebagai mata air alternatif saat musim kemarau tiba.
"Pemeliharaan embung ini penting juga untuk ketersediaan air. Selanjutnya kita juga pemeliharaan saluran supaya air tidak rembes, kemudian sosialisasi gerakan memanen air hujan juga banyak dilakukan dari lembaga terkait," ujar Lilik.
Pada kemarau tahun ini diprediksi durasinya akan berlangsung cukup lama. Awal musim penghujan diprakirakan muncul pada akhir Oktober atau awal November mendatang. Musim hujan akhir tahun ini juga sedikit berbeda dibandingkan tahun sebelumnya lantaran curah hujan juga disinyalir masih cukup rendah. Oleh karenanya Lilik menyebut antisipasi sudah dilakukan dengan penyediaan stok air bersih sampai Desember nanti.
"Jangka pendek antisipasinya masih dari dropping air ya, antisipasi ke depan kalau musim kemarau masih panjang itu diperkirakan sampai Desember kemungkinan hujannya juga tidak selebat tahun lalu. Direncakan dropping air bisa sampai Desember. Kalau dana eguler tidak cukup masih ada dana Bantuan Tidak Tetap [BTT]," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SPMB SMP Bantul 2026 masih menyisakan kursi kosong, SMPN 2 Sanden kekurangan 40 murid, Dikpora siapkan solusi.
Harga cabai rawit tembus Rp62.150 per kg. Simak update lengkap harga pangan nasional terbaru dari PIHPS hari ini.
Rangkuman 10 berita terpopuler Jogja hari ini, 7 Juli 2026, dari tol Jogja-Solo, wisata, hingga isu olahraga dunia.
Jadwal SIM keliling Jogja Juli 2026 lengkap lokasi, jam layanan, syarat, dan biaya perpanjangan SIM terbaru.
Jadwal Bus KSPN Jogja 2026 lengkap. Rute Malioboro ke pantai selatan seperti Parangtritis dan Drini, tarif mulai Rp12.000.
Jadwal SIM keliling Kulonprogo Juli 2026 lengkap lokasi, jam layanan, syarat, dan biaya perpanjangan SIM terbaru.