Bantul Targetkan 10 Koperasi Merah Putih Beroperasi Agustus 2026
Pemkab Bantul menargetkan 10 Koperasi Desa Merah Putih siap diresmikan Agustus 2026 dengan fokus usaha kebutuhan pokok dan produk lokal.
Warga memanfaatkan sumur bor di masjid sekitar Terban. /dok Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY dalam jangka panjang menargetkan bencana kekeringan di wilayahnya bisa diatasi dengan sejumlah strategi. Kekurangan air bersih di sejumlah titik pada musim kemarau memang menjadi salah satu persoalan terutama pada Kabupaten Gunungkidul, Kulonprogo dan Bantul.
Kepala Bidang Penanganan Darurat Bencana BPBD DIY Lilik Andi Aryanto mengatakan, sampai dengan pertengahan Oktober tercatat ada sebanyak empat kabupaten, 33 kapanewon, 92 kakurahan, 406 dusun dan 36.910 kepala keluarga yang terdampak bencana kekeringan. Adapun total bantuan air bersih yang sudah disalurkan mencapai 18.064.000 liter.
"Untuk penanganan jangka panjang kekeringan ini memang lintas sektoral. Kami juga melibatkan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Energi Sumber Daya Mineral DIY (DPUPESDM) DIY untuk bersama-sama mengatasi kekeringan terutama di Gunungkidul yang klasifikasinya tergolong parah," kata Lilik, Rabu (11/10/2023).
BACA JUGA: KPU dan 17 Partai Politik Membahas Pendaftaran Capres dan Cawapres Besok
Pada tahun ini total ada sebanyak 50 titik sumur bor baru yang dibangun DPUPESDM DIY di Gunungkidul. Program sumur bor dinilai masih menjadi andalan untuk mengatasi bencana kekeringan dalam jangka panjang. Kemudian selanjutnya juga ada upaya pemeliharaan embung yang potensial dijadikan sebagai mata air alternatif saat musim kemarau tiba.
"Pemeliharaan embung ini penting juga untuk ketersediaan air. Selanjutnya kita juga pemeliharaan saluran supaya air tidak rembes, kemudian sosialisasi gerakan memanen air hujan juga banyak dilakukan dari lembaga terkait," ujar Lilik.
Pada kemarau tahun ini diprediksi durasinya akan berlangsung cukup lama. Awal musim penghujan diprakirakan muncul pada akhir Oktober atau awal November mendatang. Musim hujan akhir tahun ini juga sedikit berbeda dibandingkan tahun sebelumnya lantaran curah hujan juga disinyalir masih cukup rendah. Oleh karenanya Lilik menyebut antisipasi sudah dilakukan dengan penyediaan stok air bersih sampai Desember nanti.
"Jangka pendek antisipasinya masih dari dropping air ya, antisipasi ke depan kalau musim kemarau masih panjang itu diperkirakan sampai Desember kemungkinan hujannya juga tidak selebat tahun lalu. Direncakan dropping air bisa sampai Desember. Kalau dana eguler tidak cukup masih ada dana Bantuan Tidak Tetap [BTT]," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul menargetkan 10 Koperasi Desa Merah Putih siap diresmikan Agustus 2026 dengan fokus usaha kebutuhan pokok dan produk lokal.
Pemerintah memastikan pemulangan sembilan WNI relawan Gaza usai dibebaskan dari penahanan Israel dan tiba di Turkiye.
Alex Marquez resmi absen di MotoGP Italia dan Hungaria 2026 usai mengalami cedera patah tulang selangka dan vertebra saat balapan di Catalunya.
Cristiano Ronaldo membawa Al Nassr juara Liga Arab Saudi usai mencetak dua gol saat menang 4-1 atas Damac.
Sultan HB X ingin RTH eks Parkir ABA Jogja jadi taman bunga nyaman, bukan hutan kota. Penataan dimulai dengan anggaran 2026.
Harga emas perhiasan hari ini 22 Mei 2026 naik, buyback tertinggi tembus Rp2,47 juta per gram.