Anggaran Terbatas, Layanan Perpustakaan Keliling Bantul Terkendala
Dispusip Bantul mengakui fasilitas perpustakaan SD belum merata. Keterbatasan ruang dan anggaran turut menghambat layanan perpustakaan keliling.
Warga memanfaatkan sumur bor di masjid sekitar Terban. /dok Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY dalam jangka panjang menargetkan bencana kekeringan di wilayahnya bisa diatasi dengan sejumlah strategi. Kekurangan air bersih di sejumlah titik pada musim kemarau memang menjadi salah satu persoalan terutama pada Kabupaten Gunungkidul, Kulonprogo dan Bantul.
Kepala Bidang Penanganan Darurat Bencana BPBD DIY Lilik Andi Aryanto mengatakan, sampai dengan pertengahan Oktober tercatat ada sebanyak empat kabupaten, 33 kapanewon, 92 kakurahan, 406 dusun dan 36.910 kepala keluarga yang terdampak bencana kekeringan. Adapun total bantuan air bersih yang sudah disalurkan mencapai 18.064.000 liter.
"Untuk penanganan jangka panjang kekeringan ini memang lintas sektoral. Kami juga melibatkan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Energi Sumber Daya Mineral DIY (DPUPESDM) DIY untuk bersama-sama mengatasi kekeringan terutama di Gunungkidul yang klasifikasinya tergolong parah," kata Lilik, Rabu (11/10/2023).
BACA JUGA: KPU dan 17 Partai Politik Membahas Pendaftaran Capres dan Cawapres Besok
Pada tahun ini total ada sebanyak 50 titik sumur bor baru yang dibangun DPUPESDM DIY di Gunungkidul. Program sumur bor dinilai masih menjadi andalan untuk mengatasi bencana kekeringan dalam jangka panjang. Kemudian selanjutnya juga ada upaya pemeliharaan embung yang potensial dijadikan sebagai mata air alternatif saat musim kemarau tiba.
"Pemeliharaan embung ini penting juga untuk ketersediaan air. Selanjutnya kita juga pemeliharaan saluran supaya air tidak rembes, kemudian sosialisasi gerakan memanen air hujan juga banyak dilakukan dari lembaga terkait," ujar Lilik.
Pada kemarau tahun ini diprediksi durasinya akan berlangsung cukup lama. Awal musim penghujan diprakirakan muncul pada akhir Oktober atau awal November mendatang. Musim hujan akhir tahun ini juga sedikit berbeda dibandingkan tahun sebelumnya lantaran curah hujan juga disinyalir masih cukup rendah. Oleh karenanya Lilik menyebut antisipasi sudah dilakukan dengan penyediaan stok air bersih sampai Desember nanti.
"Jangka pendek antisipasinya masih dari dropping air ya, antisipasi ke depan kalau musim kemarau masih panjang itu diperkirakan sampai Desember kemungkinan hujannya juga tidak selebat tahun lalu. Direncakan dropping air bisa sampai Desember. Kalau dana eguler tidak cukup masih ada dana Bantuan Tidak Tetap [BTT]," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dispusip Bantul mengakui fasilitas perpustakaan SD belum merata. Keterbatasan ruang dan anggaran turut menghambat layanan perpustakaan keliling.
Cek jadwal perpanjangan SIM Sleman 21 Oktober 2026 di MPP Kabupaten Sleman, lengkap dengan jadwal Satpas, SIMMADE, dan layanan malam.
UNESA menjuarai Campus League 2026 Futsal Regional Surabaya setelah mengalahkan UM 2-0. Kompetisi berlanjut ke Yogyakarta pada 20-27 Oktober.
PSIM Jogja menelan lima kekalahan beruntun dan terpuruk di zona degradasi. Guntur Cahyo Utomo meminta tim segera bangkit di laga berikutnya.
Cek jadwal SIM Gunungkidul Rabu, 21 Oktober 2026, di Toserba Sambipitu, lengkap dengan lokasi layanan lain dan syarat perpanjangan SIM.
Sebanyak 1.600 pelajar dari 58 sekolah mengikuti Kemah Kebangsaan BP2M di Cibubur. BNPT mengajak generasi muda merawat keberagaman.