Hadapi Kemarau Panjang, Warga Gunungkidul Diminta Bijak Memakai Air
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Proses penyaluran air bersih kepada warga di Padukuhan Girimanik, Kalurahan Pacarejo, Kapanewon Semanu dalam peringatan Hari TNI ke-78, Jumat (6/10/2023). – Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kekeringan di Gunungkidul meluas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul mencatat sudah menyalurkan bantuan air bersih di 14 kapanewon. Total dari target penyaluran 1.026 tangki, terdistribusi sebanyak 612 tangki.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Gunungkidul, Sumadi mengatakan penyaluran air bersih bagi Masyarakat yang membutuhkan terus dilakukan. Hingga sekarang penyaluran sudah menyasar 35 kalurahan di 14 kapanewon.
“Kapanewon yang belum mengajukan bantuan antaranya Wonosari, Playen, Semanu dan Patuk. Sedangkan lainnya, sudah ada penyaluran bantuan dari BPBD,” kata Sumadi kepada wartawan, Jumat (13/10/2023).
BACA JUGA: Pendaftaran PPPK di Gunungkidul Ditutup, Formasi Dokter Sepi Peminat
Dia menjelaskan, bantuan air yang disalurkan untuk penanggulangan kekeringan sudah mencapai 612 tangki. Sisa stok dimiliki masih sekitar 414 tangki sehingga belum meminta tambahan anggaran dari Pemkab Gunungkidul.
“Kami masih bertahan dengan pagu yang dimiliki. Nanti kalau sudah habis bisa minta tambahan melalui [anggaran] Belanja Tidak Terduga [BTT],” katanya.
Sumadi menambahkan, penyaluran bantuan tidak hanya dilakukan oleh BPBD. Pasalnya ada distribusi mandiri dari 12 kapanewon serta bantuan pihak ketiga.
Hingga sekarang, kapanewon yang memiliki anggaran dropping telah menyalurkan bantuan sebanyak 2.777 tangki. Sedangkan dari pihak swasta sudah tersalurkan 216 tangki yang tercatat di BPBD Gunungkidul.
“Jika ditotal sudah ada 3.605 tangki yang disalurkan. Setiap tangkinya berisi 5.000 liter sehingga diakumulasikan lebih dari 18 juta liter air bersih yang diberikan ke Masyarakat di Gunungkidul,” katanya.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono mengatakan sudah memperpanjang status siaga darurat kekeringan. Seharusnya status ini berakhir pada 30 September 2023, namun dikarenakan musim kemarau masih berlangsung diperpanjang hingga 30 November 2023. “Kami perpanjang selama dua bulan,” katanya.
Purwono mengungkapkan, dengan penetapan siaga darurat kekeringan maka BPBD memiliki kemudahan untuk mengakses alokas Belanja Tak Terduga milik Pemkab Gunungkidul. “Kalau dana dropping kita habis, maka bisa meminta tambahan melalui BTT,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Pengumuman UTBK-SNBT 2026 dibuka 25 Mei pukul 15.00 WIB. Simak link resmi, cara cek hasil, dan jadwal unduh sertifikat UTBK.
Asisten pelatih PSBS Biak Kahudi Wahyu menyebut Luquinhas sebagai pemain cerdas dan cocok untuk PSS Sleman di tengah rumor transfer.
Duta Hino Yogyakarta (PT Duta Cemerlang Motors) melakukan peresmian outlet atau cabang 3S
Cuaca panas bisa memengaruhi baterai mobil listrik. Simak 6 cara menjaga baterai EV tetap awet dan efisien saat suhu ekstrem.
Pemkab Kulon Progo berkomitmen selalu proaktif dalam penyelesaian terkait kepentingan masyarakat tersebut dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-kehatian