Jelang Musim Hujan, DPUPKP Jogja Soroti Genangan di XT Square hingga Jogokaryan
DPUPKP Kota Jogja memetakan titik rawan genangan di Jambon, XT Square, Giwangan hingga Jogokaryan untuk mengantisipasi hujan deras.
Perahu nelayan yang terdampar di Muara progo, Sabtu (21/10/2023). /Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, KULONPROGO—Perahu nelayan asal Cilacap terguling dihantam ombak dan terdampar di Muara Sungai Progo, Banaran, Galur, Kulonprogo pada Jumat (20/10/2023) pukul 23.30 WIB. Meski beberapa bagian perahu hancur namun tiga nelayan di perahu tersebut selamat dan telah dievakuasi Sabtu (21/10/2023) pukul 13.00 WIB.
Salah satu korban, Sibucori, 70, mengaku dia dan dua temannya sebagai anak buah perahu (ABK) sudah hari dua malam di laut untuk mencari ikan. Setelah berangkat dari Cilacap, pencarian menuju ikan ke arah Timur. Akan tetapi kabut tebal membuat dia tidak dapat melihat daratan dan akhirnya membawanya sampai Muara Sungai Progo.
“Sewaktu saya habis menarik jaring tiba-tiba perahu terbaling dihantam ombak. Itu situasi juga kabut sangat tebal. Kami sudah dua malam ini di laut,” kata Sibucori ditemui di Tepian Sungai Progo, Banaran, Sabtu (21/10/2023).
BACA JUGA : Perahu Hantam Tebing Saat Cuaca Berkabut di Gunungkidul, 1 Nelayan Meninggal Dunia
Ugi Albagyo, 46 dan Subagiyo, 65, yang merupakan ABK mengaku kabut yang ada di laut sangat tebal hingga mereka tidak dapat melihat daratan.
“Kelip dikit saja tidak tampak. Jarak sepuluh meter tidak tampak. Ikan juga sudah dapat lima belas ekor saja. Itu pun hilang semua karena perahu kami terbalik,” kata Ugi.
Baik Sibucori maupun Ugi dan Subagyo mengaku baru pertama kali mengalami kejadian perahu terguling akibat kabut tebal dan dihantam ombak. Kejadian itu pun membuat bagian atap perahu atau odong-odong hancur.
Wakil Ketua Kelompok Nelayan Tegal Katilayu Cilacap, Sarijan, mengatakan kabut tersebut membuat ombak yang akan menghantam perahu tidak kelihatan. Sebab itu, Sibucori dan dua ABK tidak dapat mengantisipasinya. “Biasanya memang berkabut [di laut] tapi yang paling tebal kali ini,” kata Sarijan.
Sibucori, Ugi, dan Subagiyo merupakan bagian dari 700 nelayan yang tergabung dalam Kelompok Nelayan Tegal Katilayu. Sementara kelompok nelayan di Cilacap setidaknya berjumlah delapan kelompok.
“Nelayan lain juga pernah mengalami seperti ini [perahu terguling]. Kemarin itu satu perahu dari salah kelompok ada yang terbalik juga dan tiga nelayannya meninggal,” katanya.
Nelayan yang tergabung dalam Kelompok Nelayan Tegal Katilayu selalu dibekali perlengkapan keamanan diri.
Sementara itu, Anggota SAR Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Kulonprogo, Joko Santoso, mengaku pihaknya mendapat kabar adanya nelayan terdampar di Muara Sungai Progo pada Sabtu (21/10/2023) sekitar pukul 08.00 WIB.
BACA JUGA : Gara-gara Kabut Tebal, Nelayan Gunungkidul Tersesat saat Mendaratkan perahu
“Dapat info dari rekan nelayan tadi pukul 08.00 WIB. Dari muara kami bawa ke arah Utara di tepi Sungai Progo,” kata Joko.
Joko menjelaskan evakuasi tersebut dilakukan bersama sepuluh anggota SAR. Ketika mengevakuasi, posisi perahu sudah berada di daratan.
Nelayan Pantai Baru, Maryanto, menjadi pihak kedua yang mengetahui terdamparnya perahu milik Sibucori. Ia lalu menghubungi nelayan di Cilacap sehingga Kelompok Nelayan Tegal Katilayu mengetahui kejadian tersebut dan datang dengan 30 anggota untuk mengevakuasi menuju Cilacap menggunakan truk.
“Awalnya saya menghubungi keponakan saya lewat ponsel yang mau menjaring eret sewaktu subuh. Saya datang ke tempat kejadian sekitar pukul 05.30 WIB. Di sana saya rekam lalu mengabari pihak Cilacap,” kata Maryanto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPUPKP Kota Jogja memetakan titik rawan genangan di Jambon, XT Square, Giwangan hingga Jogokaryan untuk mengantisipasi hujan deras.
MJO melintasi Pulau Jawa dan meningkatkan potensi awan hujan di DIY. BMKG mengingatkan warga waspada hujan sedang hingga lebat.
Eko Suwanto mendorong DIY menetapkan 2027 sebagai Tahun Menanam dan mengaudit lingkungan untuk memperkuat mitigasi bencana.
PSS Sleman kebobolan 11 gol dalam enam laga Super League. Pieter Huistra membenahi pertahanan jelang menjamu Borneo FC Samarinda.
Pengangguran lulusan perguruan tinggi mencapai 1,03 juta orang pada Mei 2026. MagangHub dinilai belum efektif dan perlu dibenahi.
Simak diskon tiket Nataru 2026/2027, mulai kereta api 30%, kapal PELNI 30%, PPN pesawat ditanggung pemerintah, hingga stimulus ASDP.