Pelanggan Starlink Kaget, Tagihan Tambahan Tembus Rp27 Juta
Pelanggan Starlink di AS mengeluhkan biaya tambahan hingga Rp27 juta akibat kebijakan kepadatan jaringan. Bagaimana kondisi layanan Starlink di Indonesia?
Ilustrasi Pohon tumbang akibat angin kencang di wilayah Tempel, Sleman, beberapa waktu lalu. - Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman terus mengecek fungsi dari early warning sistem (EWS) atau sistem peringatan dini bencana di wilayahnya. Pengecekan ini dimasifkan menyusul kian dekatnya musim penghujan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Bambang Kuntoro mengatakan telah mengecek EWS. Hasilnya ada beberapa yang harus diperbaiki, karena kabel mengalami lecet, ada sarang semut dan sejumlah masalah lainnya. "Dan, semua yang memang harus diperbaiki, telah diperbaiki. Kami ingin memastikan EWS yang ada bisa beroperasional dengan optimal," katanya, Jumat (17/11/2023).
Lebih lanjut Bambang mengungkapkan saat ini ada 31 EWS yang dipasang di sejumlah lokasi di Bumi Sembada. EWS itu saat ini ada di kawasan rawan bencana lereng Gunung Merapi dengan jumlah mencapai 28 unit. Sedangkan sisanya ada di sebagian wilayah Prambanan bagian atas. "Saat ini semua ok dan aman," jelasnya.
BACA JUGA: Teras Malioboro 2 Direlokasi, Gedung Mulai Dibangun Tahun Depan, Ini Lokasinya
Selain mengecek EWS, Bambang mengungkapkan jawatannya telah melakukan berbagai antisipasi potensi bencana hidrometeorologi. Di antaranya adalah menyiapkan peralatan dan meminta relawan bencana di tingkat kalurahan untuk memitigasi potensi bencana.
"Harapannya nanti mereka akan siap ketika ada bencana. Jika mengandalkan kami, personel kami kan terbatas," kata Bambang.
Selain potensi lahar banjir, Bambang menuturkan Sleman memiliki potensi bencana hidrometeorologi lainnya seperti tanah longsor dan puting beliung atau angin kencang. Ada potensi terjadinya petir dan pohon, tiang listrik serta baliho roboh. Oleh karena itu, jawatannya telah meminta ke masyarakat untuk melakukan pencegahan. Salah satunya adalah memangkas pohon-pohon rindang, menggali sumur resapan dan mengecek kembali drainase saluran air.
"Angin kencang juga harus diwaspadai. Kami minta pengendara untuk berhenti dan minggir dulu jika ada angin kencang," ucap Bambang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pelanggan Starlink di AS mengeluhkan biaya tambahan hingga Rp27 juta akibat kebijakan kepadatan jaringan. Bagaimana kondisi layanan Starlink di Indonesia?
Ketua Banggar DPR memastikan Transfer ke Daerah (TKD) 2027 tidak turun dan berpotensi melampaui alokasi Rp649 triliun pada 2026.
Erick Thohir menjelaskan alasan Oxford United absen di Piala Presiden 2026. Turnamen kini diikuti delapan tim, termasuk tiga klub luar negeri.
Gerbang Tol Trihanggo Tol Jogja-Solo mulai dibangun. Desainnya mengusung siluet Situs Kraton Ratu Boko dan ornamen Aksara Jawa.
MORAZEN Yogyakarta sukses menyelenggarakan Run For Fun 2026 pada Minggu (5/7/2026) di area Parkiran Barat MORAZEN Yogyakarta
UEFA mengecam keputusan FIFA mencabut sanksi kartu merah Folarin Balogun dan menilai langkah itu mengancam integritas Piala Dunia 2026.