Jelang Jatuh Tempo, PBB Gunungkidul Baru Terkumpul Rp21,7 Miliar
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Tenggelam - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Seorang pelajar berinsial RDS,14, asal Kalurahan Gading, Playen, Gunungkisul tenggelam di aliran Kali Oya yang tak jauh dari rumahnya, Selasa (21/11/2023) sore. Korban sempat dibawa ke rumah sakit, namun di tengah perjalanan, nyawanya tak dapat tertolong.
Kapolsek Playen, AKP Sigit Teja Sukmana mengatakan, peristiwa nahas ini bermula saat korban dan keempat temannya bermain di Kali Oya, tepatnya di Kedung Wudal. Sesampai di lokasi beberapa teman langsung berenang dengan menceburkan diri ke kali.
Sebelum ikut berenang, korban menyempatan buang air kecil di pinggir kali. Setelah itu, RDS melompat dari atas batu dengan menceburkan diri ke Sungai.
BACA JUGA : 2 Santri di Kudus Tenggelam di Sungai, Ditemukan Meninggal Bergandengan Tangan
“Teman-teman korban sudah mengingatkan bahwa lokasi Sungai dalam, namun tidak dihiraukan,” kata Sigit kepada wartawan, Selasa malam.
Tak berselang lama dari menceburkan diri, korban sudah terlihat tenggelam. Spontan temannya berusaha menolong korban. Tubuh korban berhasil ditarik ke pinggiran. Namun, kondisinya masih bernafas, tapi dari bagian hidung mengeluarkan darah.
“Langsung meminta tolong ke petugas jaga hutan,” ungkapnya.
Oleh penjaga hutan, korban dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. Nahasnya, sesampainya di rumah sakit, nyawa korban sudah tidak dapat terselamatkan.
“Hasil pemeriksaan diketahui korban meninggal dunia pada saat dibawa ke rumah sakit,” ungkapnya.
Menurut dia, usai mendapatkan laporan, petugas langsung mendatangi ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan medis, korban dalam kondisi pucat, perut kembung dan saat dipompa bagian perut keluar air dari mulut dan hidung.
“Jasad pelajar ini sudah diserahkan ke keluarga untuk dikebumikan,” katanya.
BACA JUGA : Selang 4 Hari, Dua Nyawa Melayang Tenggelam di Selopamioro Park
Ia berharap peristiwa ini menjadi Pelajaran sehingga kasus yan sama tidak terulang. Bagi para orang tuan, Sigit juga meminta agar terus memantau aktivitas yang dilakukan untuk menghindarkan dari hal-hal tak diinginkan.
“Tidak hanya untuk menghindari adanya kecelakaan, tapi juga potensi salah pergaulan maupun menjadi korban tindak pidana kejahatan. Jadi, harus diawasi secara berhati-hati,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Kuasa Gelap: Perjanjian Darah menghadirkan Rephaim, entitas kuno yang memperluas teror hingga satu wilayah. Tayang 8 Oktober 2026.
Polisi mengamankan remaja di Maguwoharjo, Sleman, setelah kecelakaan. Polisi menemukan celurit 50 cm yang diduga akan digunakan untuk tawuran.
Indonesia ditahan Malaysia 0-0 di FIFA ASEAN Cup 2026. Media Vietnam menyoroti permainan Garuda setelah Thom Haye dikartu merah.
Pedal rem mobil tiba-tiba keras bisa menandakan masalah pada booster, minyak rem, kampas hingga komponen pengereman lainnya.
Longsor salju menerjang Base Camp Himlung Himal di Nepal. Empat jenazah ditemukan, sementara 12 orang masih hilang.