Advertisement
Pelajar Gunungkidul Tewas Tenggelam di Aliran Kali Oya
Tenggelam - Ilustrasi - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Seorang pelajar berinsial RDS,14, asal Kalurahan Gading, Playen, Gunungkisul tenggelam di aliran Kali Oya yang tak jauh dari rumahnya, Selasa (21/11/2023) sore. Korban sempat dibawa ke rumah sakit, namun di tengah perjalanan, nyawanya tak dapat tertolong.
Kapolsek Playen, AKP Sigit Teja Sukmana mengatakan, peristiwa nahas ini bermula saat korban dan keempat temannya bermain di Kali Oya, tepatnya di Kedung Wudal. Sesampai di lokasi beberapa teman langsung berenang dengan menceburkan diri ke kali.
Advertisement
Sebelum ikut berenang, korban menyempatan buang air kecil di pinggir kali. Setelah itu, RDS melompat dari atas batu dengan menceburkan diri ke Sungai.
BACA JUGA : 2 Santri di Kudus Tenggelam di Sungai, Ditemukan Meninggal Bergandengan Tangan
“Teman-teman korban sudah mengingatkan bahwa lokasi Sungai dalam, namun tidak dihiraukan,” kata Sigit kepada wartawan, Selasa malam.
Tak berselang lama dari menceburkan diri, korban sudah terlihat tenggelam. Spontan temannya berusaha menolong korban. Tubuh korban berhasil ditarik ke pinggiran. Namun, kondisinya masih bernafas, tapi dari bagian hidung mengeluarkan darah.
“Langsung meminta tolong ke petugas jaga hutan,” ungkapnya.
Oleh penjaga hutan, korban dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. Nahasnya, sesampainya di rumah sakit, nyawa korban sudah tidak dapat terselamatkan.
“Hasil pemeriksaan diketahui korban meninggal dunia pada saat dibawa ke rumah sakit,” ungkapnya.
Menurut dia, usai mendapatkan laporan, petugas langsung mendatangi ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan medis, korban dalam kondisi pucat, perut kembung dan saat dipompa bagian perut keluar air dari mulut dan hidung.
“Jasad pelajar ini sudah diserahkan ke keluarga untuk dikebumikan,” katanya.
BACA JUGA : Selang 4 Hari, Dua Nyawa Melayang Tenggelam di Selopamioro Park
Ia berharap peristiwa ini menjadi Pelajaran sehingga kasus yan sama tidak terulang. Bagi para orang tuan, Sigit juga meminta agar terus memantau aktivitas yang dilakukan untuk menghindarkan dari hal-hal tak diinginkan.
“Tidak hanya untuk menghindari adanya kecelakaan, tapi juga potensi salah pergaulan maupun menjadi korban tindak pidana kejahatan. Jadi, harus diawasi secara berhati-hati,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Dari Kelompok Tani, Sekar Arum Ubah Sampah Jadi Prestasi di Jogja
- Jadwal Terbaru KRL Jogja Solo 1 April 2026, Pagi hingga Malam
- Larangan Parkir Bus Senopati Picu Keresahan Juru Parkir
- Rumah Duka Dipenuhi Karangan Bunga, Pemulangan Praka Farizal Disiapkan
- Malam Hari Jadi Andalan, Girder Tol Jogja Solo Dipasang Lagi
Advertisement
Advertisement









