Korsleting Listrik dan Bakar Sampah Jadi Penyebab Terbanyak Kebakaran Kota Jogja

Lugas Subarkah
Lugas Subarkah Senin, 08 Januari 2024 19:27 WIB
Korsleting Listrik dan Bakar Sampah Jadi Penyebab Terbanyak Kebakaran Kota Jogja

Petugas Damkarmat Kota Jogja menggelar latihan, di Balai Kota Jogja, Senin (8/1/2024)/ist Humas Pemkot Jogja

Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Jogja menangani sebanyak 148 kasus kebakaran sepanjang 2023, di Kota Jogja dan sekitarnya. Korsleting listrik dan pembakaran sampah menjadi penyebab terbanyak kasus kebakaran.

Kepala Damkarmat Kota Jogja, Taokhid, menjelaskan rincian kasus kebakaran yang ditangani yakni 79 kasus merupakan kejadian kebakaran di dalam kota Jogja, sementara 69 kasus lainnya di luar Kota Jogja yang lokasinya berdekatan.

Penyebab kebakaran tersebut bermacam-macam, meliputi korsleting listrik 30 kasus, pembakaran sampah 23 kasus, kebocoran gas tujuh kasus, human eror 11 kasus, tungku terbakar satu kasus dan lainnya tidak diketahui.

“Selain korsleting listrik dan penggunaan kompor, juga karena ada warga yang membakar sampah. Masyarakat terus kami imbau ya agar tidak melakukan hal tersebut, karena selain tindakan tersebut dilarang juga bisa menjadi pemicu kebakaran,” ujarnya, Senin (8/1/2024).

Sedangkan untuk operasi penyelamatan, sepanjang 2023 terlaksana total sebanyak 562 kali. Operasi penyelamatan meliputi 45 kucing, 252 sarang tawon, 87 ular, 116 cincin, lima kecelakaan transportasi, 21 penyelamatan hewan dan 36 penyelamatan lainnya.

Baca Juga

Jumlah Kasus Kebakaran di Kota Jogja Naik 60 Persen, Dari 56 Kasus Menjadi 90 Kasus

Kebakaran Garasi Bus di Sonosewu, Mobil hingga Motor Ikut Terbakar

Waspada! Tak Sampai 24 Jam Tiga Kebakaran Terjadi di Kota Jogja

Waktu tanggap Damkarmat Kota Jogja sudah mencapai 10 menit 30 detik. Catatan tersebut melebihi standar nasional yaitu, 15 menit. Ia menargetkan response time atau waktu tanggap akan terus ditingkatkan, yang didukung dengan upaya pengembangan manajemen penanganan kebakaran dan pelatihan sumber daya manusia.

Response time dari pusat itu standarnya 15 menit, Alhamdulillah dari Damkarmat Kota Jogja sudah bisa mencapai 10,5 menit. Kami punya target bisa mencapai 8 menit dengan beberapa upaya, terutama dalam pengembangan manajemen kebakaran di wilayah,” paparnya.

Menurutnya wilayah kota Jogja kecil dan banyak jalanan sempit. Untuk membantu memudahkan proses pemadaman dan evakuasi jika terjadi kebakaran akan ditambahkan beberapa pos, didukung melalui kerja sama lintas sektor, termasuk program edukasi dan pencegahan kepada masyarakat.

“Akan dilakukan untuk penambahan pos ya, tentunya dengan kerja sama lintas sektor agar kemudian ketika di perjalanan itu bisa lebih cepat, karena kita tahu Kota Jogja itu wilayahnya kecil dan banyak jalan sempit. Sehingga ketika di lapangan ini harus kita lakukan sinergi seperti dengan Dinas Perhubungan, Pekerjaan Umum juga perangkat daerah dan unit kerja lainnya,” ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online