KDMP Gunungkidul Dibangun di 30 Titik, Ini Persoalan di Lapangan
Pembangunan gerai dan gudang KDMP di Gunungkidul mencapai 30 titik. Namun, muncul persoalan biaya listrik, air, dan persaingan usaha warga.
Suasana resepsi pernikahan agung atau Dhaup Ageng Kadipaten Pakualaman hari kedua yang digelar Kamis (11/1/2024). Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Dhaup Ageng atau pernikahan agung BPH Kusumo Kuntonugroho dengan Laily Annisa Kusumastuti memasuki resepsi hari kedua, Kamis (11/1/2024). Prosesi yang dimulai sejak pukul 18.30 WIB itu mengundang sebanyak 4.000 orang di Kagungan Dalem (KD) Bangsal Sewatama Puro Pakualaman.
Pada acara terakhir pernikahan putera bungsu KGPAA Paku Alam X dan GKBRAyA Paku Alam X itu turut menampilkan sejumlah beksan (tarian) yaitu Běksan Tyas Muncar, Bědhaya Wasita Nrangsmu dan Lawung Alit.
Salah seorang panita Dhaup Ageng Kadipaten Pakualaman Kanjeng Mas Tumenggung Widyo Hadiprojo mengatakan pada prosesi hari kedua ini pengantin mengenakan kain batik motif parang indra widagda dengan harapan agar pengantin bisa memegang teguh keteladanan bathara indra yang memerhatikan pendidikan bagi diri dan orang lain.
"Pada resepsi ini ditampilkan tiga beksan tari, yaitu Beksan Tyas Muncar, Bedhaya Wasita Nrangsmu, dan Lawung Alit Běksan Tyas Muncar," katanya.
Beksan Tyas Muncar menggambarkan pancaran hati remaja putri yang mengalami proses masa keremajaannya dengan penuh kebahagiaan sehingga dapat menapaki kehidupan selanjutnya dengan baik melalui aktivitas membatik.
Baca Juga
Puluhan Delegasi Kerajaan Nusantara Hadir di Dhaup Ageng Kadipaten Pakualaman
Dhaup Ageng Kadipaten Pakualaman, Ini Sajian Menu Para Tamu Undangan
Dhaup Ageng Kadipaten Pakualaman, Pengantin Jalani Ritual Panggih
"Beksan ini terinspirasi dari kecintaan permaisuri KGPAA Paku Alam X terhadap iluminasi dalam naskah kuno skriptorium Pakualaman yang kemudian dialihwahanakan menjadi motif-motif batik yang indah," jelasnya.
Sementara, Bedhaya Wasita Nrangsmu ditarikan oleh tujuh orang penari putri yang merepresentasikan tentang piwulang yang menjadi bekal bagi kaum perempuan dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Selain kesabaran, rasa sumarah, kasih sayang, seorang perempuan juga harus mampu menangkap pasěmon ekspresi wajah suami dan anggota keluarga lainnya.
"Seorang wanita utama harus berpijak mengikuti piwulang agar senantiasa meraih keselamatan, ketentraman serta sentosa jiwa raga," ujarnya.
Penciptaan karya tari ini diilhami dari teks Sěrat Piwulang Estri yang ditulis oleh KGPAA Paku Alam II. Wasita Nrangsmu dimaknai sebagai nasihat tentang pentingnya memahami ekspresi wajah.
Kemudian pada beksan Lawung Alit diambil dari era Pangeran Notokusumo yang kemudian bertahta sebagai KGPAA. Paku Alam I (1812-1829) adalah putra Sultan Hamengku Buwana I. Di dalam Babad Pakualaman disebutkan bahwa tradisi pementasan Běksan Lawung yang ada di Kraton Yogyakarta dilestarikan di Pakualaman.
"Dinamakan Běksan Lawung karena penari memperagakan keterampilan menggunakan lawung tombak. Běksan Lawung Alit ini diperagakan oleh empat peraga sebagai prajurit yang sedang berlatih olah kanuragan dan empat peraga pěngampil sebagai abdi dalem ploncon," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan gerai dan gudang KDMP di Gunungkidul mencapai 30 titik. Namun, muncul persoalan biaya listrik, air, dan persaingan usaha warga.
Cek jadwal DAMRI Bandara YIA Rabu 19 Agustus 2026. Ada lima rute menuju Jogja dan Sleman dengan tarif Rp80.000 per penumpang.
Cek jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Rabu 19 Agustus 2026. Ada lima keberangkatan dari Jogja dan lima dari Kutoarjo.
Catat jadwal KA Bandara YIA reguler dan Xpress dari Tugu Jogja ke YIA maupun sebaliknya, lengkap dengan waktu keberangkatan.
Cek jadwal KRL Palur-Jogja Rabu 19 Agustus 2026, lengkap dari Stasiun Palur hingga Stasiun Yogyakarta.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 19 Agustus 2026 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur, lengkap dengan waktu di setiap stasiun.