Kebakaran Tembus 153 Kasus di Gunungkidul, Warga Harus Aktif Mencegah
Sebanyak 153 kasus kebakaran terjadi di Gunungkidul hingga September 2026. DPRD meminta warga aktif mencegah kebakaran sejak dini.
Tanaman cabai - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Harga jual cabai di pasar tradisional Sleman kembali naik. Kenaikan harga itu diduga karena tedampak anomali cuaca sehingga produksinya menurun.
Data dari pusat informasi harga bahan pokok Kabupaten Sleman per Kamis (22/2/2023), diketahui cabai rawit merah dipatok Rp72.250 per kilogram. Harga ini mengalami kenaikan Rp1.625 bila dibandingkan dengan penjualan di Rabu (21/2/2024) seharga Rp70.625 per kilogram.
Kenaikan harga juga terjadi pada cabai merah keriting dipasarkan Rp82.375 ataun naik Rp750 per kilogram dibandingkan dengan harga jual di hari sebelumnya. Adapun cabai merah besar seharga Rp80.429 per kilogram dan cabai rawit hijau di kisaran Rp40.625 per kilonya.
Kepala Bidang Usaha Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman, Kurnia Astuti mengatakan, harga komoditas cabai masih sangat fluktuatif. Sebagai gambaran pada November 2023 sempat naik dan mulai menurun pada awal Desember hingga awal 2024.
Kendati demikian, harga cabai kembali naik memasuki pertengah Februari 2024. “Baru minggu-minggu ini cabai kembali mengalami kenaikan harga,” kata Nia, Kamis (22/2/2024).
Menurut dia, kenaikan harga cabai disebabkan berkurangnya stok di pasaran. Hal ini terjadi karena dampak dari kondisi cuaca yang tidak menentu sehingga berpengaruh terhadap hasil panennya. “Sekarang susah menanamnya karena banyak tanaman yang rusak sehingga produksinya menurun,” katanya.
Senada, Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan, Suparmono mengakui bahwa saat ini kondisi cuaca sedang tidak menentu. Meski masuk musim hujan, tetapi seringkali terjadi anomali cuaca sehingga berpengaruh terhadap pada pertumbuhan tanaman. “Kadang hujan, kadang panas. Hujan panas hujan panas ini berdampak tidak baik pada pertumbuhan,” katanya.
Suparmono mengakui kondisi cuaca yang tidak menentu akan berakibat adanya serangan hama. Ia mencontohkan, untuk tanaman cabai terkena serangan hama pathek sehingga berpengaruh terhadap produktivitas. “Kalau produksi menurun, maka harganya akan mengalami kenaikan karena stok yang terbatas,” katanya.
BACA JUGA: Harga Pangan Hari Ini: Cabai dan Beras naik
Salah seorang petani cabai di Kalurahan Wedomartani, Ngemplak, Ridwan mengatakan, untuk sementara tidak menanam cabai. Ia mengakui harga pada saat sekarang sedang bagus karena kembali naik, namun tidak menanamnya dan memilih mengistirahatkan lahan sementara waktu.
“Saya tidak menanam cabai untuk mejaga kesuburan tanah. Memang harganya sedang bagus, tapi saya ingin mengaja kualitas tanah agar tetap subur,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 153 kasus kebakaran terjadi di Gunungkidul hingga September 2026. DPRD meminta warga aktif mencegah kebakaran sejak dini.
Dugaan pungli food truck di Alkid masuk tahap baru. Aipda S ditetapkan sebagai terduga pelanggar dan menjalani pemeriksaan Propam.
Nicolas Batum mengumumkan pensiun setelah 18 musim di NBA. Ia menutup karier dengan 11.553 poin dan dua medali perak Olimpiade.
Jadwal Asian Games 2026 hari ini, Selasa 22 September. Indonesia tampil di 17 cabor, termasuk bulu tangkis beregu putra dan putri.
IHSG melemah 0,88% ke 6.384,73 jelang RDG BI. Simak area support IHSG dan rekomendasi saham BIPI, IRSX, GDST, serta SMRA.
Asita DIY menyebut Kelok 23 berpotensi membuka koridor wisata Bantul-Gunungkidul dan memperpanjang lama tinggal wisatawan di DIY.