MTQ Nasional 2026 di Jateng Jadi Panggung UMKM 35 Provinsi
Sebanyak 35 provinsi diberi ruang untuk membawa dan menawarkan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masing-masing dalam pameran
Suasana orientasi dan pelatihan TPK oleh BKKBN DIY, Jumat (15/3/2024)./Istimewa
SLEMAN—SLEMAN—Perwakilan BKKBN DIY melaksanakan penutupan pelatihan tim pendamping keluarga (TPK) yang dilaksanakan di Ruang Rapat Wirasuta, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman (15/3/2024). Sebanyak 1.852 TPK telah berhasil mengikuti pelatihan yang dilaksanakan dari 26 Februari - 7 Maret 2024 di 78 kapanewon di DIY.
Orientasi yang terdiri dari 111 angkatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan TPK dalam melaksanakan tugas dan peran pendampingan kepada keluarga beresiko stunting. Pembentukan TPK ini sejalan dengan Peraturan Presiden RI No.72/2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting. Salah satu prioritas kegiatan yang termuat dalam Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting (RAN PASTI) adalah pelaksanaan pendampingan keluarga berisiko stunting, pendampingan semua calon pengantin/calon Pasangan Usia Subur (PUS) dan surveilans keluarga berisiko stunting.
TPK merupakan salah satu strategi percepatan penurunan stunting dengan menggunakan pendekatan keluarga. Harapannya, melalui pendampingan keluarga berisiko stunting maka target dapat dicapai. Misalnya dengan mendampingi calon pengantin (catin)/calon pasangan usia subur (PUS), ibu hamil dan menyusui sampai dengan paska salin, dan anak 0 - 59 bulan.
Adapun sinergi anggota TPK terdiri dari tiga komponen yaitu bidan, kader Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) serta kader Keluarga Berencana (KB). Kolaborasi ketiganya diharapkan dapat menekan stunting di DIY.
Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) pada periode 2018-2022 menunjukkan prevalensi stunting di DIY terus menurun dari 21,46% menjadi 16,4%. Orientasi ini diharapkan dapat mendukung terwujudnya target prevalensi stunting pada RPJMN 2020-2024 dapat turun hingga 14%.
Saat penutupan pelatihan tersebut, Kepala Perwakilan BKKBN DIY, Dr. Andi Ritamariani dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekretaris Badan yaitu Zainal Arifin, S.Sos, M.Si. Zainal berharap orientasi ini dapat menghasilkan TPK yang andal untuk pelaksanaan pendampingan terhadap keluarga berisiko stunting. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak atas terselenggaranya orientasi ini,” kata dia didampingi Panewu Kapanewon Gamping, Tamzis Sarwana, S.Sos. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 35 provinsi diberi ruang untuk membawa dan menawarkan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masing-masing dalam pameran
BPS mencatat harga cabai rawit naik 27,54 persen dan memicu kenaikan IPH di 260 kabupaten/kota pada September 2026.
Jumlah BPR di DIY turun menjadi 52 hingga Triwulan II 2026. OJK menyebut konsolidasi masih berlanjut hingga akhir tahun.
Telkom Akses meraih tiga penghargaan TOP GRC Awards 2026, termasuk Golden Trophy dan The Most Committed GRC Leader 2026.
Komnas HAM mengecam penembakan tiga ASN Jayawijaya dan mendesak Polda Papua mengusut pelaku secara transparan dan akuntabel.
Hakim kembali menolak praperadilan eks Waka BGN Lodewyk Pusung. Status tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program MBG tetap sah.