Identitas 11 Bayi di Pakem Sleman Masih Ditelusuri
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Handayani menyampaikan bahwa angin kencang yang menumbangkan banyak pohon dan memutus aliran listrik menyebabkan gangguan pada 60.955 sambungan rumah (SR). Sampai saat ini, ribuan SR tersebut tidak dapat mengalirkan air.
Humas PDAM Tirta Handayani, Rachmat mengatakan ada sebanyak 60.955 SR di Gunungkidul yang sampai saat ini tidak dapat mengalirkan air. SR tersebut masih terdampak arus listrik yang mati karena jaringannya tertimpa pohon-pohon tumbang setelah peristiwa angin kencang pada Kamis 14 Maret 2024.
Sambungan rumah tersebut tersebar merata di seluruh cabang pelayanan PDAM Tirta Handayani yang meliputi Kapanewon Karangmojo, Semin, Semanu, Wonosari, Ponjong, Playen, Tanjungsari, Paliyan, Saptosari, Rongkop, Tepus dan Girisubo. “[Angin kencang] berdampak pada sumber Sungai Bawah Tanah Seropan, Bribin, Intake Mata Air Baron, SBT Ngobaran, SB Tahunan, SB Pampang, Sungai Permukaan Baron, Sumur Bor Hargo I, Hargo II, Tawarsari, Karangerejek, dan Siyono. Total pelanggan terdampak sampai sekarang ada 60.955 SR,” kata Rachmat dihubungi, Jumat (15/3/2024).
Hanya saja sampai saat ini, SR yang belum beroperasi hanya ada di wilayah Pelayanan Cabang Seropan, Bribin, dan Baron. Listrik di tempat-tempat terseebut masih mati. Kemudian SR di Cabang Wonosari belum bisa beroperasi karena ada pompa 30 kilowatt di Sumur Hargo mengalami kerusakan.
BACA JUGA: 9 Sumur di Gedongtengen Tercemar Mikrobiologi, Ini yang Dilakukan PDAM Jogja
Rachmat mengaku PT PLN baik Wonosari maupun Gedong Kuning sedang melakukan penanganan agar SR dapat mengalirkan air. Salah satu sasaran penanganan juga penggantian pompa yang masuk di wilayah pelayanan Wonosari Kota.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono mengatakan ada 16 titik jaringan listrik yang terdampak angin kencang pada Kamis 14 Maret 2024. Jaringan terdampak tersebut tersebar di Kapanewon Nglipar, Karangmojo, Ponjong, Semanu, Patuk, Playen, dan Wonosari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.
Pria asal Magelang yang hanyut di Sungai Progo ditemukan meninggal di Kalibawang, Kulonprogo setelah dua hari pencarian.
Motor sering brebet saat digas? Kenali delapan penyebab utamanya dan cara mudah mengatasinya agar mesin motor kembali bertenaga dan awet setiap hari.
Box office Korea Selatan, film zombie 'Colony' tembus 2 juta penonton hanya dalam 5 hari. Ini sinopsis dan daftar bintangnya.
Aksi pembubaran ibadah di Gereja Misi Sejahtera (GMS), Panggungharjo, Sewon, Bantul yang viral di media sosial menuai beragam tanggapan.
Cedera Mees Hilgers di FC Twente berujung perpanjangan kontrak hingga 2027 setelah sempat ingin hengkang dari klub Belanda tersebut.