Jelang Iduladha, Permintaan Kambing di Bantul Diprediksi Meningkat
Perdagangan hewan kurban di Bantul naik jelang Iduladha 2026. Kambing paling diminati, omzet pedagang diprediksi melonjak.
Ilustrasi Hotel- Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—PHRI DIY memprediksi okupansi kamar hotel di wilayah di DIY akan mencapai 100 persen pada H+2 sampai H+5 libur Lebaran 2024. Kenaikan itu diprediksi akan terjadi sejak 8 April sampai pada masa cuti bersama Idulfitri 2024 nanti.
Wakil Sekretaris PHRI DIY Wahyu Wikan Trispratiwi mengatakan, pada Lebaran ini diprediksi hunian kamar hotel di Jogja kembali naik signifikan. Di masa sekarang saja beberapa hotel sudah mengalami okupansi sebesar 60 persen secara rata-rata.
"Sekarang okupansi beberapa hotel sudah 60 persen, tapi kami yakin mendekati Lebaran akan semakin naik," katanya, Jumat (22/3/2024).
BACA JUGA : 18,23 Juta Orang Diprediksi Masuk Jateng Selama Lebaran 2024
Menurutnya, dua pekan atau sepekan jelang Lebaran biasanya tamu akan melakukan reservasi online lewat lokapasar atau langsung ke hotel yang diinginkan. Sangat jarang ada tamu yang memesan kamar cukup dekat menjelang hari Lebaran.
"Lebaran tahun ini okupansi kamar hotel cukup baik mulai H+1. Lebaran kan 10 dan 11 April, harapan kami di tanggal 8 April sudah merangkak naik, tapi rata-rata semua wilayah dapat 100 persen itu di H+2 sampai H+5," katanya.
Paling banyak, tamu memilih hotel yang dekat dengan keramaian dan pusat perbelanjaan seperti Malioboro dan juga area Sleman. Reservasi tamu di kawasan tersebut sudah mulai merangkak naik sejak bulan puasa ini.
"Di kota ada beberapa yang sudah mulai naik di derah Malioboro, dekat dengan mall dan pusat keramaian itu juga meningkat di Sleman," katanya.
Wahyu menerangkan, di masa Ramadan hotel biasanya jarang menerima tamu untuk menginap. Masa itu dimanfaatkan untuk melakukan persiapan jelang Lebaran nanti. Misalnya dengan pembersihan secara mendetail ataupun menyiapkan paket promosi.
"Promonya bundling misalnya dengan afternoon tea atau oleh-oleh. Jadi dibuat paket kamar dan ditambah dengan oleh-oleh dari UMKM sekitar hotel," ujarnya.
Dia mengakui harga kamar terjadi kenaikan pada Lebaran tahun ini. Hal itu dikarenakan sejumlah ongkos produksi dan jasa juga mengalami kenaikan. Mau tidak mau hotel ikut menaikkan harga kamar dan layanan lainnya.
BACA JUGA : Libur Lebaran, Kendaraan Masuk ke Gunungkidul Belum Bisa Diprediksi
"Pasti ada kenaikan ya, harga tiket kereta api saja naik. Imbasnya juga ke barang-barang untuk tamu misalnya beras, sayur ikan, dan lain-lain juga naik, makanya kita gunakan harga normal dan ditambah biaya operasional yang naik," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perdagangan hewan kurban di Bantul naik jelang Iduladha 2026. Kambing paling diminati, omzet pedagang diprediksi melonjak.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.