Jelang Iduladha, Pengurusan SKKH di Sleman Justru Sepi Peminat
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul mengakui penanganan di tataran pencegahan kurang maksimal karena keterbatasan anggaran.
Kepala Dinkes Gunungkidul, Ismono mengatakan sebanyak 33 lokasi fogging telah digeser. Begitu pula dengan pemanfaatan nyamuk ber-Wolbachia, dia mengaku belum dapat menerapkannya. “Gunungkidul memang belum ikut program Wolbachia. Nanti kami akan berkomunikasi dengan UGM,” katanya, Rabu (27/3/2024).
Adapun, ketersediaan abate atau obat pembunuh larva nyamuk sudah habis di Dinkes Gunungkidul sudah habis.
Untuk itu, pihaknya akan mengupayakan bantuan pengadaan ke Dinkes DIY. Pengadaan tersebut tidak dapat dilakukan secara mandiri karena ketiadaan anggaran.
Abate juga dapat bekerja pada tempat penampungan air atau genangan. Apabila digunakan pada air mengalir maka menjadi tidak bekerja karena terbawa arus. Begitupun juga jika ada pengurasan tempat penampungan air, abate menjadi tidak bekerja.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinkes Gunungkidul, Sidig Hery Sukoco mengaku penggunaan nyamuk ber-Wolbachia belum pernah diterapkan di Bumi Handayani.
BACA JUGA: Kasus DBD di Gunungkidul Melonjak, Dua Anak Meninggal Dunia
Diketahui, beradasarkan data Dinkes Gunungkidul, per Senin (18/3/2024), Dinkes mencatat ada 311 kasus baik DBD maupun Dengue Shock Syndrom (DSS). Rinciannya pada Januari ada 74 penderita dengan nol kematian; Februari ada 190 penderita dengan dua kematian; dan Maret ada 47 penderita dengan nol kematian.
Angka kasus melonjak pada Feburari dengan jenis kelamin penderita 96 laki-laki dan 94 perempuan. Pada 2023, total kasus DBD menyentuh angka 260 kasus. Rinciannya warga umur 1-4 tahun ada 30 penderita; 5-14 tahun ada 74 penderita; 15-44 tahun ada 141 penderita; dan 44 tahun ada 15 penderita.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
BMKG memprediksi hujan lebat masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Jawa Tengah hingga akhir Mei 2026.
Ledakan tambang batu bara di Shanxi, China, menewaskan 82 pekerja. Operasi penyelamatan masih berlangsung hingga Sabtu.
PLN mengungkap kronologi blackout Sumatra yang dipicu gangguan transmisi di Jambi akibat cuaca buruk pada Jumat malam.
PSIM Jogja memperpanjang kontrak Jean-Paul Van Gastel karena dinilai sukses membangun filosofi permainan dan fondasi tim.
Prabowo memperluas proyek tambak produktif di Waingapu, Gorontalo, dan Pantura untuk memperkuat pangan dan membuka lapangan kerja.