Penataan Pantai Sepanjang Butuh Rp16 Miliar, Pemkab Ajukan Danais
Penataan Pantai Sepanjang Gunungkidul masih berlanjut. Pemkab membutuhkan sekitar Rp16 miliar untuk jalan, kios, trotoar, dan parkir.
PDI Perjuangan./Harian Jogja
Harianjogja.com, SLEMAN—Sekretaris DPC PDI Perjuangan Sleman, Gustan Ganda menilai bursa calon bupati di Pilkada Sleman mengerucut ke empat nama. Dia pun bangga karena keempat nama tersebut semuanya mendaftar penjaringan di partai yang ia naungi.
Nama-nama yang berpeluang besar maju sebagai calon bupati adalah pasangan petahana, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo dan Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa. Selain itu, ada mantan Sekda Sleman, Harda Kiswaya dan Anggota DPR RI, Sukamto.
“Sudah mengerucut dan calon bupatinya tidak jauh dari nama-nama keempat orang tersebut. Semuanya juga sudah ikut penjaringan di PDI Perjuangan,” kata Gustan kepada wartawan, Rabu (29/5/2024).
Menurut dia, keempat orang ini menduduki posisi teratas secara elektoral. Sebagaimana diketahui bersama pasangan petahana Kustini Sri Purnomo-Danang Maharsa merupaka pemenang pilkada 2020.
Adapun mantan Sekda Sleman, Harda Kiswaya juga memiliki banyak pendukung. Hal ini terlihat pada saat perpisahan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) diantar oleh ribuan pendukungnya.
“Untuk Pak Kamto juga sudah teruji. Di Pileg 2019, bisa membalikkan keadaan untuk menjadi anggota DPR RI. Sedangkan sebelumnya, ia juga bisa menjadi anggota DPRD Provinsi dengan jumlah dukungan bisa mendapatkan kursi secara sendirian,” katanya.
Meski keempat nama sudah mendaftar penjaringan di PDI Perjuangan, Gustan mengakui untuk rekomendasi siapa yang diusung masih menunggu keputusan dari DPP. “Penjaringan masih dibuka dan rencananya 31 Mei hasilnya akan kami serahkan ke DPP,” katanya.
Dia menambahkan peta bupati sudah mengerucut sehingga tinggal mencari pasangan bakal calon wakil bupatinya. Gustan tidak menampik sudah ada beberapa nama yang mencuat seperti Ketua DPRD Sleman sekaligus kader PDI Perjuangan Haris Sugiyarta hingga yang lainnya.
BACA JUGA: Mulai 1 Juni, KA Banyubiru Relasi Semarang-Solo Berhenti di Stasiun Telawa Boyolali
“Memang bursa cawabup mencuat belakangan karena para bakal calon menunggu dan membaca peta politik yang berkembang. Di kami, yang berminat menjadi cawabup juga mendaftar di akhir-akhir penjaringan,” katanya.
Ketua DPD Golkar Sleman, Janu Ismadi mengatakan, untuk penjaringan di partainya sudah selesai dan tinggal menunggu rekomendasi dari DPP. Adapun saat ini difokuskan mencari mitra koalisasi dikarenakan Golkar tidak bisa mengusung calon sendiri.
“Kami hanya punya enam kursi di DPRD Sleman, sedangkan untuk bisa maju minimal butuh sepuluh kursi DPRD. Makanya, kami harus koalisi dengan partai lain,” katanya.
Hingga sekarang ia mengaku sudah menjali komunikasi dengan sejumlah partai mulai dari PDI Perjuangan, PKB, PKS, Gerindra, PPP hingga Nasdem. “Kami masih berusaha membangun komunikasi dengan partai lain untuk mengusung calon secara bersama-sama,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penataan Pantai Sepanjang Gunungkidul masih berlanjut. Pemkab membutuhkan sekitar Rp16 miliar untuk jalan, kios, trotoar, dan parkir.
Gelombang panas Jerman memicu suhu hingga 41,3 derajat Celsius. Otoritas memperingatkan risiko kesehatan dan gangguan transportasi.
Program RTLH Kulonprogo 2026 memasuki tahap pembangunan. Sebanyak 180 rumah dibangun, progres fisik mencapai 25 persen tanpa terdampak efisiensi anggaran.
Libur sekolah 2026 diprediksi mendongkrak wisata Karanganyar. The Lawu Group perketat keamanan, hadirkan promo, dan optimistis kunjungan meningkat.
Investigasi mengungkap dugaan hacker Rusia berada di balik peretasan Jaguar Land Rover yang menyebabkan kerugian ekonomi hingga miliaran dolar.
Prabowo Subianto mengungkap pertanyaannya kepada profesor tentang gandum, sawit, dan industri mobil Indonesia dalam Sarasehan Kebangsaan.