Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Sejumlah mahasiswa asing mengikuti Sekolah Sungai, di Kali Code, Cokrodiningratan, beberapa waktu lalu./ist
Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah mahasiswa asing menyusuri permukiman yang berada di bantaran Kali Code di Kelurahan Cokrodiningratan, Kemantren Jetis, Kota Jogja. Mereka belajar dalam program Sekolah Sungai yang dikembangkan oleh masyarakat setempat.
Pengelola Sekolah Sungai Cokrodiningratan, Harris Syarif Usman, menjelaskan Sekolah Sungai yang diluncurkan sejak 2015 semakin diminati banyak kalangan. Bukan hanya dari dalam negeri tetapi juga dari mancanegara, salah satunya mahasiswa dari Monash University dan University Of Queensland, beberapa waktu lalu.
“Mereka tertarik untuk melihat dari dekat apa itu sekolah sungai sekaligus ingin menggali informasi terkait Kali Code yang cukup melegenda di Kota Jogja bahkan nasional dan luar negeri. Warga yang bermukim di bantaran Kali Code senantiasa harus selalu waspada, karena hulu Sungai Code ada di lereng Gunung Merapi yang selalu aktif,” ujarnya, Senin (8/7/2024).
BACA JUGA: Ekskavasi Rampung, Lokasi Arca Ganesha di Mlati Dipastikan Bukan Situs
Cerita tentang Kali Code ini cukup beragam sehingga menambah ketertarikan mereka untuk belajar tentang berbagai hal, terutama terkait aspek lingkungan hidup seperti ekosistem sungainya, pengelolaan sampah dan limbah, sanitasi, permukimannya, mata air, flora faunanya, mitigasi bencana, memanen air hujan dan sebagainya.
Pada Jumat (28/6/2024), sebanyak 20 mahasiswa dari Monash University, Australia, dan Minggu (30/6) Juni sebanyak 70 Mahasiswa dari University Of Queensland, Australia, mengikuti kegiatan sekolah sungai secara out door.
Dengan dipandu oleh beberapa aktivis Kali Code, para peserta mengikuti pembelajaran Sekolah Sungai dengan kegiatan Jelajah Kampung Code dan Susur Sungai. “Banyak hal yang mereka pelajari terkait asal usul kampung, Keistimewaan Jogja, tata kelola air bersih, permukiman, sanitasi dan IPAL komunal, bank sampah, kampung proklim, kampung wisata, serta budaya,” katanya.
Berbagai pembelajaran ini membuat mereka kagum dengan kehidupan masyarakat Code yang guyub rukun dan ramah. “Bahkan ada di antara mereka yang tertarik dengan budaya seperti Merti Kali Code dengan pemberian pusaka tombak Kyai Ranumurti dari Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat serta Bergada Pasembaja yang selalu menyambut kedatangan tamu yang datang ke Kali Code,” katanya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Jumat 2 Oktober 2026 tersedia enam kali. Tarif perjalanan ditetapkan Rp12.000.
Target PLTS 100 GWp dinilai menunjukkan arah energi bersih Indonesia. Namun, jaringan transmisi dan baterai menjadi tantangan utama.
Kasus kebakaran di Jogja mencapai 62 kejadian hingga Agustus 2026. Baru 20 kampung memiliki hidran dan 11% RT dilengkapi APAR.
Cek jadwal SIM Keliling Jogja Oktober 2026, lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.
Indonesia lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menang 9-2 atas Bangladesh dan mengungguli Malaysia yang menang 6-0 atas Singapura.