Advertisement
BEDAH BUKU: Makanan Bergizi Seimbang Penting Cegah Stunting
Bedah buku berjudul Nutrisi Penting Cegah Stunting di Balai Pedukuhan Kedungpoh Lor, Kalurahan Kedungpoh, Nglipar, Selasa, (9/7/2024). Harian Jogja - Andreas Yuda
Advertisement
GUNUNUNGKIDUL—Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bekerja sama dengan Komisi D DPRD DIY menggelar bedah buku berjudul Nutrisi Penting Cegah Stunting di Balai Pedukuhan Kedungpoh Lor, Kalurahan Kedungpoh, Nglipar, Gunungkidul, Selasa, (9/7/2024).
Sekretaris Komisi D DPRD DIY, Imam Taufik, mengatakan pemenuhan nutrisi anak melalui makanan bergizi seimbang dapat dipenuhi dengan produk pangan di lingkungan sekitar rumah.
Advertisement
Dia mencontohkan potensi peternakan madu yang ada di Pedukuhan Kedungpoh Lor. Warga tidak perlu membeli atau mengimpor madu untuk memenuhi nutrisi anak. Memaksimalkan potensi sekitar dapat menjadi upaya paling mudah untuk mengatasi stunting.
“Angka stunting di Gunungkidul paling tinggi se-DIY. Persoalan ini perlu ditanggapi serius. Apalagi kita menyongsong generasi 2045, kan harus disiapkan dari sisi fisiknya agar mereka dapat bersaing,” kata Imam ditemui di Pedukuhan Kedungpoh Lor.
Imam menambahkan kesadaran akan pentingnya gizi seimbang perlu ditingkatkan. Selain itu, masa remaja tidak boleh terlewat dalam pengawasan gizi.
Remaja perempuan tidak boleh mengalami anemia. Mereka juga perlu menikah saat kondisi tubuh fit. Dengan begitu, janin juga akan sehat.
Menurut Imam, kesadaran mengenai makan makanan bergizi dan seimbang ini berkaitan erat dengan kemiskinan. Sebab itu, Pemerintah DIY hadir melalui berbagai macam program seperti bedah buku.
BACA JUGA: Ulang Tahun Berujung Duka, Polisi Sebut Tak Bisa Menyidik Kasus Ketua OSIS SMAN 1 Cawas
Praktisi pangan lokal, Umdatul Qoriah, mengatakan pemenuhan nutrisi dapat dipenuhi melalui pangan lokal. Katanya, masyarakat masih belum memahami bagaimana mengelola pangan lokal sesuai nutrisi yang cukup.
Dia juga menyarankan agar memaksimalkan potensi sekitar seperi pekarangan dan sampah organik dalam mengembangkan sumber pangan lokal.
Sumber pangan ini lebih baik dan aman daripada buah impor yang mungkin berpotensi menyerap pestisida. Dengan kata lain, seseorang tidak dapat mengetahui kualitas buah tersebut.
“Sekarang kami sedang menggalakkan program dari PKK Kedungpoh untuk memanfaatkan pekarangan untuk ketahanan pangan,” kata Umdatul.
Umdatul menambahkan buku Nutrisi Penting Cegah Stunting menjadi salah satu referensi untuk memberi pengetahuan dan kesadaran pentingnya gizi seimbang.
“Selama ini misalnya 1.000 hari pertama kehidupan. Kebiasaan orang tua memberi ASI tidak eksklusif. Di buku ini dijelaskan pentingnya ASI eksklusif untuk tumbuh kembang anak,” katanya.
Hanya, menurut dia buku tersebut masih perlu dilengkapi dengan contoh menu makanan dan cara pengolahannya guna memenuhi nutrisi anak.
Pustakawan Ahli Muda DPAD DIY, Hardi Nugroho, mengatakan informasi apapun termasuk pemenuhan gizi seimbang dapat dilakukan melalui berbagai cara, salah satunya membaca buku terkait. “Dengan membaca setidaknya, seseorang memiliki daya saing di tengah-tengah masyarakat,” kata Hardi.
Daya saing ini dapat mengarahkan seseorang dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Dampaknya tentu peningkatan ekonomi, sehingga ada upaya untuk mencukupi kebutuhan gizi. Dengan begitu, stunting pun dapat dihindarkan. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Polres Wonosobo Pastikan Balon Udara Lebaran 2026 Wajib Ditambatkan
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Ingin Berlibur ke Solo tanpa Macet, Cek Jadwal KRL Minggu 22 Maret
- Catat bagi Warga Soloraya, Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 22 Maret 2026
- Ingin Balik setelah Lebaran di Jogja, Ini Jadwal KA Bandara YIA
- Jadwal KA Prameks Rute Kutoarjo-Jogja Minggu 22 Maret 2026
- Catat Lur, Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo, Minggu 22 Maret 2026
Advertisement
Advertisement







