Gebyar Fest 81 Bank Jateng Salurkan Kredit Rp279 Miliar
Gebyar Fest 81 Bank Jateng melibatkan 1.100 debitur dengan penyaluran kredit Rp279 miliar serta 453 booth UMKM.
Bedah buku berjudul Nutrisi Penting Cegah Stunting di Balai Pedukuhan Kedungpoh Lor, Kalurahan Kedungpoh, Nglipar, Selasa, (9/7/2024). – Harian Jogja/Andreas Yuda
GUNUNUNGKIDUL—Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bekerja sama dengan Komisi D DPRD DIY menggelar bedah buku berjudul Nutrisi Penting Cegah Stunting di Balai Pedukuhan Kedungpoh Lor, Kalurahan Kedungpoh, Nglipar, Gunungkidul, Selasa, (9/7/2024).
Sekretaris Komisi D DPRD DIY, Imam Taufik, mengatakan pemenuhan nutrisi anak melalui makanan bergizi seimbang dapat dipenuhi dengan produk pangan di lingkungan sekitar rumah.
Dia mencontohkan potensi peternakan madu yang ada di Pedukuhan Kedungpoh Lor. Warga tidak perlu membeli atau mengimpor madu untuk memenuhi nutrisi anak. Memaksimalkan potensi sekitar dapat menjadi upaya paling mudah untuk mengatasi stunting.
“Angka stunting di Gunungkidul paling tinggi se-DIY. Persoalan ini perlu ditanggapi serius. Apalagi kita menyongsong generasi 2045, kan harus disiapkan dari sisi fisiknya agar mereka dapat bersaing,” kata Imam ditemui di Pedukuhan Kedungpoh Lor.
Imam menambahkan kesadaran akan pentingnya gizi seimbang perlu ditingkatkan. Selain itu, masa remaja tidak boleh terlewat dalam pengawasan gizi.
Remaja perempuan tidak boleh mengalami anemia. Mereka juga perlu menikah saat kondisi tubuh fit. Dengan begitu, janin juga akan sehat.
Menurut Imam, kesadaran mengenai makan makanan bergizi dan seimbang ini berkaitan erat dengan kemiskinan. Sebab itu, Pemerintah DIY hadir melalui berbagai macam program seperti bedah buku.
BACA JUGA: Ulang Tahun Berujung Duka, Polisi Sebut Tak Bisa Menyidik Kasus Ketua OSIS SMAN 1 Cawas
Praktisi pangan lokal, Umdatul Qoriah, mengatakan pemenuhan nutrisi dapat dipenuhi melalui pangan lokal. Katanya, masyarakat masih belum memahami bagaimana mengelola pangan lokal sesuai nutrisi yang cukup.
Dia juga menyarankan agar memaksimalkan potensi sekitar seperi pekarangan dan sampah organik dalam mengembangkan sumber pangan lokal.
Sumber pangan ini lebih baik dan aman daripada buah impor yang mungkin berpotensi menyerap pestisida. Dengan kata lain, seseorang tidak dapat mengetahui kualitas buah tersebut.
“Sekarang kami sedang menggalakkan program dari PKK Kedungpoh untuk memanfaatkan pekarangan untuk ketahanan pangan,” kata Umdatul.
Umdatul menambahkan buku Nutrisi Penting Cegah Stunting menjadi salah satu referensi untuk memberi pengetahuan dan kesadaran pentingnya gizi seimbang.
“Selama ini misalnya 1.000 hari pertama kehidupan. Kebiasaan orang tua memberi ASI tidak eksklusif. Di buku ini dijelaskan pentingnya ASI eksklusif untuk tumbuh kembang anak,” katanya.
Hanya, menurut dia buku tersebut masih perlu dilengkapi dengan contoh menu makanan dan cara pengolahannya guna memenuhi nutrisi anak.
Pustakawan Ahli Muda DPAD DIY, Hardi Nugroho, mengatakan informasi apapun termasuk pemenuhan gizi seimbang dapat dilakukan melalui berbagai cara, salah satunya membaca buku terkait. “Dengan membaca setidaknya, seseorang memiliki daya saing di tengah-tengah masyarakat,” kata Hardi.
Daya saing ini dapat mengarahkan seseorang dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Dampaknya tentu peningkatan ekonomi, sehingga ada upaya untuk mencukupi kebutuhan gizi. Dengan begitu, stunting pun dapat dihindarkan. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gebyar Fest 81 Bank Jateng melibatkan 1.100 debitur dengan penyaluran kredit Rp279 miliar serta 453 booth UMKM.
Pemerintah mengimbau instansi dan perusahaan memberi fleksibilitas kerja pada 18 Agustus 2026 agar masyarakat bisa memeriahkan HUT ke-81 RI.
Verifikasi LP2B nasional mencapai 86,08 persen. ATR/BPN menargetkan angka 87 persen rampung tahun ini, lebih cepat dari target 2029.
BPJS Ketenagakerjaan mencatat 125.000 pekerja PHK telah mencairkan JHT hingga Juli 2026, sementara 31.000 pekerja menerima JKP.
Megawati Soekarnoputri menyoroti eksploitasi tambang dan hutan yang dinilai hanya menguntungkan segelintir pihak serta mengancam generasi mendatang.
BGN mempertimbangkan test kit di setiap dapur SPPG untuk mendeteksi kandungan berbahaya pada makanan dan mencegah keracunan MBG.