Tekan Angka Stunting di Jogja, Pandu Sagita Libatkan Kader Posyandu
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Pemkot Jogja terus berupaya dalam percepatan penurunan angka tengkes (stunting) di Kota Jogja. Salah satunya melalui program Pemantauan Terpadu Permasalahan Gizi Balita (Pandu Sagita) oleh Dinas Kesehatan Kota Jogja lewat posyandu
Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja, Emma Rahmi Aryani, menjelaskan Pandu Sagita menjadi gerakan penyuluhan kesehatan yang dapat memonitoring posyandu terhadap verifikasi dan validasi data penapisan balita stunting yang ada di masing-masing wilayah.
Advertisement
Peran kader posyandu di masing-masing wilayah sangatlah penting dalam mensukseskan program Pandu Sagita tersebut. “Tentu peran kader kesehatan sangatlah penting. Dimana kader posyandu ini merupakan motor penggerak utama dalam pemantauan balita stunting yang ada di setiap wilayah,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Berdasarkan Data Pemantauan Status Gizi melalui Capaian Intervensi Serentak, Kota Jogja per tanggal 30 Juni 2024, nilai prevalensi stunting di angka 10,6%. Ia mengapresiasi para kader posyandu yang hingga saat ini terus bersemangat untuk ikut menyelesaikan permasalahan stunting di Kota Jogja.
“Terima kasih untuk para kader yang ikut berperan di dalam menjaga balita agar terhindar dari stunting. Semoga, program Pandu Sagita berjalan dengan lancar dan dapat menyelesaikan permasalahan stunting di Kota Jogja,” katanya.
Ketua TP PKK Kota Jogja, Sugiharti Mulya Handayani, mendukung penuh program Pandu Sagita sebagai upaya penurunan stunting di Kota Jogja. Ia berharap melalui progtam ini dapat memaksimalkan kegiatan pemantauan rutin status gizi dan edukasi kader kesehatan melalui aplikasi Pemantauan Permasalahan Gizi Balita (PPGB) yang ada di Jogja Smart Service (JSS).
“Saya berharap, dengan adanya Pandu Sagita ini dapat menambah semangat para kader posyandu. Selain itu, para kader semakin kompak dan dapat memberikan manfaat untuk pengembangan posyandu di wilayah,” ungkapnya.
Ketua Kader Posyandu Lada 3, Indriana, berharap akan banyak posyandu lainnya yang bisa membuat inovasi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. “Semoga dengan program Pandu Sagita ini balita stunting dapat tertangani dengan cepat. Sehingga adanya stunting di wilayah dapat dicegah lebih dini,” paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Libur Natal dan Tahun Baru, Hampir 500 Ribu Kendaraan Telah Keluar dari Jabodetabek
Advertisement
Mulai 1 Januari 2025 Semua Jalur Pendakian Gunung Rinjani Ditutup
Advertisement
Berita Populer
- Diduga Bekerja ke Kamboja Secara Non Prosedural, Imigrasi Yogyakarta Cegah Keberangkatan 3 WNI
- Sepekan Belum Ditemukan, Pencarian Korban Sungai Mbelik Bantul Dihentikan
- DPRD DIY Gelar Wayang Kulit Duryudana Gugur, Ajak Masyarakat Renungkan Nilai Kepemimpinan
- Jadwal KRL Jogja Solo Selama Libur Nataru, 21 Desember 2024-5 Januari 2025, Naik dari Stasiun Tugu hingga Palur
- Jadwal KRL Solo Jogja Hari Ini, Sabtu 21 Desember 2024, Berangkat dari Stasiun Palur, Jebres dan Solo Balapan
Advertisement
Advertisement