Omzet Pasar Tradisional Bantul Turun 17 Persen, Ini Sebabnya
Omzet pedagang pasar tradisional Bantul turun 17 persen. DPRD menyoroti transaksi online dan kondisi pasar yang kurang representatif.
Ilustrasi kekeringan - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, JOGJA–Sedikitnya 547 hektare tanaman pangan di wilayah DIY mengalami gagal panen akibat musim kemarau yang berkepanjangan di wilayah setempat. Rata-rata lahan itu berada di Kabupaten Gunungkidul dengan jenis tanaman berupa padi dan jagung yang tersebar di sejumlah kapanewon.
Plt Kepala DPKP DIY Hery Sulistio Hermawan mengatakan, ratusan hektare tanaman yang gagal panen itu terdiri dari tanaman padi 412 hektare. Di Kapanewon Dlingo ada 5 hektare, Gedangsari 24 hektare, Semin 242 hektare, Ngawen 92 hektare, Ponjong 5 hektare, Nglipar 9 hektare dan Patuk 35 hektare.
"Sementara sisanya sebanyak 135 di Kapanewon Saptosari gagal panen melanda tanaman jagung dan itu merupakan data akhir Juli," ungkapnya, Selasa (20/8/2024).
Hery menjelaskan, selain padi dan jagung kekeringan juga melanda tanaman kacang tanah. Hal itu disebabkan dampak El Nino di mana curah hujan pada permulaan musim tanam pertama baru terjadi pada bulan Januari dan pada bulan Mei sudah tidak terjadi hujan, sehingga berpengaruh terhadap ketersediaan air irigasi pertanian.
"Dampak kekeringan berdasarkan laporan mulai Juni 2024 sampai dengan 31 Juli 2024 tercatat padi 1.153 hektare, kacang tanah 50 hektare dan jagung 135 hektare," katanya.
Adapun wilayah kekeringan padi tersebar di Kapanewon Dlingo, Wates, Panjatan, Temon, Gedangsari, Semin, Ngawen, Ponjong, Nglipar, Patuk, Semanu, Saptosari, Playen dan Karangmojo. Sementara kacang tanah melanda Kapanewon Tepus dan Tanjungsari kemudian jagung di Kapanewon Saptosari.
Menurut Hery, dengan fenomena kekeringan itu pihaknya telah melakukan pemetaan daerah rawan kekeringan dan melakukan monitoring ke pertanaman secara intensif. Kemudian mengoptimalkan sumur (gali/suntik), biopori, penerapan teknologi hemat air dalam mendukung ketersediaan air.
"Kami juga memberikan bantuan pembuatan sumur di 7 poktan melalui anggaran APBN Pusat," jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga memberikan bantuan sarana penanganan pompa untuk champion cabai di 11 poktan di Sleman dan Kulonprogo melalui anggaran APBN Pusat serta melalui Brigade Proteksi Tanaman (BPT) telah menyiapkan pompa air yang bisa dipinjam pakai oleh kelompok tani untuk kegiatan pompanisasi.
"Kami juga memakai early warning system/ews dengan memanfaatkan sumber informasi sebagai upaya antisipasi kekeringan dan untuk meminimalkan risiko yaitu data kejadian kekeringan pada masa lalu, memantau informasi dari BMKG, membuat peta prediksi kekeringan, peta daerah rawan kekeringan, prediksi peta endemik kekeringan," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Omzet pedagang pasar tradisional Bantul turun 17 persen. DPRD menyoroti transaksi online dan kondisi pasar yang kurang representatif.
Jadwal SIM Gunungkidul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, SIM Keliling, Saturday Night Service, dan syarat perpanjangan.
Jadwal layanan SIM Kulonprogo Sabtu 26 September 2026 di MPP dan SIMENOR. Cek lokasi, jam pelayanan, syarat, dan jenis SIM yang dilayani.
Jadwal SIM Sleman Sabtu 26 September 2026 tersedia di MPP Sleman dan SIM Keliling Malam. Cek lokasi, jam, dan syarat lengkapnya.
Jadwal layanan SIM Jogja Sabtu 26 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Jadwal SIM Keliling Polda DIY September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat perpanjangan, dan biaya SIM A serta SIM C.