Advertisement
Respons Sultan Jogja Terkait Pedagang Teras Malioboro 2 Akan Jualan di Jalur Pedestrian
Sri Sultan HB X - Antara/Andreas Fitri Atmoko
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X atau Sultan Jogja memberikan respons terkait adanya aksi unjuk rasa pedagang Teras Malioboro 2 di kawasan Malioboro pada Rabu (11/9/2024).
Dalam aksi itu mereka memblokir Jalan Malioboro dan menyampaikan aspirasi agar dilibatkan dalam setiap proses relokasi ke tempat yang baru yakni di Beskalan dan Ketandan.
Advertisement
"Saya tidak tahu [soal unjuk rasa pedagang Teras Malioboro 2]," kata Sultan, Rabu (11/9/2024).
BACA JUGA : Mengaku Tidak Sejahtera, PKL Teras Malioboro 2 Ingin Dilibatkan Dalam Proses Relokasi
Dalam aksi tersebut para pedagang TM 2 juga mengancam bakal kembali berjualan di selasar Malioboro atau jalur pedestrian jika pemerintah tidak melibatkan mereka dalam proses relokasi. Direncanakan TM 2 bakal dipindah pada 2025 mendatang.
Sultan menyebut pedagang tidak punya hak untuk kembali berjualan di selasar Malioboro. Meskipun pedagang mengancam akan kembali berjualan kembali ke tempat itu. Akan tetapi Sultan memberikan catatan bahwa pedagang tidak memiliki hak untuk berjualan di selasar.
"Kalau kembali jualan ke selasar ya tidak mungkin. Mau kembali ke sana ya terserah dia, selasar juga bukan punya mereka,” ucapnya.
Sementara dalam aksi yang digelar pedagang TM 2 di barat Kompleks Kepatihan mereka meminta agar proses relokasi melibatkan pedagang. Mereka mengaku tidak mendapatkan kepastian dan sosialisasi yang jelas soal relokasi itu.
"Kami sudah bersurat ke Pemda DIY tapi dioper ke Pemkot Jogja. Ketika kami bersurat ke Pemkot Jogja disuruh ke Pemda DIY. Padahal ini kan harusnya sama-sama menjembatani," kata Supriyati, salah seorang pedagang TM 2.
Diketahui bahwa Pemkot Jogja dan Pemda DIY saat ini tengah menyiapkan relokasi TM 2 untuk yang kedua kalinya. Nantinya ada sebanyak 1.041 pedagang yang dipindahkan ke lokasi baru.
Dengan rincian sebanyak 712 pedagang akan ditempatkan Ketandan dengan lahan seluas 3.779 meter persegi selanjutnya sebanyak 329 pedagang dipindahkan ke Beskalan di lahan seluas 2.982 meter persegi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
KJRI Jeddah: Jemaah Umrah Korban Bus Terbakar Pulang 31 Maret
Advertisement
Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Prameks 28 Maret dari Jogja ke Kutoarjo, Ini Rinciannya
- Empat Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 28 Maret 2026
- Tabrakan Maut Lawan Truk Hino di Jalur Jogja-Wonosari, Pemotor Tewas
- Nelayan Bantul Hilang di Muara Opak, Motor Terparkir di Hutan Mangrove
- Prakiraan Cuaca Sabtu 28 Maret Hujan Ringan Merata di DIY
Advertisement
Advertisement







