Advertisement
Pemkab Sleman Optimistis Geopark Jogja Masuk Jaringan Geopark Nasional

Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Badan Perencaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sleman memastikan dokumen pegajuan status Geopark Jogja masuk dalam jaringan Geopark Nasional sudah diserahkan ke Badan Geologi. Diperkirakan hasil dari pengajuan akan diumumkan pada Oktober 2024.
Perencana Ahli Muda, Bappeda Sleman, Boby Rozano mengatakan, segala kebutuhan untuk pengajuan Geopark Jogja kedalam jaringan geopark nasional telah dilakukan. Hingga sekarang belum ada keputusan dari Badan Geologi berkaitan dengan pengumuman hasil dari pengajuan yang dilakukan.
Advertisement
“Jika mengacu pada jadwal, maka Badan Geologi akan menyampaikan hasil pengusulan pada Bulan Oktober. Jadi, untuk sekarang kami masih menunggu hasilnya seperti apa,” kata Boby kepada Harianjogja.com, Selasa (17/9/2024).
Dia menjelaskan, pengajuan Geopark Jogja ke dalam jaringan nasional suda dimulai adanya verifikasi lapangan dengan mengunjungi geosite yang ada di Juli 2024. Tindaklanjut dari verifikasi lapangan, juga telah dilaksanakan Focus Grup Discussion (FGD) tentang komitmen keberlanjutan pengelolaan calon geopark nasional bersama dengan tim verifikator di 22 Agustus lalu.
Kegiatan ini sekaligus sebagai upaya klarifikasi dan melengkapi dokumen pengusulan yang dibutuhkan. Boby tidak menampik didalam klarifikasi masih ada dokumen yang harus diperbaiki.
Sebagai contoh, sambung dia, pengelola Geopark Jogja diminta melakukan penyempurnaan terkait dengan peta kawasan. “Semua kekurangan sudah diperbaiki termasuk komitmen untuk melakukan pengelolaan secara berkelanjutan. Sekarang tinggal menunggu hasilnya, tapi kami optimistis Geopark Jogja bisa masuk jaringan geopark nasional,” ungkapnya.
BACA JUGA: Pemda DIY Tegaskan Netralitas ASN Harus Sampai ke Tingkat Kelurahan
Ditambahkan dia, jaringan Geopark Jogja membentang dari Kabupaten Sleman, Kulonprogo, Bantul dan Kota Jogja. Adapun di Sleman terdapat tujuh geosite yang terdiri dari Kompleks Perbukitan Instrusi Godean; Kompleks Batuan Merapi Tua di Turgo Pelawangan di Kapanewon Pakem; Aliran Piroklastik Bakalan di Kapanewon Cangkringan.
Selain itu, ada juga geosite Lava Bantal di Kapanewon Berbah; Batu Gamping Eosen di Kapanewon Gamping; Tebing Breksi Piroklastik Purba dan Rayapan Tanah Nglepen di Kapanewon Prambanan.
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mendukung upaya masuknya Geopark Jogja ke jaringan geopark nasional. Ia juga terus terus mendorong pengelolaan geosite, biosite, dan culture site, serta geoproduk di Bumi Sembada.
“Harus sesuai dengan pilar pengelolaan Geopark Jogja, yaitu konservasi, edukasi, dan ekonomi sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan Masyarakat,” kata Kustini.
Kustini optimistis ke depan Geopark Jogja bisa terus berkembang dan dapat menjadi geopark bertaraf internasional melalui penetapan UNESCO Global Geopark (UGG). “Langkah awal, kami yakin Geopark Jogja dapat ditetapkan sebagai geopark nasional sehingga dapat mempercepat perwujudan Sleman sebagai rumah bersama yang cerdas, sejahtera, berdaya saing, menghargai perbedaan, dan memiliki jiwa gotong royong,” katanya. (David Kurniawan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Indonesia Terkena Tarif 32 Persen Donald Trump, Bapans Dorong Peningkatan Produksi Pangan Dalam Negeri
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Jumlah Kendaraan Keluar Jogja Meningkat di H+2 Lebaran, Tempel Jadi Perbatasan Paling Sibuk
- Cuaca Ekstrem Masih Berpotensi Terjadi Hari Ini
- Lebaran, PMI DIY Imbau Warga Jangan Lupa Tetap Donor Darah Agar Stok Terjaga
- Antisipasi Gangguan Keamanan, Polisi Mengintensifkan Patroli Wisata di Bantul
- BPBD Bantul Imbau Warga Waspadai Potensi Bencana Akibat Cuaca Ekstrem hingga 4 April 2025
Advertisement
Advertisement