Kekeringan, 255 Hektare Lahan Pertanian di Prambanan Tak Ditanami
Kekeringan membuat sekitar 255 hektare lahan pertanian di Prambanan tak ditanami. Petani khawatir gagal panen dan mengalami kerugian.
Ilustrasi pencoptan alat peraga kampanye (APK) Pemilu 2024. - Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bawaslu Gunungkidul mencatat ada 907 unit alat peraga kampanye (APK) yang dipasang dengan melanggar aturan pemasangan APK. APK tersebut dimiliki oleh tiga pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati.
Anggota Bawaslu Gunungkidul, Mugi Hartana mengatakan komisionernya mencatat ada total 2.640 unit APK yang telah dipasang tim Paslon.
Bawaslu mengategorikan tata cara pemasangan menjadi empat, yaitu mandiri dengan jumlah 1.550 unit, menempel di rambu-rambu lalu lintas 169 unit, menempel di pohon 738 unit, dan lainnya 183 unit.
Apabila melihat aturan pemasangan dalam Keputusan KPU Gunungkidul No. 721/2024 tentang Pemasangan Alat Peraga dan bahan Kampanye Serta Fasilitas Umum Tempat Kampanye untuk Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati 2024 maka pemasangan di rambu dan pohon menyalahi aturan. “Total 907 APK itu masih data potensi. Data fix-nya ada di saran perbaikan atau rekomendasi yang kami sampaikan ke tim paslon,” kata Mugi, Jumat (4/10/2024).
BACA JUGA: Modal Awal Kampanye Pilkada Sleman, KPU Sebut Kustini-Sukamto Terbesar, Segini Jumlahnya
Ketua Bawaslu Gunungkidul, Andang Nugroho mengatakan Bawaslu telah melayangkan surat ke peserta Pilkada 2024 pada Rabu (2/10/2024). Dalam surat tersebut, Bawaslu menyampaikan saran perbaikan dengan batas waktu 2 x 24 Jam.
Bawaslu juga telah memberikan rekomendasi ke KPU dengan tembusan ke Satpol PP untuk membongkar APK yang tidak diperbaiki. Pembongkaran akan dilakukan Sabtu (5/10/2024).
Adapun pengawasan iklan di media juga dilakukan. Paslon, kata Andang, baru boleh memasang iklan kampanye di media arus utama tujuh hari terakhir masa kampanye. “Kalau media sosial yang dikelola sendiri tidak masalah,” kata Andang ditemui di Kantornya, Jumat.
Kemudian, Bawaslu belum menerima aduan apapun ihwal pelanggaran asas netralitas aparatur sipil negara (ASN).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kekeringan membuat sekitar 255 hektare lahan pertanian di Prambanan tak ditanami. Petani khawatir gagal panen dan mengalami kerugian.
JNE mendukung kolaborasi MANDALAS dan Yayasan Habibie & Ainun melalui koleksi batik “Menemani” dalam menyambut Hari Batik Nasional 2026.
Kejurkab Taekwondo Kulonprogo 2026 resmi digelar di GOR SMK Negeri 2 Pengasih yang menjadi wadah pembinaan sekaligus penjaringan bibit atlet muda potensial guna
Sharp meluncurkan Phantom Series dan Core Blast Series dengan fitur audio premium dan portabel untuk kebutuhan hiburan di rumah maupun outdoor.
Harga biodiesel Oktober 2026 naik menjadi Rp15.072 per liter, sedangkan HIP bioetanol turun menjadi Rp11.604 per liter.
KAI Daop 6 Yogyakarta menyalurkan bantuan Rp100 juta untuk rehabilitasi rumah tidak layak huni dalam rangka HUT ke-81 KAI.