Paslon Untoro-Wahyudi Siapkan Strategi Penanganan Sampah
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Pasangan calon bupati dan wakil bupati dalam Pilkada Bantul Untoro Hariadi-Wahyudi Anggoro Hadi menyiapkan sejumlah strategi dalam mengatasi persoalan sampah di Bantul.
Hal itu disampaikan saat dialog bersama budayawan di Joglo Elang, Nitiprayan, Bantul, Senin. Menurutnya terdapat tiga hal untuk menyelesaikan sampah di Bantul, yaitu kebijakan politik, partisipasi sosial, dan penggunaan teknologi.
Advertisement
"Kedaruratan sampah saat ini harus ditangani dengan mendesain ulang tata kelola sampah. Kami berjanji, urusan sampah di Bantul akan selesai dalam 100 hari," kata Calon Wakil Bupati Wahyudi dilansir Antara.
Persoalan sampah tidak hanya di Bantul tetapi juga terjadi daerah-daerah lain. Selama ini, sampah hanya diangkut dari hulu lalu dibawa ke hilir untuk dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) sampah. Produksi sampah di hulu terus meningkat, sedangkan di hilir minim pemanfaatan. Akibatnya, usia penggunaan TPA sampah semakin singkat atau cepat penuh oleh tumpukan sampah.
Ia mendorong perubahan perilaku karena persoalan sampah juga sangat terkait dengan perilaku masyarakat. Selain itu, sistem pengelolaan dan pengolahan sampah juga harus diubah. Pemilahan sampah harus dilakukan sejak dari rumah tangga atau hulu. Sebab, saat sampah sudah tercampur, biaya pemilahan akan sangat mahal. "Dan untuk mengubah sistem dan perilaku tersebut, diperlukan kebijakan dan kewenangan dari pemerintah daerah," katanya.
Timnya telah meluncurkan Gerakan Sapu-Sapu, gerakan ini bekerja sama dengan tim Relawan Sapu Lidi, dengan tujuan membersihkan Bantul dari tumpukan sampah yang belum tertangani dengan baik.
Budayawan Totok Rahardjo berharap, Wahyudi tetap menjaga yang dilakukannya saat menjadi kepala desa atau Lurah Panggungharjo periode 2012-2024, yaitu bekerja dengan data.
Ia menilai, Lurah Panggungharjo Kecamatan Sewon saat itu telah melakukan dua perubahan mendasar, yaitu perubahan secara progres pembangunan dan perubahan terkait relasi kuasa.
"Ketika jadi kepala desa, secara sadar, Wahyudi punya pikiran melakukan perubahan relasi kuasa yang didistribusikan dari lurah ke unit-unit masyarakat," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Libur Natal dan Tahun Baru, Hampir 500 Ribu Kendaraan Telah Keluar dari Jabodetabek
Advertisement
Mulai 1 Januari 2025 Semua Jalur Pendakian Gunung Rinjani Ditutup
Advertisement
Berita Populer
- Wujudkan DIY sebagai Destinasi Wisata Ramah Muslim
- Amankan Natal dan Tahun Baru, Polresta dan Satpol PP Jogja Kerahkan Ratusan Personel
- DIY Bakal Kedatangan 9,4 Juta Orang, Ribuan Personel Diterjunkan Amankan Libur Akhir Tahun
- Diduga Bekerja ke Kamboja Secara Non Prosedural, Imigrasi Yogyakarta Cegah Keberangkatan 3 WNI
- Sepekan Belum Ditemukan, Pencarian Korban Sungai Mbelik Bantul Dihentikan
Advertisement
Advertisement