Penghapusan Denda PBB Sleman Dongkrak PAD Rp4,4 M
Program penghapusan denda PBB Sleman hasilkan Rp4,4 miliar, bantu warga dan dongkrak PAD 2026.
Ilustrasi peti mati batu - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kebudayaan (Disbud) Gunungkidul melaporkan adanya penemuan empat kubur peti batu di alas Wonobudha, Kalurahan Grogol, Paliyan, Gunungkidul pada Juli 2024. Dua dari empat kubur peti batu itu saat ini telah mendapat rekomendasi untuk ditetapkan menjadi Cagar Budaya (CB).
Penyiap Naskah Kajian TACB Disbud Gunungkidul, Ari Kristian mengatakan rekomendasi terhadap dua kubur peti batu turun pada September 2024. Sisanya rekomendasi akan diberikan oleh Plt. Bupati Gunungkidul, Heri Susanto.
Kata Ari, rekomendasi dua kubur peti batu akan mendapat rekomendasi pada akhir Oktober 2024. Dia menambahkan setelah menjadi CB, Pemkab Gunungkidul akan mudah untuk melakukan intervensi terhadap kubur peti batu tersebut.
Intervensi ini mengarah pada perlindungan dan perawatan CB. Disbud juga dapat memasang papan penanda CB dan memasang kanopi untuk menghindarkan CB dari kerusakan akibat cuaca.
Ari menerangkan riset yang pihaknya lakukan menunjukkan kubur peti batu tersebut merupakan peninggalan prasejarah sebagai bagian dari budaya Megalitikum. Zaman megalitikum adalah zaman ketika manusia sudah dapat mengembangkan kebudayaan yang terbuat dari batu-batu besar.
BACA JUGA: Disbud Bantul Dukung Pemanfaatan Bangunan Cagar Budaya untuk Wisata, Asal...
Selain kubur peti batu, di Grogol juga ada penemuan logam yang diduga peninggalan di zaman yang sama. Logam tersebut berwujud cangkul, tatah, dan kapak/ beliung. Logam-logam ini sekarang sedang diteliti oleh Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) X, Jogja.
“Harapan kami dengan hasil analisa dari Balai Pelestarian Kebudayaan X, logam ini dapat jadi indikator untuk menentukan periodesasi masa pra sejarah yang berlangsung di sana. Saat ini di Gunungkidul belum ada periodisasi waktu terhadap temuan kubur batu itu,” katanya.
Ke depan, Ari mengaku pengembangan alas Wonobudho, Grogol sebagai tempat pememuan kubur peti batu tersebut dapat dilakukan secara kolaboratif menggandeng Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidu. Menurutnya, Dispar dapat membuat wisata minat
Kepala Disbud Gunungkidul, Chairul Agus Mantara mengatakan pihaknya akan mengembangkan kawasan tersebut sebagai destinasi wisata utama minat khusus, sebagai ruang belajar sejarah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program penghapusan denda PBB Sleman hasilkan Rp4,4 miliar, bantu warga dan dongkrak PAD 2026.
HIPMI Syariah DIY merilis riset Gen Z dan milenial untuk mendukung pengembangan ekonomi syariah DIY yang lebih tepat sasaran.
Event bersponsor rokok kembali digelar di Kulonprogo setelah 12 tahun. Pesta rakyat di Alun-alun Wates libatkan UMKM, wisata, dan hiburan.
BGN menargetkan efisiensi anggaran Makan Bergizi Gratis 2026. Dapur MBG yang tidak memenuhi SOP akan ditutup sementara.
KPK mengungkap kode "malaikat" dan grup band dalam dugaan pembagian uang hasil pemerasan pengurusan KITAP dan KITAS di Imigrasi.
Sekda DIY menyebut surplus APBD 2025 berasal dari efisiensi dan hasil lelang, bukan karena program tidak terlaksana.