Kekeringan hingga Oktober, DPRD Gunungkidul Siapkan Rp400 Juta
DPRD Gunungkidul mendorong tambahan Rp400 juta untuk dropping air karena alokasi 3.000 tangki diperkirakan habis sebelum kekeringan berakhir.
Sri Sultan HB X - Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X disebut telah menerima informasi soal aksi demonstrasi sejumlah mahasiswa Papua yang berujung ricuh di Jalan Kusumanegara, Minggu (1/12/2024) kemarin.
Sultan akan mengkoordinasikan dengan semua pihak agar tidak ada insiden lanjutan dari peristiwa itu. Dalam unjuk rasa tersebut sejumlah mahasiswa memperingati kemerdekaan Papua Barat yang jatuh pada 1 Desember. Aksi sempat berjalan kondusif sampai salah satu peserta mengibarkan bendera Bintang Kejora di akhir demo, polisi kemudian coba menurunkan dan berujung ricuh.
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Beny Suharsono mengatakan bahwa telah melakukan koordinasi dengan Sultan dan Kesbangpol setempat untuk mengevaluasi kejadian tersebut. Hal ini dilakukan guna mencegah terjadinya insiden serupa di masa mendatang.
"Kami sudah menyampaikan ke Sultan dan kesbangpol dan dalam waktu dekat akan berkoordinasi untuk evaluasi siapa tahu ada insiden lagi ke depan," jelasnya.
Menurut Beny, Sultan mengungkapkan bahwa daerahnya menjamin kebebasan berekspresi dan menyampaikan aspirasi. Namun, Sultan menekankan agar aksi demonstrasi tetap berjalan tertib dan tidak anarkistis. B
BACA JUGA: Remaja Korban Judi Online Diusulkan Direhabilitasi
"Di Jogja, menyampaikan aspirasi semua dilindungi, siapa saja boleh demo tapi jangan anarkis. Kami tegas jangan menyimpang dari NKRI, kemarin kan sudah melewati batas, sehingga aparat bertindak," katanya.
Beny juga menyayangkan adanya tindakan yang keluar dari kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya. Menurutnya, menyampaikan aspirasi boleh saja, tapi tetap harus ada aturan yang ditaati.
"Boleh demo kalau keluar dari kesepakatan kan tidak boleh, jangan seperti itu. Menyampaikan aspirasi boleh tapi ada tatanan yang harus diikuti," katanya.
Kepala Seksi Humas Polresta Jogja, AKP Sujarwo menyampaikan bahwa situasi di lokasi demonstrasi saat ini sudah kembali kondusif. Namun, ia mengakui adanya sedikit kericuhan yang mengakibatkan tiga anggota Polri mengalami luka ringan.
"Terkait dengan kegiatan unjuk rasa yang dilakukan oleh saudara-saudara kita kemarin saat ini sudah kembali situasi normal, kemudian efek dari kegiatan kemarin memang sedikit ada kericuhan yang menimbulkan teman-teman dari Polri dalam hal ini ada tiga anggota kami yang mengalami luka walaupun kategori cuma luka ringan seperti biasa," ungkap AKP Sujarwo.
Sujarwo juga menjelaskan bahwa dari pihak pengunjuk rasa tidak ada yang mengalami luka. Selain itu, satu orang pengunjuk rasa telah diamankan dan saat ini masih menjalani pemeriksaan di Polda DIY.
"Kalau kemarin setelah kejadian sesaat kemudian memang ada satu pengunjuk rasa yang diamankan tapi saat ini masih diamankan di Polda DIY bukan di Polresta Jogja. Masih dilakukan penyelidikan dan penyidikan," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul mendorong tambahan Rp400 juta untuk dropping air karena alokasi 3.000 tangki diperkirakan habis sebelum kekeringan berakhir.
Upaya melestarikan bahasa dan aksara Jawa terus dilakukan di tengah perkembangan teknologi digital.
BSSN mengingatkan AI membuat serangan siber ke sektor keuangan makin otomatis, personal, dan sulit dibedakan dari komunikasi asli.
Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) 2026 tak lagi sekadar menjadi acara puncak HUT Kota Jogja. Perayaan yang memasuki tahun ke-10 itu dikemas menjadi WJNC Festiv
PSEL Piyungan diproyeksikan mengolah 1.000 ton sampah per hari. DIY menyiapkan pasokan dari Gunungkidul, Kulonprogo hingga Jateng.
Taman Budaya Yogyakarta (TBY) akan menggelar Lomba dan Pameran Fotografi Rana Budaya #4 dengan tajuk FYP (For Your People), sekaligus pameran arsip