Kasus Kebakaran di Bantul Melonjak, Karhutla Mendominasi selama September
Kasus kebakaran di Bantul mencapai 326 kejadian hingga 21 September 2026. Karhutla melonjak dan menjadi pemicu utama kenaikan kasus.
Sri Sultan HB X - Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X disebut telah menerima informasi soal aksi demonstrasi sejumlah mahasiswa Papua yang berujung ricuh di Jalan Kusumanegara, Minggu (1/12/2024) kemarin.
Sultan akan mengkoordinasikan dengan semua pihak agar tidak ada insiden lanjutan dari peristiwa itu. Dalam unjuk rasa tersebut sejumlah mahasiswa memperingati kemerdekaan Papua Barat yang jatuh pada 1 Desember. Aksi sempat berjalan kondusif sampai salah satu peserta mengibarkan bendera Bintang Kejora di akhir demo, polisi kemudian coba menurunkan dan berujung ricuh.
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Beny Suharsono mengatakan bahwa telah melakukan koordinasi dengan Sultan dan Kesbangpol setempat untuk mengevaluasi kejadian tersebut. Hal ini dilakukan guna mencegah terjadinya insiden serupa di masa mendatang.
"Kami sudah menyampaikan ke Sultan dan kesbangpol dan dalam waktu dekat akan berkoordinasi untuk evaluasi siapa tahu ada insiden lagi ke depan," jelasnya.
Menurut Beny, Sultan mengungkapkan bahwa daerahnya menjamin kebebasan berekspresi dan menyampaikan aspirasi. Namun, Sultan menekankan agar aksi demonstrasi tetap berjalan tertib dan tidak anarkistis. B
BACA JUGA: Remaja Korban Judi Online Diusulkan Direhabilitasi
"Di Jogja, menyampaikan aspirasi semua dilindungi, siapa saja boleh demo tapi jangan anarkis. Kami tegas jangan menyimpang dari NKRI, kemarin kan sudah melewati batas, sehingga aparat bertindak," katanya.
Beny juga menyayangkan adanya tindakan yang keluar dari kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya. Menurutnya, menyampaikan aspirasi boleh saja, tapi tetap harus ada aturan yang ditaati.
"Boleh demo kalau keluar dari kesepakatan kan tidak boleh, jangan seperti itu. Menyampaikan aspirasi boleh tapi ada tatanan yang harus diikuti," katanya.
Kepala Seksi Humas Polresta Jogja, AKP Sujarwo menyampaikan bahwa situasi di lokasi demonstrasi saat ini sudah kembali kondusif. Namun, ia mengakui adanya sedikit kericuhan yang mengakibatkan tiga anggota Polri mengalami luka ringan.
"Terkait dengan kegiatan unjuk rasa yang dilakukan oleh saudara-saudara kita kemarin saat ini sudah kembali situasi normal, kemudian efek dari kegiatan kemarin memang sedikit ada kericuhan yang menimbulkan teman-teman dari Polri dalam hal ini ada tiga anggota kami yang mengalami luka walaupun kategori cuma luka ringan seperti biasa," ungkap AKP Sujarwo.
Sujarwo juga menjelaskan bahwa dari pihak pengunjuk rasa tidak ada yang mengalami luka. Selain itu, satu orang pengunjuk rasa telah diamankan dan saat ini masih menjalani pemeriksaan di Polda DIY.
"Kalau kemarin setelah kejadian sesaat kemudian memang ada satu pengunjuk rasa yang diamankan tapi saat ini masih diamankan di Polda DIY bukan di Polresta Jogja. Masih dilakukan penyelidikan dan penyidikan," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kebakaran di Bantul mencapai 326 kejadian hingga 21 September 2026. Karhutla melonjak dan menjadi pemicu utama kenaikan kasus.
KPK mengecek aset glamping 1,5 hektare di Ciater, Subang, yang diduga milik polisi Yayat Sudrajat dan terkait kasus suap Pemkab Bekasi.
Komisi C DPRD DIY mengecek talud bronjong 74 meter di Kali Kuning Sleman sebagai antisipasi erosi dan longsor saat musim hujan.
Krisna Septiana lolos final kayak tunggal putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026 meski finis peringkat 15 pada semifinal.
Polisi memperluas pemeriksaan kasus dugaan pungli food truck di Alkid Jogja. Hingga 30 September 2026, 14 orang telah dimintai keterangan.
Kemarau di Sleman diprediksi lebih panjang hingga Desember. DP3 meminta petani mengatur pola tanam dan mengantisipasi keterbatasan air.