Program 100 Hari Pertama Agung-Ambar Menyelamatkan Petani Cabai Kulonprogo karena Harga Anjlok

Triyo Handoko
Triyo Handoko Rabu, 04 Desember 2024 13:47 WIB
Program 100 Hari Pertama Agung-Ambar Menyelamatkan Petani Cabai Kulonprogo karena Harga Anjlok

Calon bupati dalam Pilakda Kulonprogo, Agung Setyawan yang meraup surat terbanyak saat menemui kelompok masyarkat yang berkunjung, Selasa (3/12/2024).

Harianjogja.com, KULONPROGO—Setelah dinyatakan meraih suara terbanyak Pilkada Kulonprogo oleh Komisi Pemilihan , pasangan calon Agung Setyawan dan Ambar Purwoko langsung menentukan prioritas 100 hari kerjanya yaitu menyelamatkan harga cabai petani pesisir selatan Bumi Binangun. Ada beberapa cara yang sudah disiapkan calon bupati dan wakil bupati ini untuk mengatasi masalah tersebut.

Agung menjelaskan pada Selasa (4/12/2024) bahwa dalam jangka panjang ia akan membuka ekspor hasil olahan cabai ke mancanegara. "Hasil olahannya terutama bisa pasat cabai, ini yang kami rencanakan," terangnya.

Sementara dalam jangka pendek untuk mengatasi harga cabai dari Kulonprogo yang anjlok dengan memperbaiki tata niaga komoditas tersebut. "Perlu diteliti dulu anjloknya di bagian mana, tata niaganya akan kami perbaiki agar menguntungkan petani," jelasnya.

Masalah harga cabai yang anjlok, menurut Agung, adalah masalah rutin yang tiap tahun mengancam petani di pesisir Kulonprogo. "Visi utama kami membuat para petani berdaya dan berdaulat, tidak mudah mencapainya tapi perlahan akan kami wujudkan," ungkapnya.

BACA JUGA: Efisiensi Anggaran, Presiden Prabowo Minta Pejabat Puasa Dinas ke Luar Negeri Selama Lima Tahun

Agung yang sudah berkecimpung di dunia pertanian sejak puluhan tahun silam dengan perusahaannya yaitu PT. Natural Nusantara atau umum dikenal petani sebagai Nasa memiliki berbagai produk dan jasa. Visi utamanya selama lima tahun kedepan sebagai Bupati Kulonprogo adalah mentransformasikan agrikultur ke agribisnis.

Kepeduliannya terhadap petani cabai di pesisir Kulonprogo sudah belasan tahun terutama ditunjukan dengan riset hasil olahan cabai yang dilakukan perusahaannya. "Riset itu terutama untuk pasta cabai, 100 hari program kerja kami akan langsung menyasar itu," terangnya di rumahnya.

Kedepan tidak hanya cabai, aneka komoditas pertanian di Kulonprogo akan ditingkatkan nilai ekonominya dengan pengelolaan hasil panen. "Pengolahan hasil pertanian ini bagian dari agribisnis, yang nantinya bertahap kami genapkan untuk juga masyarakat siap dengan tuntutan aerotropolis agar jadi pelaku bukan objek pembangunan," tandasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online