Izin Klinik KDMP Tamanmartani Masih Berproses di Dinkes Sleman
KDMP Tamanmartani masih menunggu izin operasional Klinik Pratama dari Dinkes Sleman usai proses visitasi dan evaluasi lapangan.
Seorang pengendara sendang melintasi tanjakan Clongop di Kapanewon Gedangsari. (Harian Jogja/David Kurniawan)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Jalan baru pengganti ruas Hargomulyo - Watugajah di Tanjakan Clongop, Kalurahan Watugajah, Gedangsari, Gunungkidul akan dibuka pada Rabu (1/1/2025).
Ruas jalan tersebut nantinya dapat mengurai arus lalu lintas yang masuk ke Gunungkidul dari sisi utara.
Manajer Jalan PT Suradi Sejahtera Raya (SSR), Apri Novianto mengatakan pihaknya masih melakukan pembersihan badan jalan dari sisa-sisa material pembangunan. Saat ini, kontraktor juga masih melakukan pengecatan.
"Nanti tanggal 31 Desember kami lakukan serah terima tapi administratif saja. Tidak ada seremonial khusus,” kata Apri dihubungi, Minggu (29/12/2024).
Apri mengaku jalan baru tersebut juga telah digunakan oleh warga sekitar setelah PT SSR memberlakukan buka-tutup jalan ketika sore hari. Banyak kendaraan bermotor masuk badan jalan, utamanya warga yang pulang bekerja.
Menurut dia, jalan baru tersebut dapat menjadi jalan alternatif pengurai arus lalu lintas yang masuk ke Gunungkidul dari sisi utara. Meski begitu, Apri tidak dapat memastikan penggunaan jalan setelah pembukaan pada 1 Januari 2025.
Pasalnya, sejauh 200 meter dari pekerjaan jalan, ada ruas jalan amblas dan tebingnya longsor.
“Sebagian badan jalan longsor sekitar 30 meter panjangnya. Padahal itu jadi jalan masuk dari arah selatan atau Nglanggeran. Kami tidak tahu ke depan jalan longsor apakah layak dilewati atau tidak,” katanya.
Meski ada penutupan, Apri menegaskan penutupan di titik longsor menjadi kewenangan pemerintah daerah. PT SSR hanya mengampu jalan baru yang masih dalam perawatan hingga Desember 2025. Dengan begitu, apabila ada kerusakan pada jalan, PT SSR akan memperbaiki jalan baru tersebut.
Disinggung ihwal titik longsor di wilayah pekerjaan jalan baru, Apri menjelaskan kontraktor telah mengembalikan pasangan batu dan bronjong di lokasi semula.
“Kami belum melakukan shotcrete ke tebing yang longsor itu. Kemarin arahannya biar pergerakan tanah selesai dulu baru shotcrete,” ucapnya.
Panewu Gedangsari, Eko Krisdiyanto telah menjelaskan titik jalan amblas di Tanjakan Clongop mengalami penurunan secara ajeg sekitar 15–20 sentimeter. Penurunan terjadi setiap hari.
Penurunan amblesan jalan tersebut terjadi lantaran ada pergerakan tanah hingga 250 meter ke dasar tebing. Apabila tidak segera ditangani, maka longsor besar akan terjadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KDMP Tamanmartani masih menunggu izin operasional Klinik Pratama dari Dinkes Sleman usai proses visitasi dan evaluasi lapangan.
Viral perempuan bongkar dugaan perselingkuhan suami lewat data misterius pada timbangan pintar atau smart scale di rumahnya.
Imigrasi memperketat pengawasan WNA di Bantul lewat APOA. Hotel, homestay, dan vila diwajibkan melaporkan tamu asing secara berkala.
Hanung Bramantyo mengadaptasi Children of Heaven berlatar SD Muhammadiyah dengan pesan kuat tentang pendidikan karakter anak.
KPAID Kota Jogja mendorong penerapan pasal lebih berat dalam kasus dugaan kekerasan anak di Daycare Little Aresha
Pemerintah memangkas anggaran MBG 2026 menjadi Rp268 triliun demi efisiensi program Makan Bergizi Gratis.