24 Lurah Petahana dan 4 Pamong Maju Pilur Bantul 2026
24 lurah petahana dan 4 pamong maju Pilur Bantul 2026. Simak aturan cuti, pengunduran diri, serta jadwal tahapan pemilihan lurah.
Virus - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran virus Human Metapneumovirus (HMPV). Baru-baru ini Kementerian Kesehatan RI menyebut bahwa virus ini telah masuk ke Indonesia dan masyarakat diminta untuk waspada dan tidak perlu panik.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Ismono menyampaikan bahwa pihaknya telah menginstruksikan seluruh fasilitas kesehatan (faskes) untuk melaporkan setiap kasus Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) dan pneumonia. Selain itu, kewaspadaan juga ditingkatkan terhadap laporan kasus Influenza-Like Illness (ILI).
“Kami terus memantau perkembangan situasi terkini. Semua faskes harus melaporkan setiap kasus ISPA dan pneumonia. Selain itu, kami juga meningkatkan kewaspadaan pada laporan kasus ILI,” kata Ismono, Selasa (7/1/2025).
Tidak hanya meningkatkan surveilans, Dinkes Gunungkidul juga gencar melakukan sosialisasi mengenai HMPV kepada masyarakat. Edukasi mengenai gejala, penularan, dan cara pencegahan virus ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan.
“Sosialisasi kepada masyarakat sangat penting. Kami informasikan mengenai gejala HMPV, bagaimana cara penularannya, dan yang paling penting adalah bagaimana cara mencegahnya,” tambah Ismono.
BACA JUGA: Bantul Lakukan Validasi Data Sasaran Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis
HMPV merupakan virus yang menyerang sistem pernapasan dan dapat menyebabkan infeksi serius, terutama pada bayi, lansia, dan individu dengan daya tahan tubuh lemah. Gejala yang ditimbulkan mirip dengan flu biasa, seperti batuk, demam, hidung tersumbat, dan sakit tenggorokan.
“Kasus yang parah dapat menyebabkan bronkitis atau pneumonia. Oleh karena itu, kelompok rentan seperti bayi, lansia, dan penderita penyakit kronis perlu lebih waspada,” jelas Ismono.
Untuk mencegah penyebaran HMPV, masyarakat diimbau untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan yakni mencuci tangan secara teratur dengan sabun dan air mengalir, menghindari kontak dekat dengan orang yang sakit, menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin, menggunakan masker terutama di tempat umum atau saat berinteraksi dengan orang banyak dan membersihkan dan disinfeksi permukaan benda yang sering disentuh.
"Masyarakat diimbau untuk tetap tenang tapi tetap waspada dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala yang mengkhawatirkan," pungkas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
24 lurah petahana dan 4 pamong maju Pilur Bantul 2026. Simak aturan cuti, pengunduran diri, serta jadwal tahapan pemilihan lurah.
Jadwal KRL Jogja-Solo 1 September 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur, termasuk waktu keberangkatan di 13 stasiun.
Jadwal KRL Palur-Jogja Selasa 1 September 2026 tersedia dalam 15 perjalanan, dengan keberangkatan dari Palur mulai 05.00 hingga 20.42 WIB.
Trans Jogja disiapkan terintegrasi dengan Grab untuk mengatasi akses halte dan memperkuat konektivitas first mile-last mile.
Jogja Inspira #01 hadir di Ndalem Poenokawan dengan kolaborasi musik, puisi dan sketsa, memperkuat Jogja sebagai episentrum kreativitas seni.
Korban bencana di Nepal utara mencapai 951 orang. Sekitar 590 warga negara asing dari 39 negara masih dinyatakan hilang.