Advertisement
Peroleh Rp800 Juta dari APBD Bantul, Kalurahan Srigading Optimistis Masalah Sampah Bisa Diatasi
Ilustrasi sampah organik - Foto dibuat oleh AI - StockCake
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kalurahan (Pemkal) Srigading, Sanden memastikan persoalan sampah yang selama ini masih jadi pekerjaan rumah akan segera teratasi. Pasalnya, tahun ini, Pemkab Bantul telah menganggarkan Rp800 juta untuk renovasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) di Kalurahan Srigading.
Lurah Srigading, Prabawa Suganda mengatakan, saat ini kalurahannya telah memiliki TPS3R. Hanya saja, dari segi bangunan dan operasional belum optimal. Oleh karena itu, pada 2025, Pemkab Bantul telah menganggarkan untuk renovasi TPS3R dengan anggaran Rp800 juta dan penambahan alat.
Advertisement
BACA JUGA : Tuntaskan Persoalan Sampah, DLH Jogja Siapkan Transporter dari Rumah ke Depo
"Untuk alatnya besarannya dan jumlahnya berapa kami belum tahu. Yang jelas akan ada bantuan alat, disamping renovasi bangunan. Karena sejauh ini, sudah ada satu alat pembakar di TPS3R di tempat kami," kata Bowo-panggilan akrab Prabawa Suganda, kepada Harianjogja.com, Senin (13/1/2025).
Menurut dia, saat ini TPS3R Srigading telah mengolah sebanyak 4 ton sampah selama sepekan. Diharapkan dengan adanya renovasi bangunan dan penambahan alat, maka TPS3R Srigading, akan mampu mengolah sampah lebih dari 4 ton dalam sepekan. "Sehingga mampu mengatasi masalah sampah di lingkungan kami," katanya.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Bantul, Rudy Suharta mengaku pada 2024 pihaknya telah menyelesaikan pembangunan tiga TPS3R yang ada di Bumi Projotamansari, yakni TPS3R Bantul, TPS3R Caturharjo dan TPS3R Potorono yang dibiayai oleh Dana Keistimewaan.
Adapun TPS3R Potorono proyek pembangunan menelan Rp1,6 miliar dari Danais dan telah dalam penyelesaian pembangunan. Sedangkan TPS3R Bantul mendapatkan Rp940 juta dari Danais dan TPS3R Caturharjo yang mendapatkan anggaran dari Danais Rp1,2 miliar.
Kepala DLH Kabupaten Bantul Bambang Purwadi Nugroho mengungkapkan, pada 2025, pihaknya akan mengoptimalkan keberadaan TPST Modalan, TPST Dingkikan dan ITF Niten untuk mengatasi masalah sampah. Selain itu, sejumlah TPS3R seperti TPS3R Bantul, Potorono, Srigading, Sokowaten dan Caturharjo juga dioptimalkan untuk mengatasi sampah. "Untuk penambahan TPST tidak ada. Kami optimalkan yang ada," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Trump Ingin Konflik Iran Cepat Usai, Tekanan Justru Meningkat
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Tol Jogja-Solo Padat, 19.156 Kendaraan Lewat GT Purwomartani
- Geger Bau Bangkai Menyengat, Warga Kulonprogo Temukan Jenazah Pria
- KA Gajayana Menemper Orang di Kalasan, KAI Ingatkan Area Steril
- Pemkab Gunungkidul Tunggu Aturan WFH Pusat demi Hemat BBM
- Dispar Kulonprogo Catat Lonjakan Wisatawan, Congot Ungguli Glagah
Advertisement
Advertisement







