Advertisement
Kendaraan dari Exit Tol Tamanmartani Diarahkan ke Utara Selama Musim Mudik Lebaran 2025
Potret pembangunan Tol Jogja-Solo segmen Klaten-Prambanan di Gerbang Tol Prambanan pada Sabtu (30/11/2024). - Harian Jogja - Catur Dwi JanatiÃ
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Pemudik ke wilayah DIY semakin dipermudah melalui jalur darat dengan dibukanya fungsional tol hingga exit Tamanmartani. Untuk menghindari penumpukan di Jalan Solo, kendaraan dari exit tol Tamanmartani akan diarahkan ke utara.
Kabid Pengendalian Operasional Dishub DIY, Sumariyoto, menjelaskan untuk mudik lebaran tahun ini, Kementerian Perhubungan tidak membuat prediksi kendaraan yang masuk DIY. “Prediksinya Cuma yang keluar jalan tol dan non tol dari Jabodetabek. Totalnya yang keluar dari Jabodetabek 3,8 juta kendaraan,” ujarnya, Selasa (11/3/2025).
Advertisement
Pada musim mudik mendatang, exit tol Tamanmartani akan dibuka fungsional. Pembukaan dilakukan hanya satu arah. “Sementara dari hasil rapat koordinasi, disepakati selama H-7 sampai hari H hanya untuk yang dari tol keluar. Lalu H+1 sampai H+7 hanya untuk arah masuk tol,” katanya.
Kemudian kendaraan yang keluar dari exit tol, diarahkan ke utara melalui jalur alternatif Tempel-Prambanan. Hal ini bertujuan untuk menghindari penumpukan kendaraan di jalan Solo tepatnya di sekitar proliman Kalasan.
“Kalau ke kanan bisa lewat Jalan Kaliurang, Pakem. Paling banyak yang ke desa-desa seperti Purwomartani dan sebagainya. Karena jalan nasional [jalan Solo] sudah terlalu berat bebannya. Jadi untuk memcah konsentrasi saja,” paparnya.
Adapun kendaraan yang masuk dari perbatasan Prambanan diperkirakan akan tetap banyak. “Kelura dari Klaten tetap banyak. Saya juga menyarankan [pemudik] tidak keluar di Tamanmartani, karena hanya satu lajur, jadi pasti menimbulkan antrean panjang,” kata dia.
Hal ini berkaca pada pembukaan fungsional Prambanan-Jogonalan sebelumnya, yang juga menimbulkan antrean panjang. “Itu antreannya luar biasa. Itu juga bisa terjadi lagi di Tamanmartani. Makanya kalau tidak berkepentingan tidak perlu coba,” ungkapnya.
Kemudian titik rawan kemacetan diperkirakan masih terkonsentrasi di wilayah Kota Jogja. Ia mengimbau pengunjung untuk menghindari kawasan Malioboro sore sapai malam. “Kalau ma uke Malioboro sebaiknya pagi,” katanya.
Titik rawan kemacetan lainnya biasanya di Pathuk, Gunungkidul dan jalan Parangtritis. Namun pada tahun ini kemungkinan bisa berkurang karena sudah beroperasinya jembatan Pandansimo dan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS).
“Kalau melihat situasinya, Pathuk sekarang juga sudah berkurang pengunjung yang ke sana. Kalau jalan Parangtritis masih macet bisa diberlakukan satu arah. Tapi dengan adanya JJLS sudah tidak terlalu macet seperti dulu,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Iran Izinkan Kapal Negara Sahabat Lewati Selat Hormuz di Tengah Blokad
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- UMKM Jadi Mesin Perputaran Uang Saat Libur Lebaran di Sleman
- Mobil Dinas Baru di Pemkab Gunungkidul Batal, Jalan Rusak Jadi Fokus
- Arus Balik Mulai Padat di Bantul, Akses Parangtritis Diatur Satu Arah
- Duel Remaja di Pakualaman Jogja Terbongkar, Dua Pelajar Luka Parah
- Puluhan Telur Piton Ditemukan di Selokan Permukiman Warga Gunungkidul
Advertisement
Advertisement







