Pelajar Gunungkidul Diajak Jaga Budi Pekerti dan Budaya Damai
Pemkab Gunungkidul mendukung Gerakan Pelajar Jogja Santun dan Cinta Damai untuk mencegah kenakalan remaja dan kekerasan di sekolah.
Sejumlah pohon pisang ditanam warga di jalan rusak yang terjadi di Padukuhan Kepek I, Banyusoco, Playen. Kamis (10/4/2025). Harian Jogja/David Kurniawan.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Warga di Padukukan Kepek 1, Banyusoco, Playen menanam pohon pisan di jalan rusak pengubung Playen-Banyusoco. Adanya aksi protes ini diharapkan adanya perhatian sehingga jalan yang rusak cepat diperbaiki.
Pohon pisang yang ditanam ada tujuh batang di jalan rusak sepanjang 400 meter. Salah seorang warga Kepek 1, Daimah mengatakan, perbaikan jalan Playen-Banyusoco sudah dilakukan sekitar sepuluh tahun lalu. Namun, hingga sekarang belum ada rencana perbaikan ulang dikarenakan jalan yang sudah banyak kerusakan.
“Jalannya ramai karena selain penghubung ke Banyusoco, juga menghubungkan dengan wilayah di Kapanewon Panggang,” katanya kepada wartawan, Kamis (10/4/2025).
Dia menjelaskan, kerusakan yang terjadi sekitar tiga tahun lalu. Upaya penambalan secara swadaya sudah dilakukan Masyarakat dengan menutup menggunakan batu kapur.
Hanya saja, kata Daiman, upaya tersebut tidak maksimal karena lubang-lubang di jalan kembali muncul, khususnya saat musmi hujan. “Akibat jalan rusak ini sering menyebabkan terjadinya kecelakaan. Bahkan, ada yang sampai mengakibatkan korban jiwa,” ungkapnya.
Dukuh Kepek I, Mulyanto mengatakan, penanaman pohon pisang di ruas jalan Playen-Banyusoco sebagai bentuk protes. Aksi ini agar mendapatkan perhatian dari pemerintah sehingga kerusakan bisa segera ditangani.
“Yang rusak parah panjangnya hampir setengah kilometer. Harapannya ada perhatian dari pemkab untuk memperbaiki kerusakan,” katanya.
Ia mengaku sudah sering menolong pengendara roda dua yang terjatuh akibat kecelakaan yang disebabkan karena kerusakan jalan. “Memang sudah sering terjadi kecelakaan, jadi harus berhati-hati saat melintas khususnya malam hari dan saat terjadi hujan,” katanya.
Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Wadiyana saat dikonfirmasi adanya penanaman pohon pisang di jalan Playen Banyusoco, mengakui sedang menerjunkan tim untuk melakukan survei ke lokasi. “Tim sedang ke lapangan untuk survei. Setelah dilakukan survei dan kajian, maka bisa diusulkan untuk perbaikan,” kata Wadiyana.
Disinggung mengenai perbaikan secara menyeluruh, ia mengaku belum bisa dilakukan. Terlebih lagi, kata Wadiyana, ada pemangkasan anggaran infrastruktur yang besarannya mencapai 80% di tahun ini.
Meski demikian, ia tidak menampik masih memiliki anggaran sebesar Rp1,8 miliar untuk pemeliharaan. Hanya saja, penanganan yang dilakukan sebatas penambalan jalan dan belum dilaksanakan perbaikan secara menyeluruh. “Penambalan akan dilakukan di seluruh ruas jalan kabupaten di Gunungkidul,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mendukung Gerakan Pelajar Jogja Santun dan Cinta Damai untuk mencegah kenakalan remaja dan kekerasan di sekolah.
Rusia mengklaim menyerang pusat logistik dan fasilitas produksi drone Ukraina, sementara Iran memprotes serangan Ukraina di Laut Kaspia.
Pemkot Semarang menginstruksikan OPD dan warga siaga penuh menghadapi kemarau ekstrem 2026 untuk mencegah kebakaran dan gangguan kesehatan.
Distribusi Minyakita melalui BUMN mencapai 50,16%, namun harga rata-rata nasional masih berada di atas HET Rp15.700 per liter.
PDIP Kota Yogyakarta menanam 300 pohon, menggelar simulasi bencana, dan pelayanan kesehatan lansia saat pelantikan pengurus.
Samsung Galaxy Watch Ultra2 hadir dengan fitur kesehatan berbasis AI untuk trail running, diving, dan pemantauan kebugaran harian.