Advertisement
Jelang Musim Kemarau, Warga Bantul Diminta Tampung Air Hujan
Foto ilustrasi penampungan air hujan. - Harian Jogja/David Kurniawan
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul meminta warga untuk bersiap menghadapi potensi kekeringan meski saat ini masih terjadi hujan di sejumlah wilayah. Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Bantul, Antony Hutagaol menjelaskan fenomena saat ini termasuk dalam kategori kemarau basah.
"Secara resmi ini sudah masuk musim kemarau, tapi dengan karakteristik hujan yang masih turun di beberapa waktu tertentu. Ini berbeda dengan kemarau sebelumnya yang kering total," kata Antony, Senin (26/5/2025).
Advertisement
Menurut prediksi BMKG, musim penghujan baru akan kembali masuk pada September mendatang. Namun, hujan yang masih turun saat ini bersifat tidak merata dan berlangsung singkat. Karena itu, BPBD mendorong warga agar mulai menampung air hujan untuk menghadapi puncak kemarau mendatang.
"Jangan sampai air hujan yang masih tersedia sekarang ini dibuang begitu saja. Saat kering datang, kita sendiri yang kesulitan," ujarnya.
Wilayah yang diprediksi tetap rawan kekeringan antara lain Dlingo, Pundong, dan Piyungan, terutama kawasan perbukitan yang memang secara rutin mengalami kekurangan air di musim kemarau.
Ia berharap dengan kondisi kemarau yang tidak ekstrem tahun ini, kebutuhan air bersih masyarakat tetap bisa tercukupi dan pemerintah tidak perlu melakukan dropping air seperti tahun lalu. "Kalau cuaca tetap seperti ini, kombinasi panas dan hujan singkat, mudah-mudahan Bantul tidak sampai mengalami kekeringan parah," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- Marbot Masjid di Wates Temukan Pria Meninggal di Kamar Mandi
- Audit Polda DIY Ungkap Dugaan Kelalaian Pengawasan di Polresta Sleman
- Lonjakan PAD Wisata Awal 2026 Dorong Target Rp60 Miliar di Gunungkidul
- Harga Sayuran di Bantul Anjlok saat Panen Raya, Pedagang Mengeluh
- Galon Bekas dan Biopori Tekan Sampah Warungboto Jogja hingga 50 Persen
Advertisement
Advertisement




