Ganti Rugi Tol Jogja-YIA di Kulonprogo Cair, Sales Motor Serbu Lokasi
Pencairan ganti rugi tol Jogja-YIA di Kulonprogo dimanfaatkan sales motor. Warga utamakan beli tanah, kendaraan jadi opsi berikutnya.
Foto ilustrasi Koperasi Desa Merah Putih. / Foto dibuat menggunakan Artifical Intelligence ChatGPT
Harianjogja.com, KULONPROGO—Paguyuban Dukuh se-Kulonprogo atau yang biasa dikenal dengan Madukoro menginginkan adanya sinergi antara lumbung mataraman dengan koperasi desa merah putih (KDMP). Sinergi antara lumbung mataraman dengan KDMP bisa dilakukan karena keduanya saling mengisi. Lumbung mataraman sebagai lini produksi dan nantinya KDMP sebagai ranah pemasaran dan penjualan.
Ketua Madukoro Kulonprogo, Risdiyanto Dwi Atmojo mengatakan lumbung mataraman merupakan sistem kehidupan zaman dahulu yang memanfaatkan dan menghasilkan di sekitar masyarakat. Ketika berlebih atau ada sisanya itu dapat dijual ke untuk pemasukan masyarakat. "KDMP bisa menjadi endingnya produk yang dihasilkan dari lumbung mataraman," katanya, Kamis (21/8/2025).
BACA JUGA: Gempa Berkali-kali Guncang Bantul, Kulonprogo dan Gunungkidul Pagi Ini
Lumbung mataraman yang bisa dikembangkan dalam kaitannya dengan peternakan. Namun, ke depan bisa saja merambah pada perikanan. Risdiyanto menjelaskan peternak nanti diberikan kambing untuk dirawat yang terdiri dari jantan dan betina. Nantinya kotoran dan urin yang dihasilkan dari kambing dibeli untuk dibuat pupuk yang digunakan lahan pertanian.
"Produk pupuk itu pertama untuk kebutuhan sendiri sisanya baru dijual. Nah KDMP yang punya stan bisa bantu dijual di situ," ujar pria yang juga Dukuh Pongahan, Sentolo, Kulonprogo.
Risdiyanto mengaku sangat menyambut baik kehadiran KDMP di tiap kalurahan. Menurutnya, sebagai satu sistem yang akuntabel KDMP dapat sangat memberikan manfaat bagi warga di tingkat padukuhan. Sebab perekonomian bisa bergerak di tingkat kalurahan dan akses terhadap produk memudahkan masyarakat.
"Tentunya KDMP bagus tetapi harus dikelola dengan kreatif dan SDM yang mumpuni agar kebermanfaatannya meningkatkan kesejahteraan jangan sampai jadi saingan UMKM kecil. KDMP bisa memasarkan produk lumbung mataraman ataupun produk Bumdes," ucapnya.
Produk dari lumbung mataraman yang dipasarkan KDMP tidak hanya sekadar pupuk pertanian. Melainkan juga bisa sayur mayur yang harganya murah sehingga masyarakat bisa merasakannya karena KDMP ke depan akan memiliki stan di setiap kalurahan.
Konsep lumbung mataraman bisa dicontoh untuk program nasional karena cocok digunakan tidak hanya di DIY. Risdiyanto membocorkan memang sudah direncanakan untuk menjadi program nasional. "Lumbung mataraman akan menjadi konsep di tingkat nasional namun memang nomenklaturnya saya tidak tau," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pencairan ganti rugi tol Jogja-YIA di Kulonprogo dimanfaatkan sales motor. Warga utamakan beli tanah, kendaraan jadi opsi berikutnya.
Manchester City vs Chelsea di final Piala FA Wembley. Guardiola dan McFarlane siap duel perebutan gelar.
Milad Aisyiyah ke-109 di Jogja dihadiri 500 peserta. Tekankan dakwah kemanusiaan, UMKM, dan penguatan sosial perempuan.
Top Ten News Jogja 16 Mei 2026: Mandala Krida, 32 anak divisum, SPMB 2026, Waisak, hingga sapi kurban Presiden Prabowo.
Malioboro dipadati 50.138 wisatawan saat long weekend. Puncak kunjungan terjadi malam hari di Jogja.
Jelang peringatan Hari Jadi Ke-110, Kabupaten Sleman dinobatkan sebagai peringkat kedua Kabupaten Paling Maju di Indonesia