Masuk Gorong-gorong Bersihkan Sumbatan, Warga Sentolo Ditemukan Meninggal
Warga Sentolo, Kulonprogo, meninggal setelah masuk gorong-gorong untuk membersihkan sampah yang diduga menyumbat aliran air.
Kekeringan - Ilustrasi StockCake
Harianjogja.com, KULONPROGO—Musim penghujan mulai meredakan kekeringan di Kulonprogo. BPBD mencatat, dropping air terakhir dilakukan pada 31 Oktober dan kini sumber air warga mulai pulih.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kulonprogo, Budi Prastawa, mengatakan hujan yang turun menyebabkan mata air atau sumur warga mulai memiliki sumber air. Kondisi ini membuat dampak kekeringan mulai mereda bahkan hilang.
"Terakhir kami melakukan dropping air pada 31 Oktober lalu, sudah hampir dua pekan berlalu," katanya saat dikonfirmasi, Kamis (13/11/2025).
Budi menjelaskan, kekeringan di Kulonprogo terjadi karena faktor musim kemarau yang menyebabkan air tanah menghilang. Ia menyampaikan, dua titik terakhir yang mendapat bantuan air adalah Padukuhan Sumbersari, Kalurahan Banjarasri, Kapanewon Kalibawang, dan Padukuhan Junut, Kalurahan Purwoharjo, Kapanewon Samigaluh.
Meskipun intensitas hujan di Kulonprogo sejauh ini belum setiap hari, curah hujan yang ada sudah cukup untuk mengisi air tanah di daerah rawan kekeringan.
"Daerah kekeringan di Kulonprogo seringnya berada di kawasan Menoreh, seperti Samigaluh, Kalibawang, Girimulyo, dan beberapa bagian di Nanggulan serta Pengasih," ucapnya.
Menurut Budi, kekeringan yang terjadi kali ini terbilang tidak terlalu parah dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal ini terlihat dari jumlah tangki air yang digunakan untuk dropping air yang jumlahnya tidak banyak.
Bahkan, dari 100 unit tangki air yang disediakan oleh BPBD Kulonprogo, masih banyak yang tersisa dan belum terpakai. "Jadi, bantuan tangki air dari Baznas atau Dinsos DIY masih utuh," ungkapnya.
"Selama masa kekeringan kali ini, sudah 16 tangki air yang disalurkan, dan itu hanya milik BPBD saja," lanjut Budi. Ia menyampaikan, 16 tangki tersebut disalurkan sejak September 2025 lalu, baik untuk sekolah hingga tempat ibadah.
Budi mengaku jumlah tersebut adalah yang paling sedikit dibandingkan musim kemarau sebelumnya. "Pada tahun lalu, kekeringan berdampak pada sekitar seribu jiwa. Kalau sekarang, yang terdampak kekeringan tidak sampai 500 jiwa," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Sentolo, Kulonprogo, meninggal setelah masuk gorong-gorong untuk membersihkan sampah yang diduga menyumbat aliran air.
Energi hijau dan digitalisasi menjadi mesin pertumbuhan ekonomi. Investasi Rp2.258 triliun dibutuhkan untuk mengejar pertumbuhan 6 persen pada 2027.
Prabowo meminta TNI mengutamakan sistem prestasi, bukan sekadar senioritas, serta memperkuat sinergi lintas lembaga dan penguasaan teknologi.
Densus 88 menangkap 11 tersangka terorisme di enam provinsi. Mereka diduga terkait jaringan Daulah Islamiyah dan menjalani pelatihan.
Dua atlet menembak Gunungkidul, Kanuruan Al Ghozi dan Anang Febrian, mengikuti Pelatnas untuk kejuaraan dunia Qatar sebagai kualifikasi Olimpiade 2028.
Hyundai membatalkan peluncuran Ioniq 3 di Australia karena biaya impor tinggi. Harga mobil listrik itu dinilai sulit bersaing.