Advertisement
Inflasi DIY Diklaim Terkendali, Harga Pangan Tetap Dipantau
Pedagang cabai rawit merah. - Foto ilustrasi - Antara
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO—Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY melakukan pemantauan stok dan harga kebutuhan pokok di Pasar Wates, Kulonprogo, Jumat (5/12/2025). Langkah ini untuk memastikan ketersediaan sembako tetap aman menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Setda DIY, Eling Priswanto, mengatakan persediaan bahan pokok di Kulonprogo dipastikan aman meski konsumsi masyarakat diperkirakan meningkat. Beras, cabai, dan sejumlah komoditas penting lainnya dinilai masih mencukupi. Namun, TPID menemukan sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga.
Advertisement
“Memang terdapat sedikit kenaikan untuk komoditas cabai dan bawang merah, tetapi itu hal yang wajar ketika menghadapi momen hari besar,” ujarnya.
Eling menjelaskan kenaikan harga dipicu cuaca yang tak menentu dan musim hujan yang menyebabkan serangan hama. Kondisi itu membuat hasil panen beberapa komoditas menurun. Selain itu, bencana di daerah-daerah penyangga juga menjadi salah satu faktor pendorong kenaikan harga.
BACA JUGA
“Inflasi DIY saat ini berada di angka 2,92 persen dan masih terkendali. Harapannya perayaan Nataru tidak memicu kenaikan inflasi yang signifikan sehingga kondisi tetap aman,” jelasnya.
Sementara itu, pedagang Pasar Wates, Tukirah, mengungkapkan lonjakan harga cabai terjadi dalam empat hari terakhir. Kenaikan paling terasa pada cabai rawit merah yang kini mencapai Rp75.000/kg, atau hampir dua kali lipat dari harga sebelumnya di kisaran Rp37.000–Rp38.000/kg.
“Harga Rp75.000 per kilogram itu kulakan. Kemungkinan naik karena tanaman diserang hama,” katanya.
Untuk cabai rawit merah keriting, harga kulakan berada di angka Rp55.000/kg. Adapun cabai rawit hijau mencapai Rp70.000/kg, dan cabai hijau besar Rp25.000/kg. Serangan hama menyebabkan banyak tanaman rontok dan mengurangi pasokan.
Tukirah menambahkan, meski harga naik, penjualan cabai masih stabil. Namun ia tidak menampik kenaikan berkepanjangan bisa memengaruhi daya beli konsumen. “Bawang merah juga naik, sekarang dijual antara Rp54.000 sampai Rp56.000 per kilogram,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Jual Flash Disk Lagu Bajakan di Marketplace Terancam 10 Tahun Penjara
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- MPM PP Muhammadiyah Perkuat Ekonomi Akar Rumput, Dampingi 11 Komunitas
- Kurangi Risiko Longsor, Pohon di Tebing Clongop Dipotong
- Bocah 9 Tahun Tenggelam di Glagah, Pencarian Hari Kedua Nihil
- Libur Lebaran 2026, Bantul Tambah Petugas TPR Wisata Pantai
- Inilah Jalur Rawan Kecelakaan di Gunungkidul Saat Mudik Lebaran
Advertisement
Advertisement








