Advertisement

1.337 Keluarga di Bantul Lulus Mandiri dan Keluar dari Program PKH

Newswire
Selasa, 13 Januari 2026 - 14:57 WIB
Maya Herawati
1.337 Keluarga di Bantul Lulus Mandiri dan Keluar dari Program PKH Pembagian bansos di Kantor Pos Indonesia. - ilustrasi - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Sosial Kabupaten Bantul mencatat sebanyak 1.337 keluarga penerima manfaat (KPM) memilih graduasi mandiri sepanjang 2025, dengan menyatakan keluar dari Program Keluarga Harapan (PKH) karena merasa telah mampu secara ekonomi.

"Tahun 2025 ada sebanyak 1.337 KPM yang graduasi mandiri. Jadi, mereka telah menyatakan diri keluar dari program PKH, karena kesadaran sendiri menyatakan sudah tidak memerlukan bantuan," kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bantul Sukrisna Dwi Susanto di Bantul, Selasa (13/1/2026).

Advertisement

Sukrisna menjelaskan, KPM yang melakukan graduasi mandiri tersebar di seluruh kecamatan di Bantul. Sebelumnya, para keluarga tersebut merupakan penerima bantuan sosial pemerintah dalam rangka penanggulangan kemiskinan melalui PKH.

Keputusan keluar dari kepesertaan PKH diambil karena kondisi kesejahteraan keluarga dinilai telah meningkat. Selain itu, sejumlah komponen dalam keluarga yang menjadi syarat penerima bantuan juga tidak lagi terpenuhi.

"PKH itu bantuan tunai bersyarat, ada komponennya, seperti kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan. Misalnya untuk kesehatan itu ibu hamil dan menyusui atau ada balita di dalamnya, dan mereka graduasi karena sudah habis tiga komponen dalam satu keluarga," katanya.

Ia menambahkan, ada pula KPM yang memilih keluar karena kondisi ekonomi keluarga membaik, misalnya salah satu anggota keluarga diterima bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS) atau bergabung dengan TNI/Polri. Dengan perubahan tersebut, keluarga merasa tidak lagi pantas menerima bantuan sosial.

Sementara itu, Kepala Seksi Pengelolaan Bantuan Sosial dan Penanganan Korban Bencana Dinsos Bantul, Jazim Ahmadi, menyampaikan bahwa dorongan KPM untuk melakukan graduasi mandiri tidak lepas dari peran pendamping PKH. Para pendamping secara aktif memotivasi keluarga agar mampu mandiri dan keluar dari ketergantungan bantuan pemerintah.

"Jadi, di Bantul ada petugas pendamping PKH. Tugas mereka juga memotivasi agar KPM bisa 'mentas' dari bantuan. Setiap pendamping PKH ditarget minimal ada 10 KPM yang graduasi per tahun," katanya.

Jazim menjelaskan, di seluruh Bantul terdapat sekitar 200 pendamping PKH. Setiap pendamping membina hingga maksimal 350 KPM. Hingga akhir 2025, jumlah KPM di Bantul tercatat sekitar 53.000 keluarga.

"PKH memang ditarget Kementerian Sosial minimal 10 KPM yang graduasi sebagai pengurangan kepesertaan. Karena bantuan ini memiliki jangka waktu maksimal enam tahun, maka di sela-sela itu KPM didorong untuk graduasi keluar dari program PKH," katanya.

Capaian 1.337 KPM graduasi mandiri ini menjadi indikator peningkatan kemandirian ekonomi warga Bantul sekaligus efektivitas pendampingan dalam program penanggulangan kemiskinan.

BACA JUGA

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Kim Jong Un Rombak Pengawal, Khawatir Skenario Ukraina

Kim Jong Un Rombak Pengawal, Khawatir Skenario Ukraina

News
| Selasa, 13 Januari 2026, 17:37 WIB

Advertisement

Tren Wisata 2026: Bangkok Teratas, Bali 10 Besar Dunia

Tren Wisata 2026: Bangkok Teratas, Bali 10 Besar Dunia

Wisata
| Selasa, 13 Januari 2026, 16:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement