Advertisement

Ancaman Longsor Bayangi SDN Kokap, Rekahan Tanah Makin Melebar

Khairul Ma'arif
Minggu, 18 Januari 2026 - 18:07 WIB
Jumali
Ancaman Longsor Bayangi SDN Kokap, Rekahan Tanah Makin Melebar Tanah Longsor / Ilustrasi Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, KULONPROGO—SD Negeri (SDN) Kokap, Kabupaten Kulonprogo, menghadapi ancaman longsor serius setelah rekahan tanah di halaman sekolah semakin melebar akibat hujan yang turun dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut berdampak langsung pada kegiatan belajar mengajar (KBM) yang kini sebagian terpaksa dilakukan di tenda darurat.

Kepala SDN Kokap, Surohim, mengatakan intensitas hujan yang tinggi membuat kondisi tanah di area sekolah semakin tidak stabil. Halaman sekolah yang biasa digunakan untuk upacara bendera setiap Senin dilaporkan mengalami penurunan tanah yang cukup signifikan.

Advertisement

“Amblasnya sudah sekitar satu meter karena hujannya dua hari berturut-turut,” katanya saat dikonfirmasi, Ahad (16/1/2026).

Akibat kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo memasang tenda darurat yang kini dimanfaatkan sebagai ruang kelas sementara. Tenda tersebut digunakan untuk kegiatan belajar mengajar kelas V karena keterbatasan ruang kelas dan demi menjaga keselamatan siswa serta guru.

Menurut Surohim, tenda darurat sengaja ditempatkan di area halaman sekolah yang belum terdampak rekahan tanah. Namun demikian, penggunaan tenda tetap bersifat situasional menyesuaikan kondisi cuaca.

“Untuk KBM kelas V di tenda ini karena kondisi darurat. Ketika hujan deras maka kelas V dipindahkan ke musala karena khawatir membahayakan,” lanjut Surohim.

Hingga saat ini, belum ada penanganan permanen terhadap kondisi tanah dan bangunan sekolah tersebut. Pihak sekolah masih menunggu langkah lanjutan dari instansi terkait sehingga KBM di tenda darurat masih terus berlangsung.

Sementara itu, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana SD, SMP Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kulonprogo, Gigih Muktitama, mengakui bahwa penanganan lanjutan terhadap kondisi SDN Kokap belum dilakukan.

“Belum ada penanganan masih menunggu,” jelasnya.

Sebelumnya, Surohim juga menjelaskan bahwa kondisi bangunan sekolah awalnya tidak semiring saat ini. Namun, hujan yang turun terus-menerus menyebabkan pergeseran tanah yang membuat salah satu ruangan semakin miring dan jaraknya dengan ruang lain semakin menganga.

“Awalnya retakan itu tidak membuat ruangan dapur sebelah ruang guru itu miring, sekarang sudah bergeser sekitar 30 centimeter akibat hujan,” katanya saat ditemui di SDN Kokap, Selasa (6/1/2025).

Melihat kondisi yang semakin membahayakan, pihak sekolah berinisiatif mengajukan permohonan tenda darurat kepada BPBD Kulonprogo. Tenda tersebut kemudian dipasang pada Senin (5/1/2026) sore dan langsung difungsikan untuk menunjang kegiatan sekolah.

“Tenda darurat dari BPBD Kulonprogo sudah terpasang digunakan untuk ruang guru dan ruang kelas V untuk kegiatan belajar mengajar,” lanjut Surohim.

Ia menambahkan, sejak Selasa (6/1/2026), siswa kelas V resmi melaksanakan KBM di tenda darurat, bukan di bangunan utama SDN Kokap. Langkah ini diambil untuk memastikan keselamatan guru dan murid dari potensi pergerakan tanah dan longsor.

Selain memanfaatkan tenda darurat, pihak sekolah juga menerapkan kebijakan belajar dari rumah bagi sejumlah siswa. Hal ini dilakukan karena keterbatasan ruang kelas dan adanya rekomendasi dari instansi terkait untuk tidak menggunakan beberapa ruang yang dinilai rawan pergerakan tanah.

“Sesuai rekomendasi dari instansi terkait ada sejumlah ruang kelas yang tidak digunakan khawatir terjadi pergerakan tanah,” tutur Surohim.

Kondisi tersebut dinilai memprihatinkan karena para siswa harus menjalani proses belajar dalam situasi yang kurang nyaman dan jauh dari kondisi ideal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Proses Pencarian Pesawat ATR 42-500 Capai Titik Baru, Ini Kata Menhub

Proses Pencarian Pesawat ATR 42-500 Capai Titik Baru, Ini Kata Menhub

News
| Minggu, 18 Januari 2026, 21:17 WIB

Advertisement

Museum Iptek Hainan Dibuka, Tawarkan Wisata Sains Imersif

Museum Iptek Hainan Dibuka, Tawarkan Wisata Sains Imersif

Wisata
| Sabtu, 17 Januari 2026, 14:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement