Advertisement
Polresta Jogja Pastikan Mahasiswi Korban Jambret Tak Dipidana
Mahasiswi korban jambret, Eviana menunjukkan piagam penghargaan di Polresta Jogja, Rabu (11/2/2026). - Harian Jogja - Ariq Fajar Hidayat
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Polresta Jogja menegaskan mahasiswi korban jambret di Umbulharjo, Eviana, tidak akan diproses hukum meski sempat mengejar hingga membuat pelaku terjatuh saat peristiwa penjambretan terjadi pada Senin (9/2/2026). Kepolisian memastikan tindakan korban masuk kategori pembelaan diri dan mempertahankan barang miliknya.
Penegasan tersebut disampaikan langsung Kapolresta Jogja, Kombes Pol Eva Guna Pandia, menyusul munculnya perbincangan di media sosial terkait insiden yang sempat viral tersebut. Ia menilai langkah korban justru membantu mencegah tindak kejahatan.
Advertisement
“Tidak ada pidana. Saya jamin tidak ada. Kami justru mengapresiasi korban karena membela diri dan membantu mencegah kejahatan,” ujar Eva, Rabu (11/2/2026).
Eva juga menegaskan apabila pelaku penjambretan berupaya melaporkan balik dengan dalih kecelakaan lalu lintas atau mengaku ditabrak korban, maka laporan tersebut tidak akan diterima.
BACA JUGA
“Kalau pelaku lapor balik, akan kami tolak karena dia adalah pelaku kejahatan,” katanya.
Menurut Eva, warga yang turut membantu mengamankan pelaku telah bertindak sesuai prosedur karena tidak melakukan tindakan main hakim sendiri dan segera menyerahkan pelaku kepada aparat kepolisian.
“Ini yang kami harapkan. Masyarakat membantu, tapi tetap menyerahkan ke aparat,” ucapnya.
Sebagai langkah antisipasi, Polresta Jogja akan meningkatkan intensitas patroli, baik patroli rutin maupun patroli lalu lintas, dengan melibatkan fungsi reserse kriminal dan intelijen. Peningkatan pengamanan ini dilakukan terutama menjelang bulan Ramadan guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Kami akan tingkatkan patroli dan mengajak masyarakat bersama-sama menjaga situasi agar Jogja tetap aman, damai, dan kondusif,” kata Eva.
Sementara itu, Eviana menjelaskan insiden tersebut bukanlah aksi menabrak secara sengaja. Ia menyebut peristiwa itu terjadi akibat senggolan saat pelaku berbelok di jalan buntu hingga kehilangan keseimbangan dan terjatuh.
“Kalau dibilang menabrak sebenarnya enggak. Itu senggolan dikit waktu belok, terus pelaku oleng dan jatuh,” kata Eviana.
Eviana mengaku pada saat kejadian dirinya tidak sempat merasa takut karena fokus mengejar ponsel yang dijambret. Rasa khawatir justru muncul setelah peristiwa tersebut ramai dibahas di media sosial dan memunculkan beragam komentar dari warganet.
“Pas kejadian enggak takut. Setelahnya baru agak kepikiran karena baca komentar-komentar,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Viral Korban Penganiayaan Kapuk Dilaporkan, Ini Respons Kuasa Hukum
Advertisement
Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan
Advertisement
Berita Populer
- Kasus Pembakaran Fasilitas Polisi, Mahasiswa UNY Dituntut 1 Tahun
- Bulog Lanjutkan Serap Gabah 2026, Petani Sleman Tak Perlu Jual Murah
- Jadwal Lengkap KRL Solo-Jogja, Rabu 11 Februari 2026
- Jadwal Lengkap KRL Jogja-Solo, Rabu 11 Februari 2026
- KID DIY Dorong Akses Informasi Terbuka untuk Perkuat Mitigasi Bencana
Advertisement
Advertisement



