Advertisement

Kasus TBC Jogja 1.333 Orang, Dinkes Perkuat Skrining Kontak

Stefani Yulindriani Ria S. R
Rabu, 18 Februari 2026 - 14:17 WIB
Maya Herawati
Kasus TBC Jogja 1.333 Orang, Dinkes Perkuat Skrining Kontak Skrining TBC / Ilustrasi Antara

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Kasus tuberkulosis (TBC) di Kota Jogja masih tinggi dengan 1.333 penderita tercatat sepanjang 2025 sehingga menjadi perhatian serius sektor kesehatan daerah. Hal ini ditegaskan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja yang mengoptimalkan pemeriksaan kontak erat sebagai strategi pengendalian penularan TBC.

Data tersebut menunjukkan sebagian besar pasien menjalani pengobatan di fasilitas kesehatan Kota Jogja, dengan sekitar 600 orang merupakan warga ber-KTP Kota Jogja dan sisanya berasal dari luar daerah. Kondisi ini memperlihatkan mobilitas layanan kesehatan di kota tersebut sekaligus tantangan pengendalian penyakit menular di wilayah perkotaan.

Advertisement

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinkes Kota Jogja, dr. Endang Sri Rahayu, menuturkan angka penemuan kasus TBC tergolong tinggi. Namun, pemeriksaan terhadap kontak serumah pasien masih belum optimal sehingga menjadi fokus utama pengendalian pada tahun ini.

“Kami memang menemukan kasus cukup tinggi, tetapi persoalannya masih pada kontak serumah yang belum optimal diperiksa. Ini yang perlu terus kita tingkatkan,” katanya, Selasa (17/2/2026).

Ia menjelaskan target pengendalian TBC pada 2026 dilakukan melalui penguatan penemuan kasus aktif, memastikan pasien menjalani pengobatan hingga tuntas, serta pemberian terapi pencegahan bagi kontak erat penderita. Langkah ini dinilai penting untuk menekan potensi penularan di masyarakat.

Endang menuturkan TBC merupakan penyakit menular melalui udara sehingga berisiko tinggi menyebar di lingkungan padat penduduk maupun hunian dengan ventilasi buruk. Rumah yang lembap, minim sirkulasi udara, serta kurang paparan sinar matahari dapat meningkatkan risiko penularan penyakit tersebut.

Sebagai upaya pencegahan, Dinkes Kota Jogja mengoptimalkan strategi investigasi kontak dengan menindaklanjuti setiap kasus yang ditemukan melalui skrining anggota keluarga serumah, rekan kerja satu ruangan, hingga tetangga yang memiliki kontak erat. Kontak yang menunjukkan gejala akan diperiksa lebih lanjut, sedangkan yang belum bergejala dapat diberikan terapi pencegahan.

“Orang yang sudah kontak dengan pasien TB berisiko terinfeksi. Dengan terapi pencegahan, harapannya tidak berkembang menjadi sakit TB,” katanya.

Epidemiolog Kesehatan Dinkes Kota Jogja, Setyo Gati Candra Dewi, menyampaikan tidak semua pasien yang memulai pengobatan berhasil menyelesaikannya. Kendala yang dihadapi antara lain pasien putus obat, pindah domisili tanpa terlacak, gagal pengobatan, hingga meninggal dunia.

Ia mengungkapkan pada tahun lalu terdapat 90 orang penderita TBC yang meninggal dunia dari total 1.319 pasien yang telah menjalani pengobatan sejak 2024. Meski demikian, tidak seluruh kematian disebabkan langsung oleh TBC karena banyak pasien memiliki penyakit penyerta seperti diabetes, HIV, maupun komorbid lainnya.

“Memang tidak semua kematian murni karena TBC. Banyak pasien memiliki penyakit penyerta seperti diabetes, HIV, atau komorbid lainnya. Namun, secara pencatatan tetap masuk sebagai kematian TBC,” katanya.

Dinkes Kota Jogja berharap pasien TBC dapat menjalani pengobatan hingga selesai sesuai anjuran medis agar peluang kesembuhan meningkat sekaligus menekan risiko penularan di lingkungan sekitar, seiring upaya penguatan skrining kontak erat sebagai strategi utama pengendalian kasus TBC di Kota Jogja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

KPK Ungkap Rp5 Miliar dalam Lima Koper Disimpan di Safe House

KPK Ungkap Rp5 Miliar dalam Lima Koper Disimpan di Safe House

News
| Rabu, 18 Februari 2026, 16:17 WIB

Advertisement

Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan

Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan

Wisata
| Senin, 16 Februari 2026, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement