Advertisement
197 Sekolah di Gunungkidul Direvitalisasi, Fokus Sarana Belajar
Foto ilustrasi sekolah rusak, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Program revitalisasi sekolah Gunungkidul kembali diperluas pada 2026 dengan total 197 satuan pendidikan mendapat perbaikan dari Pemerintah Pusat. Hal ini ditegaskan Dinas Pendidikan Gunungkidul yang menargetkan peningkatan kualitas sarana belajar agar kegiatan pembelajaran lebih aman dan nyaman bagi siswa.
Rinciannya mencakup 68 pendidikan anak usia dini (PAUD), 105 sekolah dasar (SD), dan 24 sekolah menengah pertama (SMP) yang akan diperbaiki tahun ini. Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul, Nunuk Setyowati, menjelaskan jumlah tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya karena pelaksanaan program revitalisasi 2025 dinilai berjalan baik.
Advertisement
Program revitalisasi sekolah Gunungkidul di Bumi Handayani, lanjutnya, memang rutin dilakukan setiap tahun. Sebagai perbandingan, pada 2025 terdapat 45 sekolah yang diperbaiki melalui anggaran Pemerintah Pusat, terdiri atas 22 PAUD, 14 SD, dan sembilan SMP.
Menurut Nunuk, peningkatan jumlah sekolah yang direvitalisasi pada 2026 juga dipengaruhi keberhasilan pelaksanaan tahun sebelumnya sehingga kuota diperbesar. Pemerintah daerah sebenarnya mengusulkan lebih dari 300 sekolah, tetapi yang disetujui sebanyak 197 sekolah.
BACA JUGA
“Kami ajukan lebih dari 300 sekolah, tapi yang disetujui untuk direvitalisasi ada 68 Paud, 105 SD dan 24 SMP diperbaiki tahun ini oleh Pemerintah Pusat,” katanya.
Terkait dengan anggaran revitalisasi sekolah Gunungkidul, Nunuk mengaku belum dapat merinci karena proses masih tahap awal pengumuman dan verifikasi. Kepastian anggaran masih menunggu koordinasi lanjutan dengan masing-masing kepala sekolah di kementerian terkait.
“Prosesnya masih pajang karena ada koordinasi dengan kepala sekolah berkaitan dengan rencana anggaran belanja [RAB] untuk revitalisasi,” katanya.
Ia menjelaskan besaran anggaran setiap sekolah tidak sama karena disesuaikan dengan tingkat kerusakan bangunan dan jenis pekerjaan yang dibutuhkan. Ada sekolah yang hanya mendapatkan perbaikan satu hingga tiga ruang kelas, pembangunan toilet, hingga kombinasi ruang kelas dan fasilitas sanitasi.
“Kalau tahun lalu ada yang dapat satu ruang kelas, tiga kelas. Terus ada yang hanya membangun fasilitas toilet, tapi ada juga yang dapat program pembangunan ruang kelas dan toilet. Jadi, anggarannya untuk masing-masing sekolah tidak sama,” katanya.
Melalui program revitalisasi sekolah Gunungkidul ini, pemerintah berharap fasilitas pendidikan dapat memenuhi standar sarana dan prasarana sehingga proses belajar mengajar berlangsung optimal. Bangunan sekolah yang layak dinilai penting untuk menjamin keamanan sekaligus kenyamanan siswa.
“Tentunya dengan bangunan yang baik, maka kegiatan murid di sekolah dapat aman dan nyaman,” katanya.
Wakil Ketua DPRD Gunungkidul, Heri Nugroho, menilai sektor pendidikan di wilayah tersebut memang masih memerlukan peningkatan, baik dari sisi fasilitas maupun kualitas pendidikan. Ia menegaskan perbaikan sekolah harus terus dilakukan agar siswa mendapatkan lingkungan belajar yang kondusif.
“Yang tak kalah penting, mutu pendidikannya juga harus terus ditingkatkan karena jadi modal bagi generasi muda menatap masa depan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Susunan Lengkap Dewas dan Direksi BPJS Kesehatan Periode 2026-2031
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
- Pemda DIY Serahkan LKPD 2025 ke BPK, Tegaskan Transparansi
- Pemkot Jogja Nilai Mayoritas Gedung Pemerintah Tahan Gempa
- Cuaca Ekstrem Terjang Sleman, Rumah Rusak hingga Longsor
- Jogokariyan hingga Kauman Rawan Macet, Ini Antisipasi Dishub Jogja
- Revitalisasi 21 Sekolah di Sleman, Dana Rp10,5 Miliar Dikucurkan
Advertisement
Advertisement






