Advertisement

DPRD Gunungkidul Desak Mitigasi Kebencanaan di Masyarakat Diperkuat

David Kurniawan
Kamis, 19 Februari 2026 - 19:17 WIB
Abdul Hamied Razak
DPRD Gunungkidul Desak Mitigasi Kebencanaan di Masyarakat Diperkuat Ketua DPRD Gunungkidul, Endang Sri Sumiyartini bersama jajarannya saat memberikan bantuan makanan kepada warga terdampak banjir di Kalurahan Tegalrejo, Gedangsari, Rabu (18/2 - 2026). Foto istimewa DPRD Gunungkidul

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kalangan DPRD Gunungkidul mendesak pemerintah daerah untuk memperkuat program mitigasi bencana menyusul rentetan bencana alam akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah Gunungkidul dalam dua hari terakhir.

Ketua DPRD Gunungkidul, Endang Sri Sumiyartini, menyebut hujan intensitas tinggi disertai angin kencang memicu sejumlah bencana, mulai dari banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang yang merusak rumah warga serta mengganggu jaringan listrik.

Advertisement

“Lokasi terparah dari dampak cuaca ekstrem berada di Gedangsari dan Ngawen,” ujar Endang, Kamis (19/2/2026).

Ia mengungkapkan DPRD telah meninjau langsung lokasi banjir di Kalurahan Tegalrejo pada Rabu (18/2/2026). Selain memastikan penanganan awal berjalan, DPRD juga menyalurkan bantuan permakanan guna meringankan beban warga terdampak.

“Kondisinya cukup parah. Kejadian ini harus menjadi pembelajaran bersama agar kesiapsiagaan bencana benar-benar diperkuat,” katanya.

Politikus PDI Perjuangan ini mendorong Pemkab Gunungkidul memperluas jaringan Kalurahan Tangguh Bencana di seluruh wilayah Bumi Handayani. Menurutnya, program tersebut penting untuk membekali masyarakat dengan edukasi kebencanaan, termasuk langkah yang harus dilakukan saat bencana terjadi.

“Kesiapsiagaan menjadi kunci. Dengan kalurahan tangguh bencana, masyarakat lebih siap menghadapi risiko,” ucapnya.

Endang menambahkan, DPRD akan merekomendasikan kepada bupati agar penguatan mitigasi kebencanaan menjadi prioritas. Selain itu, dalam pembahasan APBD murni maupun perubahan, DPRD akan mendorong Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) menambah alokasi anggaran untuk mitigasi.

“Jangan menunggu bencana besar baru bertindak. Penguatan mitigasi harus dilakukan sejak sekarang,” tegasnya.

Dorongan serupa disampaikan Anggota Fraksi Golkar DPRD Gunungkidul, Ery Agustin Sudiyanti. Ia menilai meski bencana tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian material di masyarakat cukup signifikan.

“Kami mengapresiasi tim evakuasi yang bergerak cepat sehingga dampak bisa ditekan,” ujarnya.

Ery berharap pemerintah daerah segera melakukan pembenahan terhadap kerusakan, terutama fasilitas umum. Namun demikian, ia mengingatkan agar penggunaan anggaran tetap dilakukan secara cermat dan sesuai ketentuan.

“Penanganan harus cepat, khususnya untuk fasilitas publik yang terdampak,” katanya.

Titik Longsor Bertambah

Terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Edy Winarta, mengungkapkan cuaca ekstrem selama Selasa dan Rabu memicu banyak kejadian bencana.

Pada Selasa (18/2/2026), tercatat 37 titik longsor yang tersebar di Gedangsari, Nglipar, Ngawen, dan Semin. Selain itu, banjir juga melanda sembilan titik di Kalurahan Tegalrejo, Gedangsari.

“Sebanyak 165 warga terdampak dan 113 jiwa terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman,” jelas Edy.

Sementara pada Rabu, BPBD mencatat 27 kejadian pohon tumbang di sejumlah kapanewon serta 12 titik longsor tambahan di Gedangsari dan Nglipar. Total kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp35,9 juta.

“Kami pastikan seluruh rangkaian kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Kronologi AKBP Didik Diduga Jadi Gembong Narkoba Berujung PTDH

Kronologi AKBP Didik Diduga Jadi Gembong Narkoba Berujung PTDH

News
| Kamis, 19 Februari 2026, 21:07 WIB

Advertisement

Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan

Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan

Wisata
| Senin, 16 Februari 2026, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement