Advertisement

Konsumsi Protein Digencarkan, Cegah Stunting di Gedongtengen Jogja

Stefani Yulindriani Ria S. R
Selasa, 07 April 2026 - 17:37 WIB
Maya Herawati
Konsumsi Protein Digencarkan, Cegah Stunting di Gedongtengen Jogja Warga Gedongtengen mengikuti sosialisasi upaya penurunan stunting di Kemantren Gedongtengen, Selasa (7/4 - 2026). / Dok. Kemantren Gedongtengen

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Gerakan Mengonsumsi Protein (Gembrot) mulai didorong menjadi kebiasaan harian warga di Gedongtengen, sebagai langkah konkret menekan risiko stunting pada anak. Program ini tak hanya berupa sosialisasi, tetapi juga praktik langsung pengolahan makanan bergizi di tingkat keluarga.

Kegiatan yang digelar di Kemantren Gedongtengen ini menyasar orang tua, terutama ibu, agar mampu menyediakan menu tinggi protein dari bahan lokal yang mudah dijangkau.

Advertisement

Mantri Pamong Praja Gedongtengen, Ananto Wibowo, menyebut Gembrot menjadi strategi penting untuk memperkuat pemahaman masyarakat terkait kebutuhan gizi anak.

“Intervensi gizi melalui protein yang cukup menjadi kunci perbaikan status gizi anak. Melalui Bimtek ini, orang tua dibekali pengetahuan praktis mengolah pangan lokal yang kaya protein, terjangkau, dan disukai anak,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).

Program ini muncul di tengah tren kenaikan prevalensi stunting di Kota Jogja. Data Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) mencatat angka stunting mencapai 12,13% pada Februari 2025, meningkat dari 10,07% pada Juni 2024.

Melalui Gembrot, warga tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktik langsung mengolah makanan berbasis protein untuk kebutuhan sehari-hari anak.

Ananto menilai, pemenuhan gizi pada masa emas pertumbuhan anak menjadi faktor krusial yang menentukan kualitas tumbuh kembang di masa depan.

Ia juga menekankan bahwa edukasi masih menjadi tantangan, karena tidak semua keluarga memiliki pemahaman yang cukup terkait pengolahan makanan bergizi.

Tanpa perubahan kebiasaan konsumsi di rumah, risiko stunting dinilai tetap tinggi meskipun intervensi program sudah dilakukan.

“Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kemandirian keluarga dalam menyediakan menu sehat bagi anak,” katanya.

Ke depan, Gembrot diharapkan tidak hanya menjadi program sesaat, tetapi berkembang sebagai gerakan berkelanjutan yang membentuk pola makan sehat di masyarakat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Gaji ke-13 ASN Masih Dikaji, Menkeu: Tunggu Keputusan

Gaji ke-13 ASN Masih Dikaji, Menkeu: Tunggu Keputusan

News
| Selasa, 07 April 2026, 20:17 WIB

Advertisement

Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis

Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis

Wisata
| Minggu, 05 April 2026, 21:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement