Advertisement

Difabel di Purwokinanti Dilatih Bikin Telur Asin untuk Usaha

Stefani Yulindriani Ria S. R
Selasa, 14 April 2026 - 17:57 WIB
Sunartono
Difabel di Purwokinanti Dilatih Bikin Telur Asin untuk Usaha Warga disabilitas / Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA— Kelurahan Purwokinanti, Kemantren Pakualaman, Kota Jogja menggelar pelatihan pembuatan telur asin bagi warga penyandang disabilitas sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi. Program ini menjadi bagian dari langkah memperkuat lingkungan inklusif melalui pemberdayaan keterampilan berbasis usaha rumahan.

Pelatihan yang digelar pada awal April 2026 ini diikuti puluhan peserta penyandang disabilitas yang datang bersama pendamping. Kegiatan difokuskan pada keterampilan praktis yang mudah diterapkan dan memiliki peluang ekonomi.

Advertisement

Lurah Purwokinanti, Moch Ismail, mengatakan pelatihan ini dirancang untuk membuka akses usaha bagi kelompok penyandang disabilitas agar lebih berdaya. “Pelatihan ini dirancang untuk membekali warga difabel dengan keterampilan praktis di bidang pengolahan pangan yang memiliki peluang usaha,” ujarnya, Senin (13/4/2026).

Peserta mendapatkan materi mulai dari pemilihan bahan baku hingga proses produksi telur asin dengan metode sederhana. Selain itu, mereka juga dikenalkan pada teknik pemasaran agar produk yang dihasilkan memiliki nilai jual.

“Tujuannya [pelatihan pembuatan telur asin] adalah meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi. Kami memberikan pembekalan mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan dengan metode sederhana, hingga teknik pemasaran produknya,” imbuhnya.

Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Purwokinanti, Triani, menambahkan kegiatan ini merupakan bagian dari program berkelanjutan untuk memastikan kelompok rentan seperti penyandang disabilitas mendapatkan kesempatan yang setara dalam peningkatan kesejahteraan.

“Kami berharap peserta dapat memanfaatkan ilmu yang diperoleh untuk membangun usaha mandiri di rumah, sehingga mampu membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga,” katanya.

Pelatihan dipandu oleh instruktur Olivia Ruminda dengan kombinasi teori dan praktik langsung. Peserta diajarkan teknik memilih dan membersihkan telur berkualitas, proses pengasinan agar menghasilkan rasa yang baik, hingga strategi pemasaran hasil olahan.

Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi penyandang disabilitasdi wilayah Purwokinanti.

Pemilihan telur asin bukan dasar. Pasalnya telur asin merupakan sumber nutrisi yang sangat kaya, terutama protein berkualitas tinggi yang berperan penting dalam pembangunan otot, perbaikan jaringan tubuh, dan penguatan sistem imun.

Melalui proses pengasinan, kandungan kalsium dan fosfornya meningkat secara signifikan dibandingkan telur segar, sehingga sangat efektif untuk menjaga kepadatan tulang dan mencegah osteoporosis. Selain itu, kandungan lecithin dan omega-3 di dalamnya mendukung fungsi saraf dan daya ingat, sementara zat besi yang melimpah membantu mencegah anemia.

Dari sisi kesehatan mata, kehadiran antioksidan seperti lutein dan zeaxanthin dalam kuning telurnya mampu melindungi penglihatan dari kerusakan radikal bebas. Meski memiliki segudang manfaat, konsumsinya tetap perlu dibatasi bagi penderita hipertensi dan kolesterol tinggi mengingat kandungan natriumnya yang cukup besar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Polemik Tempo, NasDem DIY Bantah Isi Laporan dan Tegaskan Sikap

Polemik Tempo, NasDem DIY Bantah Isi Laporan dan Tegaskan Sikap

News
| Rabu, 15 April 2026, 00:17 WIB

Advertisement

Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Tiket

Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Tiket

Wisata
| Selasa, 14 April 2026, 21:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement