Advertisement

Sampah Menumpuk Dekat Pantai Trisik Tak Kunjung Diangkut

Khairul Ma'arif
Selasa, 14 April 2026 - 17:07 WIB
Sunartono
Sampah Menumpuk Dekat Pantai Trisik Tak Kunjung Diangkut Seorang pengendara motor melintas tepat di lokasi TPS ilegal yang berada di Kawasan Pantai Trisik, Selasa (14/4/2026). Harian Jogja - Khairul Ma'arif.

Advertisement

Harianjogja.com, KULONPROGO— Tumpukan sampah di kawasan Pantai Trisik di Kabupaten Kulonprogo masih dibiarkan menumpuk meski sudah ada sejak awal pekan lalu. Kondisi ini sengaja tidak langsung ditangani sebagai bagian dari upaya edukasi agar praktik pembuangan liar tidak terulang.

Lokasi tumpukan sampah berada kurang dari 200 meter dari bibir Pantai Trisik. Dari titik tersebut, deburan ombak terdengar jelas dan area laut terlihat langsung, mempertegas dampak visual terhadap kawasan wisata.

Advertisement

Pantauan di lapangan menunjukkan sebagian sampah sudah dalam kondisi gosong akibat dibakar. Jenis sampah didominasi limbah rumah tangga, mulai dari pampers bayi, plastik, hingga barang berukuran besar seperti sofa.

Kepala Bidang Pengelolaan dan Pengembangan Persampahan dan Pertamanan DLH Kulonprogo, Ade Wahyudianto, mengungkapkan luas area tumpukan sampah diperkirakan mencapai 300 meter persegi.

“Ternyata memang keberadaan sampah itu lumayan luas lah sekitar 300-an meter persegi itu. Dan kayaknya juga sudah berlangsung lumayan lama dan itu sampahnya berasal dari sampah rumah tangga sepertinya karena memang banyak buangan yang berasal dari rumah gitu seperti pampers bayi, kemudian sampah-sampah lain yang kebanyakan memang kita kita punya lah di rumah tangga gitu,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).

Ia membenarkan laporan mengenai tempat pembuangan sampah (TPS) ilegal tersebut telah diterima sejak Senin pekan lalu, namun pengecekan lapangan baru dilakukan pada Kamis. Meski memiliki kemampuan untuk segera mengangkut sampah, DLH memilih menahan langkah tersebut.

“Kalau dari kami sih bisa saja langsung kami angkut gitu. Tapi kan tapi kan perlu ada edukasi dulu nih, ini siapa yang kebiasaan buang di sini? Jangan sampai ketika kita angkut, besok berulang lagi gitu,” katanya.

Menurut Ade, langkah cepat justru berpotensi memicu kebiasaan buruk baru di masyarakat. “Iya betul [malah keenakan], jadi merasa, ‘Wah, yang kemarin aja langsung diambil’, seolah-olah kita gercep gitu kan padahal itu bukan bukan solusi yang baik malah menurut kami,” tambahnya.

DLH Kulonprogo telah berkoordinasi dengan warga dan pemerintah kalurahan setempat untuk meningkatkan pengawasan. Jika pelaku berasal dari luar wilayah, warga diminta ikut mengawasi. Sementara jika berasal dari warga setempat, diperlukan komitmen bersama untuk menghentikan kebiasaan tersebut.

Keberadaan sampah liar ini dinilai berdampak langsung pada citra pariwisata Pantai Trisik. DLH berharap ada komitmen kolektif agar persoalan serupa tidak kembali muncul.

Ade menyebut volume sampah diperkirakan mencapai delapan ton atau setara tiga truk. Ia memastikan pengangkutan akan segera dilakukan setelah ada kesepakatan bersama terkait pengawasan dan pencegahan.

Sementara itu, Dinas Pariwisata Kulonprogo juga ikut memantau kondisi tersebut. Kepala Dispar Kulonprogo, Sutarman, mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan lurah setempat untuk merancang penanganan yang lebih permanen.

Menurutnya, metode pembersihan sementara seperti kerja bakti tidak cukup efektif karena sampah berpotensi muncul kembali. Ia menyebut pemerintah desa tengah menyiapkan sistem penampungan sampah yang lebih kuat, mengingat fasilitas sebelumnya mudah rusak akibat terpaan angin laut.

“Pak Lurah dan Pak Dukuh sudah ada komitmen untuk membuat tempat penampungan sampah yang terjaga, kalau dengan dump terbukti keropos kena angin laut. Warga juga bersedia untuk membayar retribusi sampah. Dinpar meminta ke desa wisata untuk selalu mengawasi jika terdapat masyarakat yang membuang sampah sembarangan,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Polemik Tempo, NasDem DIY Bantah Isi Laporan dan Tegaskan Sikap

Polemik Tempo, NasDem DIY Bantah Isi Laporan dan Tegaskan Sikap

News
| Rabu, 15 April 2026, 00:17 WIB

Advertisement

Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Tiket

Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Tiket

Wisata
| Selasa, 14 April 2026, 21:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement